Postingan

KETIKA TUHAN INTERVENSI

KETIKA TUHAN INTERVENSI YESAYA 64:4 Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian. Shalom Kebanyakan orang lebih menikmati hidup ketika rencananya berjalan dengan normal dan baik-baik saja. Kita membuat jadwal, menetapkan tujuan, dan membayangkan bagaimana masa depan kita harus terungkap. Namun banyak momen terbesar dalam Kitab Suci justru dimulai ketika Tuhan "mengganggu" atau menyelak rutinitas atau bahkan rencana kita. Pastinya, kita akan mengalami ketidaknyamanan. Namun ketidaknyamanan ini justru menjadi pintu menuju tujuan Tuhan yang lebih besar. Musa diselak oleh semak yang terbakar saat menggembalakan domba (KELUARAN 3). Tuhan menyelak untuk mengungkapkan panggilan-Nya. Musa mengira ia akan menghabiskan sisa hidupnya sebagai gembala, tetapi Allah memanggilnya untuk membebaskan Israel. Tujuan Tuhan sering dinyatakan dalam saat-saat yang tidak te...

KETIKA DOSA TERLIHAT BIASA

KETIKA DOSA TERLIHAT BIASA YESAYA 5:20 Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit. Shalom Warga Kerajaan Sorga. Salah satu strategi terbesar Setan adalah membuat dosa terlihat seolah-olah dapat diterima. Alhasil, kita mulai kompromi dengan apa yang Tuhan panggil untuk kita lawan, yaitu dosa. Kita akhirnya berkata: "Itu hanya kompromi kecil." "Semua orang melakukannya." "Aku pantas mendapatkan ini." "Tuhan mengerti." Apa yang dimulai sebagai alasan akhirnya menjadi kebiasaan. Apa yang menjadi kebiasaan bisa menjadi sebuah keterikatan yang akhirnya merusak. Sebuah pencobaan atau godaan itu sendiri bukanlah dosa. Yesus dicobai dalam segala hal, namun tanpa dosa (IBRANI 4:15). Bahayanya adalah cobaan yang kita anggap biasa dan akhirnya bisa memenjarakan hati kita. Alkitab menjelaskan ...

FOKUS IMAN KITA KEPADA KEBENARAN KERAJAAN ALLAH

FOKUS IMAN KITA KEPADA KEBENARAN KERAJAAN ALLAH MATIUS 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Shalom Hidup ini dipenuhi dengan prioritas yang seringkali saling bersaing. Kita diperhadapkan dengan prioritas karir, keuangan, keluarga, pendidikan, reputasi, atau bahkan sebuah impian pribadi. Dalam konteks MATIUS 6, Yesus membahas kecemasan orang-orang atas makanan, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari. Alih-alih memberitahu para pengikut-Nya untuk mengabaikan kebutuhan ini, Dia mengajarkan mereka untuk menempatkan Tuhan terlebih dahulu. Ketika Tuhan menempati tempat pertama, segala sesuatu yang lain menemukan tempat yang tepat. Disinilah Yesus mengajarkan kita sebuah prioritas yang benar dan pastinya membawa kehidupan kita kepada kelegaan, kepuasan dan bahkan damai. Kalimat "carilah dahulu" berarti mengejar dengan sungguh-sungguh, menginginkan terus menerus, dan menjadikan sesuatu sebagai prioritas tertinggi A...

BAHAYA SEBUAH KESUKSESAN

BAHAYA SEBUAH KESUKSESAN ULANGAN 6:10-12 Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu — kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami — dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Shalom Sebelum Israel memasuki Tanah Perjanjian, Allah memperingatkan bangsa Israel tentang sesuatu yang tak terduga. Bahaya terbesar bukanlah di padang gurun, atau bahkan musuh yang akan mereka hadapi atau sudah hadapi dalam perjalanan menduduki tanah Perjanjian. Bahaya terbesar adalah hidup dalam kelimpahan. Setelah mereka dikelilingi oleh berkat-berkat y...

SUDUT PANDANG ISHAK

SUDUT PANDANG ISHAK KEJADIAN 22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Shalom Kita sering membaca atau mendengar kisah tentang Abraham yang taat akan firman Tuhan untuk mengorbankan anaknya Ishak. Namun kita tidak membahas tentang kisah si Ishak yang saat itu bukan lagi seorang anak kecil yang bisa di manipulasi. Kisah ini sering dilihat dari perspektif Abraham, tetapi jarang dari pandangan seorang Ishak yang sama-sama luar biasa. Meskipun banyak cerita Alkitab menggambarkan Ishak sebagai anak kecil, rincian Alkitab menunjukkan bahwa ia mungkin seorang pemuda yang kuat. Catat ini, Ishak membawa kayu untuk korban bakaran ke atas gunung (KEJADIAN 22:6). Ini juga merupakan sebuah fakta yang merujuk kepada Yesus Kristus ketika Dia membawa salib-Nya. Abraham berusia lebih dari seratus tahun pada saat ini, sehingga tidak mungkin dia se...

DOMBA DAN KAMBING

DOMBA & KAMBING MATIUS 25:32-33 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Shalom Yesus melukiskan gambaran yang jelas tentang penghakiman terakhir menggunakan sesuatu contoh yang dipahami oleh para pendengar-Nya dengan baik. Di Timur Tengah, gembala sering menggembalakan domba dan kambing bersama-sama pada siang hari tetapi memisahkan mereka di malam hari. Domba dan kambing bisa terlihat mirip dari kejauhan, tetapi sifatnya berbeda. Dengan cara yang sama, orang mungkin tampak religius secara lahiriah, namun kondisi hati yang sebenarnya suatu hari akan terungkap. Ayat bacaan hari ini menjelaskan bahwa domba itu mendengar dan mengikuti gembalanya. Sepanjang Kitab Suci, domba melambangkan umat Allah. Mereka mengenali suara Gembala dan percaya kepada-Nya. Yesus berkata...

HARTA DALAM BEJANA TANAH LIAT

HARTA DALAM BEJANA TANAH LIAT 2 KORINTUS 4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Pada zaman Paulus, bejana atau toples tanah liat adalah wadah rumah tangga biasa. Bejana itu murah, biasa, dan mudah rusak. Tidak ada yang mengagumi bejana itu sendiri; yang penting adalah apa yang terkandung di dalamnya. Paulus membandingkan orang percaya dengan bejana-bejana tanah liat ini. Kita rapuh. Kita menjadi lelah, menghadapi kekecewaan, dan mengalami kelemahan. Namun di dalam kita ada harta yang tak tertandingi, yaitu Injil Yesus Kristus, kehadiran Roh Kudus, dan harapan hidup kekal bersama Dia. Dunia sering menghargai kekuatan, keindahan, dan kesuksesan. Tuhan senang menggunakan orang biasa yang tidak sempurna, sehingga dunia sadar bahwa keberhasilan kita berasal dari Tuhan bukan kekuatan kita. Kelemahan Anda tidak mendiskualifikasi Anda dan potensi Anda digunakan oleh Tuhan. ...