NIAT HATI YANG BENAR DI HADAPAN ALLAH

"NIAT HATI YANG BENAR DI HADAPAN ALLAH!" "Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni NIAT HATIMU ini" (Kisah Rasul 8:22).  > Petrus menegor Simon, si tukang sihir, yang telah menjadi orang percaya lewat pelayanan Filipus, karena memiliki niat hati atau motivasi yang tidak benar di hadapan Allah. > Tuhan tidak melihat apa yang kita lakukan, tetapi mengapa kita melakukannya (motif / niat hati kita).  > Dalam konteks Yohanes 8:18-23, kita dapat melihat niat hati Simon, si tukang sihir, yang tidak benar dihadapan Allah, yaitu :  1. Hati yang tidak lurus / tulus. > Kisah Para Rasul 8:20-21 : "Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah." > Simon menawarkan sejumlah uang kepada Petrus agar ia ...

KESOMBONGAN

KESOMBONGAN


 Kesombongan, ketakutan dan kepahitan sering menghalangi kita untuk menerima  tuntunan Allah dalam hidup kita.»IHT«

Amsal 21:24  Orang yang kurang ajar dan sombong pencemooh namanya, ia berlaku dengan keangkuhan yang tak terhingga. 

Kebanyakan orang sombong tidak sadar akan kesombongannya, apalagi ketika mereka merasa sukses dan berhasil dalam hidupnya, mereka merasa tidak memerlukan Allah, bahkan menutup hati terhadap nasihat dan tuntuan dari Allah.

Kejadian 3:10  Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

Dosa menjadi penyebab utama mereka takut berjumpa dengan Allah, karena setiap pendosa tahu bahwa ada hukuman dari setiap perbuatannya, itu sebabnya mereka berusaha menghindar dengan harapan Allah sulit untuk menemukannya.

Mazmur 139:7-8  Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. 

Berbeda dengan Daud, sekalipun dia seorang pendosa, tapi Daud juga orang yang rendah hati dan tahu diri, dia berani mengakui dosa dosanya dihadapan Allah.

Mazmur 73:21-23  Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya, aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu, tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. 

Sepahit apapun kasus yang kita alami, tinggalkan perasaan gengsi, tinggi hati dan sakit hati, rendahkan hati kita serendah rendahnya, niscaya kita akan ditinggikan Tuhan untuk menerima anugerahNya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT