HATI YANG TAHIR

HATI YANG TAHIR MAZMUR 51:10 Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Shalom Ayat bacaan hari ini mengatakan bahwa Daud ingin memiliki hati yang tahir. Tahir adalah "clean" dalam bahasa Inggris atau "ţâhôr ţâhôr" dalam Ibrani yang artinya hati yang bersih. Daud berdoa doa ini setelah dihadapkan dengan dosanya. Daud meminta Tuhan untuk memperbarui hati dan rohnya. Daud memahami sesuatu yang penting: kita tidak hanya membutuhkan pengampunan Tuhan untuk masa lalu kita; kita membutuhkan Tuhan di dalam hati kita untuk berjalan dengan setia bersama Dia di masa depan. Daud mau memiliki hati yang bersih. Tuhan tidak hanya tertarik pada apa yang kita lakukan untuk Dia. Dia juga tertarik pada semangat di mana kita melakukannya. Ingat, kita dapat melayani Tuhan secara lahiriah namun tidak taat akan firman-Nya secara batiniah. Kita dapat melakukan kegiatan rohani sementara hati kita menjadi enggan, pahit, atau tidak mau diubah ...

MENYAMBUT ANAK-ANAK

 

Menyambut Anak-Anak


Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menyentuh mereka, tetapi murid murid-Nya memarahi orang-orang itu. (Markus 10:13)

Dalam berbagai kegiatan orang dewasa, kehadiran anak-anak sering dianggap sebagai gangguan. Sebisa mungkin mereka dijauhkan. Kalaupun mereka tetap hadir, mereka diharapkan bersikap tertib. Padahal anak-anak memang biasanya aktif, bergerak ke sana ke mari, bahkan tidak jarang bersikap rewel dan membuat kebisingan. Sepertinya itulah yang juga ada dalam benak murid-murid Yesus ketika ada yang membawa anak-anak agar Yesus menjamah mereka. Para murid itu bahkan memarahi mereka. Kehadiran anak-anak itu bisa menginterupsi Yesus yang sedang mengajar banyak orang.

Melihat itu, Yesus juga marah. Namun, kemarahan-Nya bukanlah kepada anak-anak itu. Bukan pula kepada orang tua yang membawa mereka. Dia ternyata marah kepada para murid-Nya yang menghalangi anak-anak datang kepada-Nya. Ternyata, Dia menyambut anak-anak itu dengan penuh kasih. Dia memeluk mereka, lalu memberkati mereka. Yesus bahkan mengajarkan bahwa tiap orang harus menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, yakni dengan penuh ketulusan dan iman.

Memang ada kegiatan tertentu yang tidak memperbolehkan kehadiran anak-anak. Namun, untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat umum, misalnya kegiatan peribadatan di gereja, sering kali hak-hak anak tidak mendapat perhatian. Memang, orang tua seharusnya mengajarkan kedisiplinan serta bagaimana berperilaku yang pantas bagi anak-anak. Namun, setiap orang hendaknya memandang anak-anak sebagai pribadi yang berharga. Mereka juga berhak mendapat perlakuan yang baik dan penuh kasih. Kiranya mereka menyaksikan dan mengalami kasih Kristus melalui sikap dan perlakuan kita terhadap mereka. 

TIAP ANAK JUGA BERHAK BEROLEH SAMBUTAN PENUH KASIH
YANG AKAN MENUNTUN MEREKA MENGENAL KRISTUS YANG PENUH KASIH.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia

HIDUP TANPA TERSINGGUNG