KEDUKAAN DAN KESERAKAHAN

KEDUKAAN & KESERAKAHAN FILIPI 4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Shalom Kedukaan dan keserakahan mungkin terlihat sama sekali berbeda, tetapi keduanya dapat mengungkapkan apa yang terjadi di dalam hati kita. Kedukaan bisa juga berarti kesedihan yang sangat mendalam, atau sebuah ratapan karena kehilangan sesuatu atau seseorang. Sementara keserakahan merupakan sebuah perasaan yang ingin memiliki sesuatu atau seseorang yang belum kita miliki karena kita merasa kurang. Kedukaan mengatakan: "Aku kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat aku cintai". Sementara keserakahan mengatakan: "Saya harus memiliki lebih banyak karena apa yang saya miliki tidak cukup." Kedukaan adalah rasa sakit karena kehilangan sesuatu. Keserakahan adalah perasaan tidak puas karena belum memiliki. Alkitab mengajarkan kita bagaimana menanggapi keduanya. Kedukaan berkata, “Aku merindukan apa yang aku miliki.” ...

KESOMBONGAN

KESOMBONGAN


 Kesombongan, ketakutan dan kepahitan sering menghalangi kita untuk menerima  tuntunan Allah dalam hidup kita.»IHT«

Amsal 21:24  Orang yang kurang ajar dan sombong pencemooh namanya, ia berlaku dengan keangkuhan yang tak terhingga. 

Kebanyakan orang sombong tidak sadar akan kesombongannya, apalagi ketika mereka merasa sukses dan berhasil dalam hidupnya, mereka merasa tidak memerlukan Allah, bahkan menutup hati terhadap nasihat dan tuntuan dari Allah.

Kejadian 3:10  Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

Dosa menjadi penyebab utama mereka takut berjumpa dengan Allah, karena setiap pendosa tahu bahwa ada hukuman dari setiap perbuatannya, itu sebabnya mereka berusaha menghindar dengan harapan Allah sulit untuk menemukannya.

Mazmur 139:7-8  Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. 

Berbeda dengan Daud, sekalipun dia seorang pendosa, tapi Daud juga orang yang rendah hati dan tahu diri, dia berani mengakui dosa dosanya dihadapan Allah.

Mazmur 73:21-23  Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya, aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu, tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. 

Sepahit apapun kasus yang kita alami, tinggalkan perasaan gengsi, tinggi hati dan sakit hati, rendahkan hati kita serendah rendahnya, niscaya kita akan ditinggikan Tuhan untuk menerima anugerahNya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia