MELAKUKAN FIRMAN TUHAN

MELAKUKAN FIRMAN TUHAN Firman Tuhan yang dibaca, didengar dan dilakukan dalam kehidupan sehari hari akan memberi hikmat (wisdom) sejati. Matius 7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Shalom Yesus menegaskan bahwa definisi orang bijaksana bukanlah orang yang sekedar tahu alkitab, melainkan mereka yang menyelaraskan tindakannya sesuai dengan FirmanNya, mereka akan memiliki fondasi hidup yang kokoh dan kuat bahkan tetap bisa berjalan teguh sekalipun ditengah badai dan goncangan. Matius 7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Hikmat bukan sekedar tahu isi Alkitab atau menghafal ayat, melainkan menerapkan firman tersebut dalam keputusan dan tindakan sehari hari. Yesaya 50:4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku d...

HATI YANG DANGKAL

JATUH DI TANAH BERBATU - HATI YANG DANGKAL LUKAS 8:6 & 13 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Kondisi hati kedua yang dibahas di LUKAS 8 dalam perumpamaan tentang seorang penabur, adalah kondisi tanah yang berbatu-batu. Benih firman yang ditabur membuat pribadi tersebut gembira, namun firman itu tidak pernah berakar. Pribadi tersebut sempat percaya, namun dalam kondisi sulit, mereka murtad. Murtad dalam bahasa Inggrisnya adalah "fall away" atau "aphistฤ“mi" dalam bahasa Yunani, yang artinya menjauh dari Tuhan. Ada orang yang mendengar firman, kemudian mereka menerimanya dengan hati yang gembira. Ini sebenarnya adalah hati yang menerima, namun dangkal, karena firman yang diterima tidak pernah berakar. Tidak semua pertumbuhan adalah pertumbuhan yang langgeng. Kegembiraan awal ketika menerima firman tidak sama dengan iman yang teguh. Di tanah Israel saat itu, tanah berbatu seringkali memiliki lapisan tipis tanah yang menutupi batu kapur. Benih akan cepat berkecambah karena tanah cepat menghangat, tetapi akar tidak dapat menembus dalam. Ketika matahari terbit, tanaman tersebut tidak memiliki akses ke kelembapan yang dalam, tidak memiliki stabilitas dan tidak memiliki daya tahan. Secara rohani, akar mewakili kedalaman firman Tuhan di dalam hidup kita. Tanpa akar, iman kita bergantung pada emosi dan kondisi hidup. Perhatikan, sebuah badai tidak menghancurkan tanaman; badai itu sebenarnya mengungkapkan kelemahannya. Jika akar tidak kuat, pohon atau tanaman itu akan hancur atau terbawa melayang. Ketika ada ujian atau cobaan, maka pribadi yang tidak berakar, akan menjauh dari Tuhan. Pribadi seperti ini hanya akan melakukan firman dalam kondisi hidup yang baik-baik saja, tetapi ketika ada ujian atau cobaan, maka ia akan menjauh dari Tuhan. Bagaimana supaya akar bisa bertumbuh dan firman tidak diterima dengan kondisi dangkal? Akar tidak tumbuh dalam kenyamanan hidup, akar tumbuh dalam konsistensi dan tekanan. Untuk mengembangkan akar yang dalam, tetaplah hidup dalam firman setiap hari. Bukan hanya mendengar, tetapi merenungkan dan menerapkannya (MAZMUR 1:2–3). Rangkullah ujian dan cobaan sebagai kesempatan untuk sebuah pertumbuhan. YAKOBUS 1:2–4 mengatakan bahwa ujian itu menghasilkan ketekunan. Bangun kehidupan pribadi dengan Tuhan, taati firman ketika ada ujian atau cobaan. Akar firman akan tumbuh ketika kebenaran menjadi tindakan. Ketika kebenaran menjadi tindakan, firman menjadi sebuah kehidupan dan pengalaman yang sangat indah. AMIN Gbu.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia