TERIMALAH DARI SUMBER KEHIDUPAN

TERIMALAH DARI SUMBER KEHIDUPAN YOHANES 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Shalom Kehidupan kita ini dirancang oleh Tuhan untuk menerima kehidupan yang berkelimpahan dari sumber kehidupan yang berkelimpahan, yaitu Tuhan sendiri. Hidup yang berkelimpahan patut dimengerti dengan benar. Itu artinya yaitu hidup yang berkelimpahan dalam pertumbuhan rohani, damai, sukacita, penghiburan, kelegaan, kepuasan, hikmat bahkan kedewasaan rohani. Bukan berkelimpaham di dalam materi, uang, harta, jabatan atau ketenaran. Itu semua tidak salah, namun bukan tujuan Tuhan memberkati kita. Hidup kita digambarkan sebagai ranting yang melekat kepada pokok anggur. Sebuah ranting tidak memiliki kehidupan secara independen. Ia menerima kehidupan dari pohon anggur. Yesus menggunakan gambaran ini untuk menjelaskan hubungan kita dengan Dia. Ia tidak hanya berkata,...

MENYAMBUT ANAK-ANAK

 

Menyambut Anak-Anak


Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menyentuh mereka, tetapi murid murid-Nya memarahi orang-orang itu. (Markus 10:13)

Dalam berbagai kegiatan orang dewasa, kehadiran anak-anak sering dianggap sebagai gangguan. Sebisa mungkin mereka dijauhkan. Kalaupun mereka tetap hadir, mereka diharapkan bersikap tertib. Padahal anak-anak memang biasanya aktif, bergerak ke sana ke mari, bahkan tidak jarang bersikap rewel dan membuat kebisingan. Sepertinya itulah yang juga ada dalam benak murid-murid Yesus ketika ada yang membawa anak-anak agar Yesus menjamah mereka. Para murid itu bahkan memarahi mereka. Kehadiran anak-anak itu bisa menginterupsi Yesus yang sedang mengajar banyak orang.

Melihat itu, Yesus juga marah. Namun, kemarahan-Nya bukanlah kepada anak-anak itu. Bukan pula kepada orang tua yang membawa mereka. Dia ternyata marah kepada para murid-Nya yang menghalangi anak-anak datang kepada-Nya. Ternyata, Dia menyambut anak-anak itu dengan penuh kasih. Dia memeluk mereka, lalu memberkati mereka. Yesus bahkan mengajarkan bahwa tiap orang harus menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, yakni dengan penuh ketulusan dan iman.

Memang ada kegiatan tertentu yang tidak memperbolehkan kehadiran anak-anak. Namun, untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat umum, misalnya kegiatan peribadatan di gereja, sering kali hak-hak anak tidak mendapat perhatian. Memang, orang tua seharusnya mengajarkan kedisiplinan serta bagaimana berperilaku yang pantas bagi anak-anak. Namun, setiap orang hendaknya memandang anak-anak sebagai pribadi yang berharga. Mereka juga berhak mendapat perlakuan yang baik dan penuh kasih. Kiranya mereka menyaksikan dan mengalami kasih Kristus melalui sikap dan perlakuan kita terhadap mereka. 

TIAP ANAK JUGA BERHAK BEROLEH SAMBUTAN PENUH KASIH
YANG AKAN MENUNTUN MEREKA MENGENAL KRISTUS YANG PENUH KASIH.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia

HIDUP TANPA TERSINGGUNG