MENANG MENGATASI PENDERITAAN

"MENANG MENGATASI PENDERITAAN!" "Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu — namun engkau kaya — dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis" (Wahyu 2:9). > Jemaat di Smirna adalah jemaat yang mengalami tekanan, penderitaan, dan penganiayaan. Namun Tuhan Yesus tidak menegur mereka, melainkan menguatkan dan memberi janji kemenangan. >> Bagaimana kita dapat menang mengatasi penderitaan? 1. JANGAN TAKUT AKAN PENDERITAAN! > Wahyu 2:10 : "JANGAN TAKUT TERHADAP APA YANG HARUS ENGKAU DERITA...". > Penderitaan sering membuat manusia takut : "takut kehilangan", "takut ditolak", "takut masa depan", "takut menghadapi tekanan". > Tetapi Tuhan ingin kita "tetap percaya". Ketika Tuhan mengizinkan ujian terjadi, Dia juga menyertai dan memberi kekuatan. > Yesaya 41:10 : "janganlah takut, sebab Aku menye...

SERAKAH

 SERAKAH


Keserakahan membutakan manusia.»IHT«

Roma 1:29  penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.

Keserakahan sering membutakan manusia, karena membuatnya tidak bisa melihat kebenaran, kebahagiaan sejati dan nilai nilai moral.

2 Petrus 2:14  Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk! 

Orang serakah menjadi budak harta, kehilangan empati, fokus pada perolehan tanpa peduli caranya, hidupnya seringkali berakhir dalam penderitaan dan ketidakpuasan, karena tidak pernah merasa cukup.

2 Petrus 2:4  Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; 

Menjadi budak keserakahan menciptakan perbudakan baru, dimana manusia hanya mengejar tujuan berikutnya tanpa henti, matanya menjadi buta terhadap kerugian jangka panjang (masuk neraka), karena mereka kehilangan nilai nilai spritual.

1 Timotius 3:8  Demikian juga diaken-diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah.

Jika level diaken saja sudah harus memiliki standar mutu yang demikian, bagaimana dengan pemimpin yang diatasnya, itu sebabnya gereja saat ini kehilangan empati, kasih sayang, rasa hormat, mereka tidak lagi peduli yang merusak tujuan Tuhan yaitu saling mengasihi.

Komentar

Posting Komentar