LEWI

SUKU LEWI ULANGAN 10:8 Pada waktu itu TUHAN menunjuk suku Lewi untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN, untuk bertugas melayani TUHAN dan untuk memberi berkat demi nama-Nya, sampai sekarang. Shalom Kisah Lewi adalah salah satu kisah transformasi yang sungguh luar biasa dalam Kitab Suci. Lewi adalah anak ketiga Yakub, lahir dari Lea (KEJADIAN 29:34). Awal mula hidupnya tidak terlalu mengesankan. Bersama dengan saudaranya Simeon, Lewi terlibat dalam pembalasan dendam dan membunuh Sikhem, pria yang memperkosa adiknya Dina (KEJADIAN 34). Namun sesuatu terjadi pada keturunan Lewi. Tuhan dapat menebus sejarah kehidupan Anda. Ada sebuah momen yang penting dan perlu dicatat, ketika bangsa Israel sedang menyembah berhala yang mereka buat sendiri berbentuk anak lembu emas itu, Musa berdiri di pintu masuk perkemahan dan berkata: "Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!" Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi (KELUARAN 32:26). Anak-anak Lewi berkumpul kepadanya....

HATI YANG DANGKAL

JATUH DI TANAH BERBATU - HATI YANG DANGKAL LUKAS 8:6 & 13 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Kondisi hati kedua yang dibahas di LUKAS 8 dalam perumpamaan tentang seorang penabur, adalah kondisi tanah yang berbatu-batu. Benih firman yang ditabur membuat pribadi tersebut gembira, namun firman itu tidak pernah berakar. Pribadi tersebut sempat percaya, namun dalam kondisi sulit, mereka murtad. Murtad dalam bahasa Inggrisnya adalah "fall away" atau "aphistฤ“mi" dalam bahasa Yunani, yang artinya menjauh dari Tuhan. Ada orang yang mendengar firman, kemudian mereka menerimanya dengan hati yang gembira. Ini sebenarnya adalah hati yang menerima, namun dangkal, karena firman yang diterima tidak pernah berakar. Tidak semua pertumbuhan adalah pertumbuhan yang langgeng. Kegembiraan awal ketika menerima firman tidak sama dengan iman yang teguh. Di tanah Israel saat itu, tanah berbatu seringkali memiliki lapisan tipis tanah yang menutupi batu kapur. Benih akan cepat berkecambah karena tanah cepat menghangat, tetapi akar tidak dapat menembus dalam. Ketika matahari terbit, tanaman tersebut tidak memiliki akses ke kelembapan yang dalam, tidak memiliki stabilitas dan tidak memiliki daya tahan. Secara rohani, akar mewakili kedalaman firman Tuhan di dalam hidup kita. Tanpa akar, iman kita bergantung pada emosi dan kondisi hidup. Perhatikan, sebuah badai tidak menghancurkan tanaman; badai itu sebenarnya mengungkapkan kelemahannya. Jika akar tidak kuat, pohon atau tanaman itu akan hancur atau terbawa melayang. Ketika ada ujian atau cobaan, maka pribadi yang tidak berakar, akan menjauh dari Tuhan. Pribadi seperti ini hanya akan melakukan firman dalam kondisi hidup yang baik-baik saja, tetapi ketika ada ujian atau cobaan, maka ia akan menjauh dari Tuhan. Bagaimana supaya akar bisa bertumbuh dan firman tidak diterima dengan kondisi dangkal? Akar tidak tumbuh dalam kenyamanan hidup, akar tumbuh dalam konsistensi dan tekanan. Untuk mengembangkan akar yang dalam, tetaplah hidup dalam firman setiap hari. Bukan hanya mendengar, tetapi merenungkan dan menerapkannya (MAZMUR 1:2–3). Rangkullah ujian dan cobaan sebagai kesempatan untuk sebuah pertumbuhan. YAKOBUS 1:2–4 mengatakan bahwa ujian itu menghasilkan ketekunan. Bangun kehidupan pribadi dengan Tuhan, taati firman ketika ada ujian atau cobaan. Akar firman akan tumbuh ketika kebenaran menjadi tindakan. Ketika kebenaran menjadi tindakan, firman menjadi sebuah kehidupan dan pengalaman yang sangat indah. AMIN Gbu.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia