Postingan

MENANG ATAS PERTANDINGAN IMAN

"MENANG ATAS PERTANDINGAN IMAN" "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita MENANGGALKAN SEMUA BEBAN DAN DOSA yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan TEKUN dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita" (Ibrani 12:1). > Sesungguhnya di akhir zaman ini iman setiap orang percaya sedang diuji atau dimurnikan dan setiap orang percaya harus menang dalam menghadapi setiap ujian iman atau menang atas pertandingan iman ini. >> Bagaimana kita dapat menang dalam pertandingan iman atau ujian iman ini? 1. MENANGGALKAN SEMUA BEBAN DAN DOSA . > Ibrani 12:1 : "... marilah kita MENANGGALKAN SEMUA BEBAN DAN DOSA yang begitu merintangi kita," > Bagaimana kita dapat "menanggalkan beban dan dosa?" Serahkan semua beban dan kekuatiran hidup kita kepada Tuhan, sebab Dia yang memelihara hidup kita. Kemudian bereskan segala dosa yang menghalangi tangan Tuhan menolong hidup kita dan telinga-Nya ...

REBUTLAH HIDUP YANG KEKAL

REBUTLAH HIDUP YANG KEKAL 1 TIMOTIUS 6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. Apa yang sedang Anda berusaha untuk raih? Setiap hari, orang-orang meraih sesuatu. Kesuksesan, uang, hubungan, keamanan atau bahkan validasi dan pengakuan dari orang lain. Banyak yang meraih dunia dan melewatkan kekekalan di dalam Kristus Yesus. Alkitab mengajarkan kita untuk tidak hanya meraih hal-hal sementara, tetapi untuk meraih Tuhan, janji-janji-Nya, kebenaran-Nya, dan hidup kekal. Pertanyaannya bukanlah apakah Anda meraih sesuatu, pertanyaannya adalah apa yang Anda pegang? Ayat bacaan hari ini mengajarkan kita untuk "rebutlah hidup yang kekal." Paulus mengatakan kepada Timotius bahwa iman itu aktif. Kekristenan bukanlah kehidupan pasif, melainkan sebuah pertandingan iman dimana kita masuk ke dalam pertandingan iman setiap hari. "Rebut...

HATI YANG BAIK DAN BERBUAH

TANAH YANG BAIK - HATI YANG BAIK & BERBUAH LUKAS 8:8, 15 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat." Setelah berkata demikian Yesus berseru: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan." Kondisi "tanah" atau hati yang terakhir di dalam perumpamaan sang penabur, adalah tanah yang baik alias hati yang baik dan berbuah. Ketika Yesus berkata, "siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar,” Ia tidak berbicara tentang pendengaran fisik. Banyak yang mendengar firman-Nya, tetapi tidak semua benar-benar menerimanya. Ini adalah peringatan rohani bagi kita semua, untuk tidak hanya mendengarkan secara sambil lalu, atau memperlakukan firman Tuhan sebagai informasi, tetapi menanggapi firman dengan perhatian, kerendahan ...

HATI YANG BIMBANG

JATUH DI TENGAH SEMAK DURI - HATI YANG BIMBANG LUKAS 8:7, 14 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati. Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang. Kondisi hati yang ketiga di dalam perumpamaan penabur adalah kondisi tanah yang dikelilingi duri. Dalam bagian perumpamaan ini, Yesus menggambarkan seorang yang menerima firman Allah, tetapi tidak menghasilkan buah. Tidak seperti hati yang keras atau dangkal, hati ini dimulai dengan baik, benih itu tumbuh. Tetapi ada sesuatu yang lain yang juga tumbuh, duri. Apakah duri itu? Yesus dengan jelas mendefinisikannya dalam ayat 14, kekhawatiran hidup, kecemasan, ketakutan, stres terus-menerus, kekayaan, obsesi terhadap uang, keamanan, kesuksesan, bahkan kesenangan dunia. Hal-hal ini tidak selalu ...

HATI YANG DANGKAL

JATUH DI TANAH BERBATU - HATI YANG DANGKAL LUKAS 8:6 & 13 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Kondisi hati kedua yang dibahas di LUKAS 8 dalam perumpamaan tentang seorang penabur, adalah kondisi tanah yang berbatu-batu. Benih firman yang ditabur membuat pribadi tersebut gembira, namun firman itu tidak pernah berakar. Pribadi tersebut sempat percaya, namun dalam kondisi sulit, mereka murtad. Murtad dalam bahasa Inggrisnya adalah "fall away" atau "aphistēmi" dalam bahasa Yunani, yang artinya menjauh dari Tuhan. Ada orang yang mendengar firman, kemudian mereka menerimanya dengan hati yang gembira. Ini sebenarnya adalah hati yang menerima, namun dangkal, karena firman yang di...

HATI YANG KERAS

JATUH DI PINGGIR JALAN - HATI YANG KERAS LUKAS 8:5, 11-12 "Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis. Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah. Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. Dalam Injil LUKAS 8, Yesus menceritakan perumpamaan tentang penabur. Ini sebenarnya bukan tentang penaburnya, tetapi tentang tanahnya. Benih (Firman Tuhan) menjadi sangat bermanfaat dan berkuasa, ketika diterima dengan benar. Keefektifan dari firman Tuhan itu bergantung pada kondisi hati yang menerimanya. Ayat-ayat bacaan hari ini adalah gambaran hati yang keras, hati yang mendengar tetapi tidak menerima. Firman atau benih itu jatuh di pinggir jalan dan diinjak orang atau dimakan ...

PERHATIKANLAH CARA KAMU MENDENGAR

PERHATIKANLAH CARA KAMU MENDENGAR LUKAS 8:18 Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya." Shalom Warga Kerajaan Sorga. Ayat bacaan hari ini muncul tepat setelah Yesus Kristus menceritakan perumpamaan tentang sang penabur (LUKAS 8:4–15). Dalam perumpamaan itu, benih melambangkan firman Allah, dan tanah melambangkan kondisi hati manusia. Jadi ketika Yesus berkata, “perhatikanlah cara kamu mendengar", Ia tidak berbicara tentang gelombang suara, Ia berbicara tentang penerimaan firman dalam kehidupan rohani kita. Yesus mengalihkan fokus dari apa yang kita dengar kepada bagaimana kita mendengar. Dua orang dapat mendengar khotbah yang sama, membaca bagian Alkitab yang sama, tetapi menerima hasil yang sama sekali berbeda. Perbedaannya adalah sikap hatinya. Apakah hati kita keras, gampang terganggu dengan suara yang lain, hati ...