BERDOA BAGI MUSUH

"BERDOA BAGI MUSUH!" "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu" (Matius 5:44). > Salah satu bukti kita mengasihi musuh kita yaitu berdoa bagi mereka. Bahkan dengan berdoa bagi musuh, maka kasih kepada musuh kita akan bertumbuh.  > Jadi janganlah menunggu sampai kita punya kasih kepada musuh, tetapi berdoalah maka kasih kepada musuh akan bertumbuh.  > Tidak mudah memang untuk mendoakan dan mengasihi orang yang telah menyakiti dan melukai kita. Tetapi inilah perintah dan ajaran Kristus. > Berdoa dan mengasihi mereka yang mengasihi kita itu hal yang mudah, semua orang bisa melakukan hal itu. Tetapi sebagai anak-anak Allah, Tuhan menghendaki orang percaya memiliki kualitas hidup yang lebih dari orang yang tidak mengenal Allah, yaitu berdoa dan mengasihi musuh kita! >> Bagaimana kita dapat berdoa dan mengasihi musuh kita?  1. MINTA TUHAN UNTUK MENGUBAH CARA PANDANG KITA! >  Roma 5:8 : "Akan te...

MENYAMBUT ANAK-ANAK

 

Menyambut Anak-Anak


Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menyentuh mereka, tetapi murid murid-Nya memarahi orang-orang itu. (Markus 10:13)

Dalam berbagai kegiatan orang dewasa, kehadiran anak-anak sering dianggap sebagai gangguan. Sebisa mungkin mereka dijauhkan. Kalaupun mereka tetap hadir, mereka diharapkan bersikap tertib. Padahal anak-anak memang biasanya aktif, bergerak ke sana ke mari, bahkan tidak jarang bersikap rewel dan membuat kebisingan. Sepertinya itulah yang juga ada dalam benak murid-murid Yesus ketika ada yang membawa anak-anak agar Yesus menjamah mereka. Para murid itu bahkan memarahi mereka. Kehadiran anak-anak itu bisa menginterupsi Yesus yang sedang mengajar banyak orang.

Melihat itu, Yesus juga marah. Namun, kemarahan-Nya bukanlah kepada anak-anak itu. Bukan pula kepada orang tua yang membawa mereka. Dia ternyata marah kepada para murid-Nya yang menghalangi anak-anak datang kepada-Nya. Ternyata, Dia menyambut anak-anak itu dengan penuh kasih. Dia memeluk mereka, lalu memberkati mereka. Yesus bahkan mengajarkan bahwa tiap orang harus menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, yakni dengan penuh ketulusan dan iman.

Memang ada kegiatan tertentu yang tidak memperbolehkan kehadiran anak-anak. Namun, untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat umum, misalnya kegiatan peribadatan di gereja, sering kali hak-hak anak tidak mendapat perhatian. Memang, orang tua seharusnya mengajarkan kedisiplinan serta bagaimana berperilaku yang pantas bagi anak-anak. Namun, setiap orang hendaknya memandang anak-anak sebagai pribadi yang berharga. Mereka juga berhak mendapat perlakuan yang baik dan penuh kasih. Kiranya mereka menyaksikan dan mengalami kasih Kristus melalui sikap dan perlakuan kita terhadap mereka. 

TIAP ANAK JUGA BERHAK BEROLEH SAMBUTAN PENUH KASIH
YANG AKAN MENUNTUN MEREKA MENGENAL KRISTUS YANG PENUH KASIH.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

PENGHARAPAN YANG TAK PERNAH PUDAR