DITANAM DAN BERTUNAS
DITANAM DAN BERTUNAS
MAZMUR 92:13 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
Shalom
Pohon tidak bertumbuh subur karena sering dipindahkan. Pohon bertumbuh subur karena ditanam. Banyak orang menginginkan buah berkat, kedamaian, hikmat, dan kekuatan rohani, tetapi mereka kesulitan untuk berakar.
Allah merancang pertumbuhan untuk datang melalui tinggal, menetap, dan tetap terhubung dengan-Nya. Pemazmur membandingkan orang percaya dengan pohon yang ditanam di rumah Allah. Pohon yang ditanam bertahan dari badai karena akarnya menancap dalam. Dengan cara yang sama, orang percaya yang tetap berakar di hadirat Allah, firman-Nya, doa, dan persekutuan mengembangkan kestabilan bahkan selama musim-musim sulit.
"Ditanam" berarti kesetiaan kepada firman Tuhan ketika emosi mulai menguasai kita. Komitmen ketika cobaan datang. Tetap terhubung dengan firman Tuhan ketika hidup menjadi sibuk. Terus percaya kepada Tuhan bahkan ketika masalah masih ada.
Pohon tumbuh diam-diam sebelum terlihat pertumbuhannya. Akar berkembang di bawah tanah sebelum buah muncul di atas tanah. Terkadang Tuhan sedang melakukan pekerjaan di dalam roh Anda yang belum dapat dilihat orang lain.
Rumah Tuhan bukan hanya sebuah bangunan; itu adalah tempat persekutuan, ibadah, kebenaran, dan makanan rohani. Mereka yang tetap dekat dengan Tuhan tidak hanya bertahan hidup, hidup mereka akan bertumbuh, berkembang, dan berbuah. Berkembang tidak berarti hidup menjadi tanpa masalah. Itu berarti Tuhan memberikan kekuatan, ketahanan, dan kesegaran di setiap musim. Bahkan di usia tua, orang benar masih dapat berbuah karena sumber mereka bukanlah kekuatan manusia tetapi Tuhan sendiri.
Kalimat "ditanam di Bait Allah" ini merujuk pada bait suci dan penyembahan kepada Allah di Perjanjian Lama. Hari ini kalimat itu berarti memiliki hubungan intim dengan Tuhan, tekun membaca, merenungkan dan melakukan firman, bahkan tergabung di komunitas orang percaya yang membangun. Isolasi diri akan melemahkan akar rohani. Persekutuan dengan orang percaya akan memperkuatnya.
Pertumbuhan membutuhkan waktu. Akar berkembang sebelum buah muncul. Kehidupan yang terputus dari Tuhan pada akhirnya menjadi kering. Kesetiaan itu penting. Konsistensi dalam doa, ibadah, dan ketaatan menghasilkan kekuatan rohani jangka panjang.
Seorang tukang kebun pernah memindahkan dua pohon muda. Satu pohon tetap ditanam di tanah yang subur. Pohon lainnya terus-menerus dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Setelah beberapa tahun, pohon yang berakar menjadi kuat dan berbuah, sementara pohon yang sering dipindahkan tetap lemah dan rapuh. Banyak orang percaya menginginkan iman yang kuat sementara mereka terus-menerus mencabut akar rohani mereka sendiri melalui ketidakkonsistenan, gangguan, dan kompromi. Kekuatan datang dari tetap berakar di dalam Tuhan. AMIN !
Kasih karunia Tuhan cukup bagimu🙏
Amiiiin🙏
BalasHapusAmin.GBU
BalasHapusAmin🙏
BalasHapus