JANGANLAH KE MESIR

JANGANLAH KE MESIR KEJADIAN 26:2 Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Shalom Ishak menghadapi kelaparan di negerinya dan situasinya sangat sulit, sumber daya terbatas, dan masa depan tampak tidak pasti. Secara alami, Mesir tampaknya menjadi tujuan yang masuk akal karena memiliki sumber daya, makanan, dan keamanan disana. Tetapi Allah memberikan Ishak suatu instruksi yang mengejutkan: "Janganlah ke Mesir." Tuhan tidak hanya memberikan arah kemana Dia mau Ishak pergi atau berada, Tuhan juga mengajari Ishak di mana kepercayaan dirinya harus ada. Bukan di sebuah tempat, kondisi atau kekuatan manusia, tetapi di dalam rencana Tuhan yang ajaib. Tuhan sedang mengajarkan bahwa di sebuah tempat yang tampaknya tidak baik, Tuhan bisa memberikan dan mencukupi semua kebutuhan kita. Mesir mewakili alternatif yang tampaknya logis, sebuah tempat di mana Ishak dapat mengamankan masa depa...

PERHATIKANLAH CARA KAMU MENDENGAR

PERHATIKANLAH CARA KAMU MENDENGAR LUKAS 8:18 Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya." Shalom Warga Kerajaan Sorga. Ayat bacaan hari ini muncul tepat setelah Yesus Kristus menceritakan perumpamaan tentang sang penabur (LUKAS 8:4–15). Dalam perumpamaan itu, benih melambangkan firman Allah, dan tanah melambangkan kondisi hati manusia. Jadi ketika Yesus berkata, “perhatikanlah cara kamu mendengar", Ia tidak berbicara tentang gelombang suara, Ia berbicara tentang penerimaan firman dalam kehidupan rohani kita. Yesus mengalihkan fokus dari apa yang kita dengar kepada bagaimana kita mendengar. Dua orang dapat mendengar khotbah yang sama, membaca bagian Alkitab yang sama, tetapi menerima hasil yang sama sekali berbeda. Perbedaannya adalah sikap hatinya. Apakah hati kita keras, gampang terganggu dengan suara yang lain, hati kita dangkal atau hati kita responsif? Kemudian kalimat berikutnya berbunyi, "siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi", ini terdengar paradoks, tetapi secara rohani artinya jika Anda menerima firman Tuhan dengan iman dan bertindak sesuai dengannya, pemahaman Anda akan semakin dalam. Kebenaran dibangun di atas firman. Ketaatan mengarah pada pewahyuan, kejelasan, dan pertumbuhan rohani yang lebih lagi. Anggap saja seperti otot, digunakan dan dilatih akan semakin kuat. Jika diabaikan, akan melemah. Kalimat berikutnya, ”siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya", ini adalah peringatan. Seseorang mungkin berpikir mereka memahami kebenaran tetapi jika mereka tidak benar-benar menerima dan menghidupinya, “pemahaman” itu akan memudar, menjadi terdistorsi, atau hilang. Inilah bahaya dari mendengar tanpa menerapkan, mengetahui tanpa menaati dan mengenal kebenaran tetapi tidak diubah olehnya. Di dunia saat ini, kita memiliki khotbah yang tak terbatas, aplikasi Alkitab di ponsel kita, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mau belajar. Bayangkan seseorang yang menonton video kebugaran setiap hari, mereka memahami cara latihan, mereka tahu teorinya, tetapi mereka tidak pernah benar-benar berolahraga. Seiring waktu, pengetahuan mereka tidak membantu mereka secara fisik dan kebugaran. Mereka bahkan mungkin melupakan detail atau kehilangan motivasi. Secara rohani, sama saja. Mendengar firman tanpa berbuat akan menyebabkan kemunduran rohani. Perhatikanlah cara kita mendengar firman. Dengarkan, kemudian simpanlah di lubuk hatimu dan lakukan. AMIN ! Kasih karunia Tuhan cukup bagimu๐Ÿ™

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia