BAHAYA SEBUAH KESUKSESAN

BAHAYA SEBUAH KESUKSESAN ULANGAN 6:10-12 Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu — kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami — dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Shalom Sebelum Israel memasuki Tanah Perjanjian, Allah memperingatkan bangsa Israel tentang sesuatu yang tak terduga. Bahaya terbesar bukanlah di padang gurun, atau bahkan musuh yang akan mereka hadapi atau sudah hadapi dalam perjalanan menduduki tanah Perjanjian. Bahaya terbesar adalah hidup dalam kelimpahan. Setelah mereka dikelilingi oleh berkat-berkat y...

TEGUHKANLAH HATIMU UNTUK BERSAKSI

 

Teguhkanlah Hatimu untuk Bersaksi


Kisah Para Rasul 22:30-23:11

Bukan sekali atau dua kali Paulus terancam karena dia bersaksi. Setelah rentetan peristiwa sulit yang dia hadapi, kini ia kembali diadili.

Keingintahuan sang kepala batalion tentang apa yang sebenarnya dituduhkan kepada Paulus membuatnya kembali membawa Paulus ke hadapan Makamah Agama, yang kini personilnya mencakup imam kepala, orang Farisi, dan orang Saduki (22:30).

Dalam ketegaran hati, Paulus menyaksikan bahwa dia tetap hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah, meski itu berbuahkan tamparan dari orang-orang yang berdiri di dekatnya (23:1-2). Tidak mudah memang menyampaikan kebenaran di antara orang-orang yang tidak mau mendengarkan. Sebaik apa pun kebenaran itu dinyatakan, mereka hanya akan mendengar apa yang mau mereka dengar.

Keteguhan Paulus terlihat dari jawaban demi jawaban yang dia lontarkan (23:3-6). Dia tidak tergoyahkan oleh apa yang orang lain pikirkan atau ucapkan, bagiannya adalah menyatakan kebenaran yang dia terima dari Allah dan yang dia pegang.

Kekacauan yang terjadi karena perbedaan pandangan dan pertengkaran menjadi kesempatan bagi Paulus untuk dibawa kembali ke markas dan keluar dari segala keributan (23:7-10). Ada banyak orang yang mengelilinginya dengan tuduhan, tetapi pada akhirnya Tuhan sendiri yang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya, "Teguhkan hatimu" (23:11).

Dunia mungkin menghakimi dan menolak kita. Namun, jika Tuhan berada di sisi kita, tidak ada yang perlu ditakutkan untuk meneruskan langkah kita. Layaknya Paulus yang diteguhkan untuk bersaksi di Yerusalem dan juga bersaksi di Roma, kita pun diteguhkan untuk bersaksi dan terus bersaksi di mana pun kita tinggal, bekerja, dan melayani.

Peneguhan itu berlaku bagi setiap orang percaya. Jika kemarin Tuhan memampukan kita untuk melewati tantangan, maka hari ini dan besok pun Tuhan pasti akan memampukan kita untuk menghadapi segala tantangan hidup ini. Hal yang penting bagi kita adalah tetap teguh hati untuk terus berdiri di sisi di mana Tuhan berada. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN