NIAT HATI YANG BENAR DI HADAPAN ALLAH

"NIAT HATI YANG BENAR DI HADAPAN ALLAH!" "Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni NIAT HATIMU ini" (Kisah Rasul 8:22).  > Petrus menegor Simon, si tukang sihir, yang telah menjadi orang percaya lewat pelayanan Filipus, karena memiliki niat hati atau motivasi yang tidak benar di hadapan Allah. > Tuhan tidak melihat apa yang kita lakukan, tetapi mengapa kita melakukannya (motif / niat hati kita).  > Dalam konteks Yohanes 8:18-23, kita dapat melihat niat hati Simon, si tukang sihir, yang tidak benar dihadapan Allah, yaitu :  1. Hati yang tidak lurus / tulus. > Kisah Para Rasul 8:20-21 : "Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah." > Simon menawarkan sejumlah uang kepada Petrus agar ia ...

ROH KUDUS ADALAH PEMERSATU

 



Roh Kudus adalah Pemersatu Kita

Kisah Para Rasul bercerita pada kita bahwa setelah para murid mula-mula dibaptis dengan Roh Kudus, mereka "bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa" (Kisah Para Rasul 2:42, dengan penekanan). Kata dalam Bahasa Yunani yang dipakai untuk persekutuan, koinonia, muncul pertama kalinya di sini dalam Alkitab dan kemudian dipakai 18 kali di sepanjang Perjanjian Baru.

Koinonia, yang juga diterjemahkan sebagai "kemitraan," adalah sebuah kasih karunia yang menyebabkan orang Kristen saling mengasihi dengan mendalam. Hal ini tidaklah mungkin terjadi sebelum Pentakosta karena ini adalah perwujudan dari Roh Kudus yang bersemayam. Sama seperti halnya kuasa Roh Kudus memampukan kita untuk menyembuhkan orang sakit dan melakukan mukjizat, koinonia-Nya merajut hati kita dan mengikat kita bersama.

Setelah pencurahan Roh Kudus di dalam Kisah Para Rasul 2, koinonia membuat para murid mula-mula membagikan harta milik mereka dengan murah hati (ayat 44-45) dan berbagi makanan (ayat 46). Banyak orang memutuskan untuk menjadi Kristen ketika mereka melihat komunitas yang saling mengasihi ini (ayat 47).

Koinonia adalah bagian penting dari jemaat Perjanjian Baru. Inilah yang menghubungkan Paulus, Timotius, Lukas, Titus, dan Priskila dan Akwila sebagai satu tim. Inilah yang menyatuhkan jemaat Kristen awal bersama-sama dalam menghadapi penganiayaan dan membuat mereka saling memberikan hidupnya satu sama lain.

Kita harus kembali ke koinonia—namun Anda tidak bisa mengunduhnya atau memalsukannya. Kita harus membuang program-program palsu, yang dibuat karena peristiwa jika kita ingin memiliki hubungan Kekristenan dari Kisah Para Rasul. Dan kita harus mengundang Roh Kudus untuk melakukan pekerjaannya untuk menghubungkan kita dengan saudara dan saudari dalam Kristus dengan ikatannya yang supernatural.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT