BENIH FIRMAN ALLAH

BENIH FIRMAN ALLAH 1 PETRUS 1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. Shalom Warga Kerajaan Sorga. Benih mungkin terlihat kecil dan tidak signifikan, tetapi di dalamnya adalah potensi untuk kehidupan, pertumbuhan, berbuah, dan multiplikasi. Dengan cara yang sama, Tuhan telah menempatkan benih firman-Nya di dalam diri setiap orang percaya. Ketika kita menerima Kristus, Allah menanamkan benih-Nya yang tidak dapat rusak di dalam kita melalui firman-Nya dan Roh-Nya. Apa yang Tuhan tempatkan di dalam kita tidak dimaksudkan untuk tidak aktif. Benih ini dimaksudkan untuk bertumbuh, menjadi dewasa, dan menghasilkan buah yang memuliakan Dia. Banyak orang menjadi kecil hati karena mereka fokus pada apa yang belum mereka lihat. Allah melihat apa yang telah Dia tanam. Sama seperti sebuah pohon ada dalam bentuk benih sebelum terlihat, tujuan Tuhan sering dimulai tak terlihat sebelum me...

PERHATIKANLAH CARA KAMU MENDENGAR

PERHATIKANLAH CARA KAMU MENDENGAR LUKAS 8:18 Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya." Shalom Warga Kerajaan Sorga. Ayat bacaan hari ini muncul tepat setelah Yesus Kristus menceritakan perumpamaan tentang sang penabur (LUKAS 8:4–15). Dalam perumpamaan itu, benih melambangkan firman Allah, dan tanah melambangkan kondisi hati manusia. Jadi ketika Yesus berkata, “perhatikanlah cara kamu mendengar", Ia tidak berbicara tentang gelombang suara, Ia berbicara tentang penerimaan firman dalam kehidupan rohani kita. Yesus mengalihkan fokus dari apa yang kita dengar kepada bagaimana kita mendengar. Dua orang dapat mendengar khotbah yang sama, membaca bagian Alkitab yang sama, tetapi menerima hasil yang sama sekali berbeda. Perbedaannya adalah sikap hatinya. Apakah hati kita keras, gampang terganggu dengan suara yang lain, hati kita dangkal atau hati kita responsif? Kemudian kalimat berikutnya berbunyi, "siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi", ini terdengar paradoks, tetapi secara rohani artinya jika Anda menerima firman Tuhan dengan iman dan bertindak sesuai dengannya, pemahaman Anda akan semakin dalam. Kebenaran dibangun di atas firman. Ketaatan mengarah pada pewahyuan, kejelasan, dan pertumbuhan rohani yang lebih lagi. Anggap saja seperti otot, digunakan dan dilatih akan semakin kuat. Jika diabaikan, akan melemah. Kalimat berikutnya, ”siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya", ini adalah peringatan. Seseorang mungkin berpikir mereka memahami kebenaran tetapi jika mereka tidak benar-benar menerima dan menghidupinya, “pemahaman” itu akan memudar, menjadi terdistorsi, atau hilang. Inilah bahaya dari mendengar tanpa menerapkan, mengetahui tanpa menaati dan mengenal kebenaran tetapi tidak diubah olehnya. Di dunia saat ini, kita memiliki khotbah yang tak terbatas, aplikasi Alkitab di ponsel kita, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mau belajar. Bayangkan seseorang yang menonton video kebugaran setiap hari, mereka memahami cara latihan, mereka tahu teorinya, tetapi mereka tidak pernah benar-benar berolahraga. Seiring waktu, pengetahuan mereka tidak membantu mereka secara fisik dan kebugaran. Mereka bahkan mungkin melupakan detail atau kehilangan motivasi. Secara rohani, sama saja. Mendengar firman tanpa berbuat akan menyebabkan kemunduran rohani. Perhatikanlah cara kita mendengar firman. Dengarkan, kemudian simpanlah di lubuk hatimu dan lakukan. AMIN ! Kasih karunia Tuhan cukup bagimu๐Ÿ™

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN