YUSUF >MANASYE

SUKU YUSUF : MANASYE KEJADIAN 41:51 Yusuf memberi nama Manasye kepada anak sulungnya itu, sebab katanya: "Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku." Shalom Warga Kerajaan Sorga. Satu hal yang menarik tentang Yusuf adalah bahwa secara teknis tidak ada suku bernama Yusuf di antara dua belas suku, ketika bangsa Israel menerima warisannya di Kanaan. Sebaliknya, kedua putra Yusuf, Manasye dan Efraim, masing-masing dihitung sebagai sebuah suku. Dengan cara ini, Yusuf menerima porsi ganda melalui putra-putranya. Suku Yusuf terbagi dua dan artinya Yusuf mendapat dua wilayah sebagai warisan. Kisah Yusuf dimulai ketika dia mengalami penolakan dan dibenci oleh saudara-saudaranya. Yusuf dibuang ke dalam sumur, dan dijual sebagai budak. Apa yang tampak seperti penolakan menjadi bagian dari rencana Allah menuju panggilan Yusuf. KEJADIAN 50:20 mengatakan: "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka...

JANGAN BERHUTANG

JANGANLAH BERHUTANG ROMA 13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Shalom Warga Kerajaan Sorga. Dalam ROMA 13, Rasul Paulus membahas bagaimana orang Kristen harus hidup dalam hubungan sesama manusia. Setelah membahas tentang tunduk kepada otoritas pemerintahan dan membayar pajak (ROMA 13:1-7), Paulus mengajarkan kita untuk mengasihi dengan sebuah perspektif yang sungguh indah dan dalam. Paulus menjelaskan bahwa jika kita tidak saling mengasihi itu berarti kita berhutang. Paulus menekankan bahwa kita akan berhutang jika kita tidak atau menolak untuk saling mengasihi. Ini berarti termasuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Mengapa? Kita patut mengasihi sesama, karena Allah terlebih dahulu telah mengasihi kita melalui Yesus. YOHANES 13:34 mengatakan, "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi". Itu sebabnya, terima, alami dan tinggal terus di dalam kasih Yesus. Ketika kita menerima, maka kita akan bisa memberi. Kita tidak bisa memberi sesuatu yang kita tidak miliki. Itu sebabnya, terimalah, alami dan nikmati kasih Yesus, kemudian tinggal di dalam kasih-Nya, maka kasih Yesus yang ada di dalam kita akan memampukan kita untuk mengasihi. Kita tidak perlu menggunakan usaha dan kekuatan kita lagi, kasih Yesus akan mengalir dan memampukan kita untuk mengasihi sesama. Satu-satunya hutang kita yang terus menerus akan berlanjut adalah ketika kita menolak untuk mengasihi orang lain. Karena kita tidak bisa menyimpan apa yang Tuhan sudah berikan untuk disampaikan kepada orang lain. Itu namanya berhutang. Kasih bukan hanya emosi; itu adalah ketaatan yang mengalir dari hati yang diubah oleh Injil. Kasih adalah kewajiban seumur hidup. Tidak pernah ada hari ketika kita bisa mengatakan, "Aku sudah cukup mengasihi." Setiap ujian atas kasih adalah kesempatan untuk mencerminkan kasih Kristus. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia