Postingan

HARTA DALAM BEJANA TANAH LIAT

HARTA DALAM BEJANA TANAH LIAT 2 KORINTUS 4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Pada zaman Paulus, bejana atau toples tanah liat adalah wadah rumah tangga biasa. Bejana itu murah, biasa, dan mudah rusak. Tidak ada yang mengagumi bejana itu sendiri; yang penting adalah apa yang terkandung di dalamnya. Paulus membandingkan orang percaya dengan bejana-bejana tanah liat ini. Kita rapuh. Kita menjadi lelah, menghadapi kekecewaan, dan mengalami kelemahan. Namun di dalam kita ada harta yang tak tertandingi, yaitu Injil Yesus Kristus, kehadiran Roh Kudus, dan harapan hidup kekal bersama Dia. Dunia sering menghargai kekuatan, keindahan, dan kesuksesan. Tuhan senang menggunakan orang biasa yang tidak sempurna, sehingga dunia sadar bahwa keberhasilan kita berasal dari Tuhan bukan kekuatan kita. Kelemahan Anda tidak mendiskualifikasi Anda dan potensi Anda digunakan oleh Tuhan. ...

YUDAS PANGGIL YESUS "RABI" BUKAN TUHAN

YUDAS PANGGIL YESUS "RABI" BUKAN TUHAN MATIUS 26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya." Yudas Iskariot adalah salah satu kisah yang menjadi peringatan terbesar Alkitab. Dia berjalan bersama Yesus selama tiga tahun, mendengar setiap khotbah, menyaksikan setiap mukjizat, dan cukup dipercaya untuk membawa tas uang. Namun meskipun dekat dengan Kristus, hatinya tetap tidak berubah. Tragedi Yudas bukan hanya karena ia mengkhianati Yesus, namun kisah ironisnya adalah ia tampak seperti murid Yesus, tetapi hidupnya sebagai orang yang tidak mengenal kasih karunia Allah. Dia mencium Yesus sebagai tanda kasih sayang, sementara diam-diam menyerahkan Yesus kepada musuh-musuh-Nya. Secara lahiriah ia tampak setia; tetapi dalam hati ia sudah memilih tuhan yang lain, yaitu uang. Sikap Yudas hari ini masih ada. Ada orang-orang yang hadir ke ibadah, bahkan tampaknya sebagai ...

ARTI SABAT YANG DIABAIKAN

ARTI SABAT YANG DIABAIKAN ULANGAN 5:15 Sebab haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat. Shalom Warga Kerajaan Sorga. Ada dua pengertian tentang Sabat di Perjanjian Lama yang hari ini Yesus mau kita alami dan nikmati setiap hari. Sabat adalah salah satu tema Alkitab yang sering disalahartikan hari ini. Sabat lebih dari satu hari libur, ini adalah hadiah dari Allah yang merujuk kepada ciptaan-Nya, perjanjian-Nya, dan akhirnya kepada apa yang dilakukan di dalam Kristus. Sabat dimulai pada proses penciptaan. Sabat pertama kali muncul dalam KEJADIAN 2:2–3. Setelah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, Allah beristirahat pada hari ketujuh. Tuhan tidak beristirahat karena Dia lelah, tetapi karena pekerjaan-Nya telah selesai. Ia memberkati dan menjadikan hari ketujuh itu kudus. Sabat ...

KASIH KARUNIA MENDIDIK

KASIH KARUNIA MENDIDIK TITUS 2:11-12 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini Surat Paulus kepada Titus menguraikan bahwa kasih karunia Tuhan itu mendidik bukan ajakan untuk berbuat dosa. Banyak orang berpikir bahwa kasih karunia Yesus hanya mengampuni dosa. Tetapi Paulus mengungkapkan bahwa kasih karunia lebih dari sekadar pengampunan dosa saja, namun kasih karunia mendidik kita. Kasih karunia yang sama yang menyelamatkan kita (TITUS 2:11) juga mendidik dan mengubah kita (TITUS 2:12). Kasih karunia bukanlah izin untuk terus berbuat dosa; itu adalah kuasa Allah untuk mengubah hidup kita. Kata Yunani bagi kata "mendidik" adalah "paideuĊ" yang berarti melatih dan mendisiplinkan. Kasih karunia adalah guru yang mendidik untuk kita bisa hidup taat. Seringkali kita justru be...

MENYEBERANG BERSAMA TUHAN

MENYEBERANG BERSAMA TUHAN YOSUA 3:13-14 Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan." Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu. Alkitab sering menggunakan kisah menyeberang untuk melambangkan meninggalkan musim lama dan memasuki yang baru. Israel menyeberangi Laut Merah untuk meninggalkan musim perbudakan, dan kemudian menyeberangi sungai Yordan untuk memasuki Tanah Perjanjian. "Menyeberang" bukan hanya tentang mencapai lokasi yang berbeda, ini tentang berjalan ke tujuan Tuhan. Bangsa Israel tidak bisa tinggal di padang gurun selamanya. Sebelum mereka menikmati dan mengalami janji Tuhan, mereka harus menyeberangi sungai Yordan. Demikian juga, Tuhan sering memanggil kita un...

KETIKA KITA MAU LEBIH DARI YANG LAIN

KETIKA KITA MAU LEBIH DARI YANG LAIN FILIPI 2:2-3 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; Kita hidup di dunia yang terus mendorong kita untuk maju dan bahkan lebih maju dari orang lain. Kita dituntut menjadi yang pertama, bahkan mengungguli orang lain, dan setelah itu mendapatkan pengakuan. Ingat, sukses itu sendiri tidak salah bahkan tidak berdosa, tetapi motivasi di balik itu sangat penting. Alkitab memperingatkan agar kita tidak mengejar kesuksesan atau keberhasilan melalui ambisi yang egois, kesombongan, mau lebih dari yang lain, bahkan dengan menginjak dan merugikan orang lain. Kita sudah terbiasa mau mengantre lebih duluan dari yang lain, kita mau keluar dari pesawat duluan dari yang lain, kita bahkan mau bayar...

TAK BERPENGALAMAN,PENCEMOOH DAN BEBAL

TAK BERPENGALAMAN, PENCEMOOH & BEBAL AMSAL 1:22 "Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan? Ayat bacaan hari ini berbicara tentang beberapa karakter pribadi yang menolak hikmat Tuhan. Pertama, adalah orang yang tak berpengalaman. Orang yang tak berpengalaman bukanlah orang yang tidak cerdas. Mereka tidak berpengalaman, naif, dan mudah dipengaruhi. Mereka kurang memiliki pemahaman dan belum berkomitmen pada hikmat Tuhan. Bahaya dari pribadi seperti ini adalah mereka berpikir bahwa cara mereka selalu benar, seperti yang ayat ini katakan, "kamu masih cinta kepada keadaanmu". Mereka tetap masih menghidupi kehidupan dengan cara mereka dan tidak dewasa secara rohani. Mereka ini puas dengan kerohanian yang dangkal. Mereka mendengar firman Tuhan tetapi tidak pernah membiarkannya mengubah hidup mereka. Kedewasaan rohani dimulai ketika kita deng...