BELAJAR MENCUKUPKAN DIRI

BELAJAR MENCUKUPKAN DIRI FILIPI 4:11-12 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Shalom Ayat-ayat bacaan hari ini adalah pelajaran yang Paulus berikan kepada kita untuk belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Kalimat "mencukupkan diri" adalah "content" dalam bahasa Inggris dan "autarkēs" dalam bahasa Yunani yang artinya adalah berpuas diri dengan apa yang Anda miliki tanpa menginginkan lebih. Paulus berkata, "Aku telah belajar ... untuk mencukupkan diri atau menjadi puas." Perhatikan bahwa Paulus tidak mengatakan kepuasan datang secara alami kepadanya. Ia mempelajarinya melalui pengalamannya dengan Tuhan. Kadang-kada...

BANYAK OMONG

Orang yang paling banyak omong biasanya nggak bisa apa apa.»IHT« Amsal 10:19 Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi. Terlalu banyak bicara sering kali dikaitkan dengan kesia siaan dan kebodohan, semakin besar kemungkinan jatuh kedalam dosa seperti gosip, fitnah, atau menyakiti orang lain, orang bijak lebih mengutamakan tindakan nyata dan takut akan Tuhan daripada sekedar mengumbar kata kata kosong. Pengkhotbah 5:2 Karena sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan, demikian pula percakapan bodoh disebabkan oleh banyak perkataan. Kebodohan dikenali dari banyaknya kata kata, kitab hikmat memberi gambaran orang yang suka mendominasi percakapan tidak bisa mengendalikan lidahnya. Pengkhotbah 10:14 Orang yang bodoh banyak bicaranya, meskipun orang tidak tahu apa yang akan terjadi, dan siapakah yang akan mengatakan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia? Kata kata punya kuasa untuk membangun atau menghancurkan, mulai sekarang jangan bicara sembarangan, saringlah setiap ucapan kita dengan cermat agar membawa damai, penguatan dan kasih. Efesus 4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Perhatikan setiap kata yang kita ucapkan, terutama saat situasi yang memicu emosi, sebelum bicara pikirkan apakah ini akan membangun atau melukai?, latih diri untuk mengganti kata kata yang kasar dengan perkataan yang penuh kasih dan penguatan. Amsal 15:2 Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan. Kerendahan hati menolong kita untuk berhati hati dalam berbicara, kita tidak lagi memakai kata kata untuk melampiaskan emosi, tetapi untuk menyatakan kasih, ketika hati dipulihkan oleh Tuhan, perkataanpun akan berubah menjadi alat yang membangun. Yakobus 1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Tuhan jaga mulutku agar tidak lagi melukai orang lain, bersihkan hatiku dari segala kepahitan dan kemarahan, pakailah setiap perkataanku untuk membangun, menguatkan dan memuliakan namaMu. amin.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia

HIDUP TANPA TERSINGGUNG