JATUH KE DALAM DOSA VS HIDUP DI DALAM DOSA

JATUH KE DALAM DOSA VS HIDUP DI DALAM DOSA AMSAL 24:16 Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana. Shalom Jatuh ke dalam dosa dan hidup di dalam dosa adalah dua hal yang berbeda di dalam kehidupan ini. Setiap orang percaya berjuang dengan dosa. Pertanyaannya bukan, "Apakah seorang Kristen akan pernah berdosa?" Tetapi lebih tepatnya, "Bagaimana orang Kristen sejati mengambil keputusan setelah jatuh ke dalam dosa?" Alkitab membuat perbedaan yang jelas antara jatuh ke dalam dosa dan hidup di dalam dosa. Satu sisi menggambarkan seorang percaya yang tersandung dan bertobat. Sisi yang lain menggambarkan seseorang yang telah jatuh ke dalam dosa, dan menjadikan dosa itu gaya hidup yang menetap di hidupnya tanpa pertobatan. Jatuh ke dalam dosa merupakan sebuah insiden, namun hidup di dalam dosa merupakan gaya hidup. Petrus menyangkal Yesus tiga kali (LUKAS 22:54-62). Ia jatuh ke dalam dosa karena ketakutan. ...

PERHATIKANLAH CARA KAMU MENDENGAR

PERHATIKANLAH CARA KAMU MENDENGAR LUKAS 8:18 Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya." Shalom Warga Kerajaan Sorga. Ayat bacaan hari ini muncul tepat setelah Yesus Kristus menceritakan perumpamaan tentang sang penabur (LUKAS 8:4–15). Dalam perumpamaan itu, benih melambangkan firman Allah, dan tanah melambangkan kondisi hati manusia. Jadi ketika Yesus berkata, “perhatikanlah cara kamu mendengar", Ia tidak berbicara tentang gelombang suara, Ia berbicara tentang penerimaan firman dalam kehidupan rohani kita. Yesus mengalihkan fokus dari apa yang kita dengar kepada bagaimana kita mendengar. Dua orang dapat mendengar khotbah yang sama, membaca bagian Alkitab yang sama, tetapi menerima hasil yang sama sekali berbeda. Perbedaannya adalah sikap hatinya. Apakah hati kita keras, gampang terganggu dengan suara yang lain, hati kita dangkal atau hati kita responsif? Kemudian kalimat berikutnya berbunyi, "siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi", ini terdengar paradoks, tetapi secara rohani artinya jika Anda menerima firman Tuhan dengan iman dan bertindak sesuai dengannya, pemahaman Anda akan semakin dalam. Kebenaran dibangun di atas firman. Ketaatan mengarah pada pewahyuan, kejelasan, dan pertumbuhan rohani yang lebih lagi. Anggap saja seperti otot, digunakan dan dilatih akan semakin kuat. Jika diabaikan, akan melemah. Kalimat berikutnya, ”siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya", ini adalah peringatan. Seseorang mungkin berpikir mereka memahami kebenaran tetapi jika mereka tidak benar-benar menerima dan menghidupinya, “pemahaman” itu akan memudar, menjadi terdistorsi, atau hilang. Inilah bahaya dari mendengar tanpa menerapkan, mengetahui tanpa menaati dan mengenal kebenaran tetapi tidak diubah olehnya. Di dunia saat ini, kita memiliki khotbah yang tak terbatas, aplikasi Alkitab di ponsel kita, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mau belajar. Bayangkan seseorang yang menonton video kebugaran setiap hari, mereka memahami cara latihan, mereka tahu teorinya, tetapi mereka tidak pernah benar-benar berolahraga. Seiring waktu, pengetahuan mereka tidak membantu mereka secara fisik dan kebugaran. Mereka bahkan mungkin melupakan detail atau kehilangan motivasi. Secara rohani, sama saja. Mendengar firman tanpa berbuat akan menyebabkan kemunduran rohani. Perhatikanlah cara kita mendengar firman. Dengarkan, kemudian simpanlah di lubuk hatimu dan lakukan. AMIN ! Kasih karunia Tuhan cukup bagimu๐Ÿ™

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN