DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

SERAKAH

 SERAKAH


Keserakahan membutakan manusia.»IHT«

Roma 1:29  penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.

Keserakahan sering membutakan manusia, karena membuatnya tidak bisa melihat kebenaran, kebahagiaan sejati dan nilai nilai moral.

2 Petrus 2:14  Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk! 

Orang serakah menjadi budak harta, kehilangan empati, fokus pada perolehan tanpa peduli caranya, hidupnya seringkali berakhir dalam penderitaan dan ketidakpuasan, karena tidak pernah merasa cukup.

2 Petrus 2:4  Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; 

Menjadi budak keserakahan menciptakan perbudakan baru, dimana manusia hanya mengejar tujuan berikutnya tanpa henti, matanya menjadi buta terhadap kerugian jangka panjang (masuk neraka), karena mereka kehilangan nilai nilai spritual.

1 Timotius 3:8  Demikian juga diaken-diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah.

Jika level diaken saja sudah harus memiliki standar mutu yang demikian, bagaimana dengan pemimpin yang diatasnya, itu sebabnya gereja saat ini kehilangan empati, kasih sayang, rasa hormat, mereka tidak lagi peduli yang merusak tujuan Tuhan yaitu saling mengasihi.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia