Postingan

HIDUP SENDIRIAN

HIDUP SENDIRIAN Hidup sendirian memang terasa sepi, tapi masih lebih baik daripada bersama orang yang membuat hati kita merasa sendirian. Yesaya 41:10 janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. Shalom Hidup sendirian memang bisa menghadirkan rasa sepi, tapi berada dalam relasi yang salah atau tidak sehat justru membuat hati terasa jauh lebih hampa dan terasing. Mazmur 27:10 Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. Bahkan jika orang orang terdekat atau pasangan yang seharusnya mengasihi kita justeru mengabaikan atau menyakiti hati, Tuhan tetap menyediakan ruang aman untuk menyambut kita. Mazmur 34:18 TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Masa sendiri atau jeda dalam relasi dapat dipakai sebagai kesempatan untuk men...

SUMPAH PEMUDA

SUMPAH PEMUDA EFESUS 4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: Shalom Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda, sebuah momen bersejarah yang mengingatkan kita akan pentingnya persatuan di tengah keberagaman. Para pemuda dari berbagai latar belakang menyatakan komitmen untuk satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia. Semangat ini mengingatkan kita pada sebuah kebenaran rohani: perbedaan tidak harus menjadi alasan untuk perpecahan; perbedaan dapat menjadi kesempatan untuk membangun persatuan. Persatuan dimulai dari tujuan yang lebih besar daripada diri sendiri. Para pemuda Indonesia di tahun 1928 tidak hanya memikirkan kepentingan daerah atau kelompok mereka sendiri. Mereka melihat sesuatu yang lebih besar, yaitu masa depan bangsa Indonesia. Demikian juga dalam kehidupan orang percaya. Kita dipanggil untuk tidak hanya hidup bagi kepentingan pribadi, tetapi juga bagi kemuliaan Tuhan dan kebaikan s...

MELAKUKAN FIRMAN TUHAN

MELAKUKAN FIRMAN TUHAN Firman Tuhan yang dibaca, didengar dan dilakukan dalam kehidupan sehari hari akan memberi hikmat (wisdom) sejati. Matius 7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Shalom Yesus menegaskan bahwa definisi orang bijaksana bukanlah orang yang sekedar tahu alkitab, melainkan mereka yang menyelaraskan tindakannya sesuai dengan FirmanNya, mereka akan memiliki fondasi hidup yang kokoh dan kuat bahkan tetap bisa berjalan teguh sekalipun ditengah badai dan goncangan. Matius 7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Hikmat bukan sekedar tahu isi Alkitab atau menghafal ayat, melainkan menerapkan firman tersebut dalam keputusan dan tindakan sehari hari. Yesaya 50:4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku d...

PERSEDIAAN TUHAN DI PADANG GURUN DAN LEMBAH

PERSEDIAAN TUHAN DI PADANG GURUN & LEMBAH ULANGAN 8:16 dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya. YESAYA 40:4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran Shalom Ada musim dalam hidup ketika Tuhan menuntun kita melalui padang rumput hijau, dan ada musim ketika kita harus berjalan melalui lembah gelap dan padang gurun kering. Lembah mewakili musim kesulitan, kesedihan, ketidakpastian, dan ketakutan. Padang gurun mengingatkan kita akan musim-musim menunggu, menguji, dan belajar untuk bergantung pada persediaan Allah. Tidak ada musim yang mudah, tetapi keduanya dapat menjadi tempat di mana kita menemukan kesetiaan Tuhan dengan cara yang lebih dalam. Pertimbangkan orang Israel. Allah membebaskan mereka dari per...

MILIKI WAWASAN

MILIKI WAWASAN Miskin itu tidak menakutkan, yang menakutkan adalah tidak memiliki wawasan dan kemampuan, jadi belajarlah setiap saat! Hosea 4:6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu. Shalom Banyak orang didunia sangat takut dengan yang namanya kemiskinan materi, kita sering cemas jika dompet kosong atau masa depan finansial tidak menentu, namun tahukah apakah yang lebih menakutkan daripada tidak punya uang? Yakobus 1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya. Yang lebih menakutkan adalah ketika kita tidak memiliki wawasan, tidak memiliki ketrampilan dan menolak untuk belajar, Tuhan menganjurkan kepada setiap kita u...

MELIHAT ARAH DI TENGAH KETIDAKPASTIAN

MELIHAT ARAH DI TENGAH KETIDAKPASTIAN *“Aku melihat pada waktu malam, tampak seorang yang mengendarai seekor kuda merah!”* (Zakharia 1:8) Shalom *Jangan Berjalan Tanpa Melihat Arah!* Bayangkan seorang pengemudi yang sedang melewati jalan pegunungan pada malam hari. Kabut begitu tebal sehingga ia tidak dapat melihat jalan jauh di depannya. Ia ingin segera sampai ke tujuan, tetapi ia tidak berani memacu kendaraannya. Apa yang dilakukannya? Ia mengurangi kecepatan, menyalakan lampu, dan mengikuti petunjuk jalan. Ia memang tidak bisa melihat seluruh perjalanan, tetapi ia bisa melihat cukup jauh untuk mengambil langkah berikutnya. Begitu juga dengan kehidupan kita. Tuhan tidak selalu memperlihatkan seluruh masa depan sekaligus, tetapi Dia sanggup memberikan terang untuk langkah yang harus kita ambil hari ini. Zakharia 1:7–9, Tuhan memberikan penglihatan kepada Nabi Zakharia. Ini menunjukkan bahwa Tuhan dapat menyatakan pesan-Nya melalui cara yang tidak selalu kita pikir...

PEMBERONTAK

*PEMBERONTAK* *“Celakalah si pemberontak dan si cemar, hai kota yang penuh penindasan!”* (Zefanya 3:1) *Kisah anak kecil* Ada seorang anak yang sejak kecil selalu merasa bahwa orang tuanya terlalu banyak mengatur. Ketika dinasihati, ia berkata, *“Saya sudah dewasa. Saya tahu apa yang saya lakukan.”* Ia terus berjalan menurut kehendaknya sendiri. Sampai suatu hari ia mengalami kegagalan besar. Dalam kesedihannya, ia kembali kepada ayahnya. Ayahnya tidak berkata, *“Saya sudah bilang!”* Ayahnya hanya berkata: *“Nak, selama ini bukan karena Ayah ingin menguasai hidupmu. Ayah hanya ingin melindungimu.”* Kadang-kadang kita juga seperti anak itu. Kita menganggap *teguran sebagai tekanan, aturan sebagai hambatan, dan otoritas sebagai musuh.* Padahal, sering kali Tuhan memakai teguran dan otoritas untuk melindungi, membentuk, dan membawa kita kepada tujuan-Nya. 1. PEMBERONTAKAN DIMULAI KETIKA KITA LUPA SIAPA DIRI KITA Kita adalah ciptaan Tuhan. Kita hidup bukan karena kekuat...