MEMBICARAKAN DI BELAKANG

Jika seseorang membicarakan kamu dibelakang, artinya kamu punya kelebihan yang luar biasa.»IHT« Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Orang yang membicarakan kita dibelakang kebanyakan merasa iri, terintimidasi melihat kelebihan yang kita miliki, ingatlah bahwa posisi mereka ada dibelakang kita, sedangkan kita sedang melangkah maju. Matius 5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Alkitab mengajarkan kita untuk tetap menjaga hikmat, evaluasilah diri kita dengan jujur dihadapan Tuhan, jika ada yang perlu diperbaiki, terimalah sebagai proses pembentukan karakter, namun jika itu adalah fitnah atau irihati, biarkan Tuhan yang menjadi pembela kita. Daniel 6:5 Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakw...

JANJI ROH KUDUS



 JANJI ROH KUDUS

Lukas 24:49 TSI

[49] Dan kepada kalian Aku akan mengutus Penolong yang sudah dijanjikan Bapa-Ku. Tinggallah di kota ini sampai Allah memperlengkapi kalian dengan kuasa dari surga.”

Pernahkah saudara dijanjikan sesuatu oleh Orang Tuamu? Mungkin akhir Minggu dijanjikan untuk dibawa pergi jalan-jalan, atau dibelikan mainan yang sudah lama saudara mau? Coba bayangkan perasaan menantikan janji itu. Pasti ada rasa kegembiraan tersendiri bukan? Saya mencoba membayangkan seberapa gembira dan semangatnya para rasul ketika Yesus menjanjikan tentang baptisan Roh Kudus yang akan datang.

Setiap orang percaya yang sudah lahir baru, maka keselamatan mereka dimeteraikan oleh Roh Kudus dalam diri mereka (Ef. 1:13). Tetapi bukan ini yang dimaksud oleh Yesus dalam kitab Kisah Para Rasul ini, tetapi sebuah momen dimana orang percaya dikuasai dan diberdayakan oleh Roh Kudus untuk melayani dengan sebuah kekuatan yang ilahi. Para murid diminta untuk menantikan baptisan Roh Kudus ini untuk menyelesaikan Amanat Agung yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Coba kita renungkan, apakah hari ini kita memiliki Janji Bapa itu dalam hidup kita? Apakah kita masih bersemangat di dalam bersaksi dan memberitakan kabar baik itu?

Bagaimana cara kita menerima Janji Bapa itu? Ayat 14 mengatakan bahwa para rasul semua “bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama.” Bapa menjanjikan, tetapi ada bagian tanggung jawab manusia untuk meresponi janji itu dengan penyerahan diri kepada kehendak Allah lewat doa secara bersama-sama. Maukah kita menerima janji itu?

Doa : Bapa, terima kasih untuk janji yang Engkau berikan kepada kami orang percaya. Saya ingin mengalami janji itu, ketika Roh Kudus memenuhi hati dan hidup saya dengan urapan yang baru. Saya mau mengalami kepenuhan Roh Kudus untuk menjadi alat dalam kerajaan-Mu. Penuhilah saya ya Roh Kudus, hambamu ini siap. Amin!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN