Postingan

BAHAYA SEBUAH KESUKSESAN

BAHAYA SEBUAH KESUKSESAN ULANGAN 6:10-12 Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu — kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami — dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Shalom Sebelum Israel memasuki Tanah Perjanjian, Allah memperingatkan bangsa Israel tentang sesuatu yang tak terduga. Bahaya terbesar bukanlah di padang gurun, atau bahkan musuh yang akan mereka hadapi atau sudah hadapi dalam perjalanan menduduki tanah Perjanjian. Bahaya terbesar adalah hidup dalam kelimpahan. Setelah mereka dikelilingi oleh berkat-berkat y...

SUDUT PANDANG ISHAK

SUDUT PANDANG ISHAK KEJADIAN 22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Shalom Kita sering membaca atau mendengar kisah tentang Abraham yang taat akan firman Tuhan untuk mengorbankan anaknya Ishak. Namun kita tidak membahas tentang kisah si Ishak yang saat itu bukan lagi seorang anak kecil yang bisa di manipulasi. Kisah ini sering dilihat dari perspektif Abraham, tetapi jarang dari pandangan seorang Ishak yang sama-sama luar biasa. Meskipun banyak cerita Alkitab menggambarkan Ishak sebagai anak kecil, rincian Alkitab menunjukkan bahwa ia mungkin seorang pemuda yang kuat. Catat ini, Ishak membawa kayu untuk korban bakaran ke atas gunung (KEJADIAN 22:6). Ini juga merupakan sebuah fakta yang merujuk kepada Yesus Kristus ketika Dia membawa salib-Nya. Abraham berusia lebih dari seratus tahun pada saat ini, sehingga tidak mungkin dia se...

DOMBA DAN KAMBING

DOMBA & KAMBING MATIUS 25:32-33 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Shalom Yesus melukiskan gambaran yang jelas tentang penghakiman terakhir menggunakan sesuatu contoh yang dipahami oleh para pendengar-Nya dengan baik. Di Timur Tengah, gembala sering menggembalakan domba dan kambing bersama-sama pada siang hari tetapi memisahkan mereka di malam hari. Domba dan kambing bisa terlihat mirip dari kejauhan, tetapi sifatnya berbeda. Dengan cara yang sama, orang mungkin tampak religius secara lahiriah, namun kondisi hati yang sebenarnya suatu hari akan terungkap. Ayat bacaan hari ini menjelaskan bahwa domba itu mendengar dan mengikuti gembalanya. Sepanjang Kitab Suci, domba melambangkan umat Allah. Mereka mengenali suara Gembala dan percaya kepada-Nya. Yesus berkata...

HARTA DALAM BEJANA TANAH LIAT

HARTA DALAM BEJANA TANAH LIAT 2 KORINTUS 4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Pada zaman Paulus, bejana atau toples tanah liat adalah wadah rumah tangga biasa. Bejana itu murah, biasa, dan mudah rusak. Tidak ada yang mengagumi bejana itu sendiri; yang penting adalah apa yang terkandung di dalamnya. Paulus membandingkan orang percaya dengan bejana-bejana tanah liat ini. Kita rapuh. Kita menjadi lelah, menghadapi kekecewaan, dan mengalami kelemahan. Namun di dalam kita ada harta yang tak tertandingi, yaitu Injil Yesus Kristus, kehadiran Roh Kudus, dan harapan hidup kekal bersama Dia. Dunia sering menghargai kekuatan, keindahan, dan kesuksesan. Tuhan senang menggunakan orang biasa yang tidak sempurna, sehingga dunia sadar bahwa keberhasilan kita berasal dari Tuhan bukan kekuatan kita. Kelemahan Anda tidak mendiskualifikasi Anda dan potensi Anda digunakan oleh Tuhan. ...

YUDAS PANGGIL YESUS "RABI" BUKAN TUHAN

YUDAS PANGGIL YESUS "RABI" BUKAN TUHAN MATIUS 26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya." Yudas Iskariot adalah salah satu kisah yang menjadi peringatan terbesar Alkitab. Dia berjalan bersama Yesus selama tiga tahun, mendengar setiap khotbah, menyaksikan setiap mukjizat, dan cukup dipercaya untuk membawa tas uang. Namun meskipun dekat dengan Kristus, hatinya tetap tidak berubah. Tragedi Yudas bukan hanya karena ia mengkhianati Yesus, namun kisah ironisnya adalah ia tampak seperti murid Yesus, tetapi hidupnya sebagai orang yang tidak mengenal kasih karunia Allah. Dia mencium Yesus sebagai tanda kasih sayang, sementara diam-diam menyerahkan Yesus kepada musuh-musuh-Nya. Secara lahiriah ia tampak setia; tetapi dalam hati ia sudah memilih tuhan yang lain, yaitu uang. Sikap Yudas hari ini masih ada. Ada orang-orang yang hadir ke ibadah, bahkan tampaknya sebagai ...

ARTI SABAT YANG DIABAIKAN

ARTI SABAT YANG DIABAIKAN ULANGAN 5:15 Sebab haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat. Shalom Warga Kerajaan Sorga. Ada dua pengertian tentang Sabat di Perjanjian Lama yang hari ini Yesus mau kita alami dan nikmati setiap hari. Sabat adalah salah satu tema Alkitab yang sering disalahartikan hari ini. Sabat lebih dari satu hari libur, ini adalah hadiah dari Allah yang merujuk kepada ciptaan-Nya, perjanjian-Nya, dan akhirnya kepada apa yang dilakukan di dalam Kristus. Sabat dimulai pada proses penciptaan. Sabat pertama kali muncul dalam KEJADIAN 2:2–3. Setelah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, Allah beristirahat pada hari ketujuh. Tuhan tidak beristirahat karena Dia lelah, tetapi karena pekerjaan-Nya telah selesai. Ia memberkati dan menjadikan hari ketujuh itu kudus. Sabat ...

KASIH KARUNIA MENDIDIK

KASIH KARUNIA MENDIDIK TITUS 2:11-12 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini Surat Paulus kepada Titus menguraikan bahwa kasih karunia Tuhan itu mendidik bukan ajakan untuk berbuat dosa. Banyak orang berpikir bahwa kasih karunia Yesus hanya mengampuni dosa. Tetapi Paulus mengungkapkan bahwa kasih karunia lebih dari sekadar pengampunan dosa saja, namun kasih karunia mendidik kita. Kasih karunia yang sama yang menyelamatkan kita (TITUS 2:11) juga mendidik dan mengubah kita (TITUS 2:12). Kasih karunia bukanlah izin untuk terus berbuat dosa; itu adalah kuasa Allah untuk mengubah hidup kita. Kata Yunani bagi kata "mendidik" adalah "paideuĊ" yang berarti melatih dan mendisiplinkan. Kasih karunia adalah guru yang mendidik untuk kita bisa hidup taat. Seringkali kita justru be...