DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

KEMARAHAN



Menyangkal kemarahan adalah dosa, dan itu sama saja dengan berbohong.»IHT«

Efesus 4:26  Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu  

Kita semua pasti pernah marah, masing masing kita menanganinya secara berbeda, dan tak satupun dari kita yang bisa lepas dari emosi ini, jadi jika kemarahan itu sempat lepas kendali, bukan berarti kita berbuat dosa?.

Efesus 4:27  dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. 

Paulus memberi tahu kita dalam ayat ini agar tidak membiarkan kemarahan menggiring kita kedalam dosa, itu artinya kemarahan bukan selalu berarti dosa, yang benar adalah kita harus menangani kemarahan dengan cara yang tepat dan benar, agar tidak dimanfaatkan oleh Setan.

1 Samuel 20:30  Lalu bangkitlah amarah Saul kepada Yonatan, katanya kepadanya: "Anak sundal yang kurang ajar! Bukankah aku tahu, bahwa engkau telah memilih pihak anak Isai dan itu noda bagi kau sendiri dan bagi perut ibumu?

Sayangnya, sebagian dari kita mengekpresikan kemarahan dengan cara cara yang malah menjauhkan kita dari tujuan tujuan sebenarnya, ketimbang mendekatkan hubungan.

Amsal 30:33  Sebab, kalau susu ditekan, mentega dihasilkan, dan kalau hidung ditekan, darah keluar, dan kalau kemarahan ditekan, pertengkaran timbul. 

Jangan memendam kemarahan, dan jangan menyimpannya dalam hati, jika tidak mengekspresikannya dengan cara yang tepat, hal itu akan seperti mengocok sebotol minuman bersoda, yang akan meledak, yang pada akhirnya akan berdampak pada tubuh kita, sejumlah penyakit yang datang biasanya disebabkan oleh kemarahan yang ditekan.

Ayub 36:13  Orang-orang yang fasik hatinya menyimpan kemarahan; mereka tidak berteriak minta tolong, kalau mereka dibelenggu-Nya; 

Jadi apa yang harus kita perbuat dengan kemarahan?, jangan hanya mengetahui kemarahan diri kita, melainkan akui saja, sambil kita mencari tahu penyebabnya, kita bisa saja mengekspresikam kemarahan dalam berbagai cara yang tidak pantas, kita bisa saja cembetut, melontarkan sarkasme, memanipulasi, atau melakukan hal hal yang bodoh, ingatlah cara cara ini tidak pernah membuat solusi dan jalan keluar.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia