MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA

"MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA" "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. PELIHARALAH DIRIMU DEMIKIAN DALAM KASIH ALLAH sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal" (Yudas 1:20-21).  > Kasih mula-mula adalah kasih yang bernyala-nyala dan penuh kerinduan akan Tuhan. Kasih ini dimiliki ketika seseorang mengalami pengalaman perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Pengalaman rohani ini membuat orang yang mengalaminya begitu antusias dan penuh semangat membangun persekutuan pribadinya dengan Tuhan dan memiliki komitmen hidup untuk melayani Tuhan. > Menjaga dan memelihara kasih mula-mula bagi orang percaya merupakan hal yang prinsip. Kasih mula-mulalah yang mendorong dan menggerakkan orang percaya untuk tetap hidup dalam kehendak Tuhan dan memiliki api yang bernyala-nyala untuk hidup dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan dan setia dalam T...

ROH KUDUS ADALAH PEMERSATU

 



Roh Kudus adalah Pemersatu Kita

Kisah Para Rasul bercerita pada kita bahwa setelah para murid mula-mula dibaptis dengan Roh Kudus, mereka "bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa" (Kisah Para Rasul 2:42, dengan penekanan). Kata dalam Bahasa Yunani yang dipakai untuk persekutuan, koinonia, muncul pertama kalinya di sini dalam Alkitab dan kemudian dipakai 18 kali di sepanjang Perjanjian Baru.

Koinonia, yang juga diterjemahkan sebagai "kemitraan," adalah sebuah kasih karunia yang menyebabkan orang Kristen saling mengasihi dengan mendalam. Hal ini tidaklah mungkin terjadi sebelum Pentakosta karena ini adalah perwujudan dari Roh Kudus yang bersemayam. Sama seperti halnya kuasa Roh Kudus memampukan kita untuk menyembuhkan orang sakit dan melakukan mukjizat, koinonia-Nya merajut hati kita dan mengikat kita bersama.

Setelah pencurahan Roh Kudus di dalam Kisah Para Rasul 2, koinonia membuat para murid mula-mula membagikan harta milik mereka dengan murah hati (ayat 44-45) dan berbagi makanan (ayat 46). Banyak orang memutuskan untuk menjadi Kristen ketika mereka melihat komunitas yang saling mengasihi ini (ayat 47).

Koinonia adalah bagian penting dari jemaat Perjanjian Baru. Inilah yang menghubungkan Paulus, Timotius, Lukas, Titus, dan Priskila dan Akwila sebagai satu tim. Inilah yang menyatuhkan jemaat Kristen awal bersama-sama dalam menghadapi penganiayaan dan membuat mereka saling memberikan hidupnya satu sama lain.

Kita harus kembali ke koinonia—namun Anda tidak bisa mengunduhnya atau memalsukannya. Kita harus membuang program-program palsu, yang dibuat karena peristiwa jika kita ingin memiliki hubungan Kekristenan dari Kisah Para Rasul. Dan kita harus mengundang Roh Kudus untuk melakukan pekerjaannya untuk menghubungkan kita dengan saudara dan saudari dalam Kristus dengan ikatannya yang supernatural.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

PENGHARAPAN YANG TAK PERNAH PUDAR