KEDUKAAN DAN KESERAKAHAN

KEDUKAAN & KESERAKAHAN FILIPI 4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Shalom Kedukaan dan keserakahan mungkin terlihat sama sekali berbeda, tetapi keduanya dapat mengungkapkan apa yang terjadi di dalam hati kita. Kedukaan bisa juga berarti kesedihan yang sangat mendalam, atau sebuah ratapan karena kehilangan sesuatu atau seseorang. Sementara keserakahan merupakan sebuah perasaan yang ingin memiliki sesuatu atau seseorang yang belum kita miliki karena kita merasa kurang. Kedukaan mengatakan: "Aku kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat aku cintai". Sementara keserakahan mengatakan: "Saya harus memiliki lebih banyak karena apa yang saya miliki tidak cukup." Kedukaan adalah rasa sakit karena kehilangan sesuatu. Keserakahan adalah perasaan tidak puas karena belum memiliki. Alkitab mengajarkan kita bagaimana menanggapi keduanya. Kedukaan berkata, “Aku merindukan apa yang aku miliki.” Kesedihan yang sangat dalam bukan merupakan sebuah dosa. Yesus sendiri menangis di makam Lazarus (YOHANES 11:35). Kesedihan adalah respon yang sah terhadap sebuah kehilangan. Alkitab tidak memberitahu orang percaya untuk berpura-pura bahwa kehilangan tidak menyakitkan. Iman tidak menghilangkan kesedihan; iman mengajarkan kita bagaimana berduka dengan harapan yang benar. 1 TESALONIKA 4:13 mengatakan orang percaya berduka, tetapi: "Tidak seperti orang lain yang tidak mempunyai harapan." Ada perbedaan antara berduka dan hidup secara permanen dalam kesedihan. Jagalah hatimu dan janganlah bersedih, meratap dan berduka yang berkepanjangan. Ingatlah, ada harapan di dalam Yesus. Keserakahan berbeda. Keserakahan berkata: "Aku butuh sesuatu yang lebih. Keserakahan bukan hanya menginginkan uang. Ini adalah keinginan yang berlebihan untuk memiliki lebih banyak uang, pengakuan, pengaruh, harta benda, kesuksesan, perhatian, atau kontrol. Yesus memperingatkan: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu" (LUKAS 12:15). Perhatikan, Yesus tidak hanya berkata, "Jangan menjadi miskin." Dia mengatakan: Jagalah hati Anda terhadap ketamakan. Karena kita bisa memiliki banyak dan masih tamak. Jika kedukaan akan melihat ke belakang, keserakahan akan terus melihat ke depan. Kesedihan bisa membuat kita tetap terikat pada masa lalu. Keserakahan bisa membuat kita terobsesi dengan masa depan. Keduanya ini dapat menyebabkan kita kehilangan momen mengalami kebaikan Tuhan hari ini. Paulus berkata di ayat bacaan hari ini bahwa kepuasan bukan berarti Anda tidak memiliki mimpi. Itu berarti sukacita Anda tidak dipengaruhi dengan kondisi eksternal. Ketika kamu berduka, menangislah, namun berdoalah. Ingat, jangan hidup di masa lalu. Tetaplah berharap di dalam Yesus. Ketika Anda menjadi tamak atau serakah, belajarlah untuk memberi. Kedermawanan mematahkan cengkeraman keserakahan. Ketika Anda merasa tidak puas, belajarlah mengucap syukur. Rasa syukur melatih kembali hati untuk mengenali apa yang sudah kita miliki. Ketika Anda tergoda untuk membandingkan hidup dengan orang lain, lihatlah Kristus, bukan kehidupan orang lain. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia