DAN

SUKU DAN KEJADIAN 49:17 Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan, seperti ular beludak di denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang. Shalom Yakub ingin sekali menikah dengan Rahel. Namun ayah Rahel memberikan kondisi bagi Yakub untuk bekerja dahulu baginya l demi menikahi Rahel. Yakub mengalami penundaan empat belas tahun sebelum menikahi Rahel, tetapi ceritanya bahkan lebih signifikan karena ia akhirnya juga sempat diberikan budak Rahel bernama Bilha karena Rahel mengalami kesulitan untuk mengandung anak. Dari Bilha, budak atau gundik Rahel, Yakub punya dua anak bernama Dan dan Naftali. Dan, adalah anak kelima Yakub. Nama Dan Berarti “hakim”. Rahel berkata: "Allah telah memberikan keadilan kepadaku, juga telah didengarkan-Nya permohonanku dan diberikan-Nya kepadaku seorang anak laki-laki." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Dan.(KEJADIAN 30:6). Dan merupakan suku yang kecil. Ketika Israel memasuki Kanaan, suku Dan menerima wilayah di se...

SIMEON

SUKU SIMEON KEJADIAN 29:33 Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sesungguhnya, TUHAN telah mendengar, bahwa aku tidak dicintai, lalu diberikan-Nya pula anak ini kepadaku." Maka ia menamai anak itu Simeon. Shalom Simeon adalah anak kedua Yakub dan Lea. Ketika Lea melahirkan dia, dia berkata bahwa ia dibenci oleh Yakub, suaminya sendiri. Ini semua karena Yakub telah ditipu oleh ayah Lea, Laban untuk menikahi Lea terlebih dahulu daripada adiknya Rahel, yang benar-benar dicintai Yakub. Nama Simeon artinya adalah Allah telah mendengar rasa sakitnya. Lea sadar bahwa Tuhan tahu dan dengar rasa sakit hatinya bahwa suami dia tidak mengasihi dia seperti adiknya Rahel. Kisah Simeon adalah pengingat bagi kita bahwa didengar oleh Tuhan tidak berarti kondisi kita secara otomatis akan berubah, karena prioritas Tuhan adalah mengubah karakter kita. Simeon memiliki kekuatan, gairah, dan rasa keadilan yang kuat. Dalam KEJADIAN 34, ketika saudara perempuannya Dina diperkosa, Simeon dan adiknya Lewi menanggapi dengan membunuh pelakunya. Kemudian, Yakub mengingat tindakan mereka dan berkata: "Simeon dan Lewi bersaudara; senjata mereka ialah alat kekerasan" (KEJADIAN 49:5). Kemudian Yakub bernubuat bagi Simeon, "Terkutuklah kemarahan mereka, sebab amarahnya keras, terkutuklah keberangan mereka, sebab berangnya bengis. Aku akan membagi-bagikan mereka di antara anak-anak Yakub dan menyerakkan mereka di antara anak-anak Israel" (KEJADIAN 49:7). Simeon lahir dengan kondisi ibunya Lea, dalam kesedihan dan merasa tertolak. Rasa sakit yang tidak terobati bisa menjadi sebuah kemarahan yang merusak. Apa yang menyakiti kita bisa menjadi tempat di mana Tuhan menyembuhkan kita atau kondisi di mana kepahitan itu mengendalikan kita dan mengakibatkan tindakan kita dipenuhi dengan kemarahan dan merugikan orang lain. Suku Simeon yang adalah keturunan dari Simeon akhirnya menerima warisan di dalam wilayah Yehuda (YOSUA 19:1-9). Suku Simeon tercerai-berai, tetapi Allah terus menjaga suku itu. Nama Simeon mengingatkan kita bahwa Allah mendengar. Tuhan mendengar teriakan Lea, ibu Simeon. Tuhan mendengar doa kita. Tetapi jawaban Tuhan tidak selalu sederhana, "Aku akan menghapus masalahmu." Terkadang jawaban-Nya adalah, "Aku akan mengubahmu di tengah-tengah masalahmu". Mungkin Anda telah terluka, ditolak, diabaikan, atau disalahpahami. Tuhan telah mendengar Anda. Jangan biarkan rasa sakit Anda menjadi kepribadian Anda. Jangan biarkan penolakan menghasilkan kepahitan. Jangan biarkan ketidakadilan menghasilkan kebencian. Jangan biarkan kekecewaan menghasilkan balas dendam. Bawalah luka-luka Anda kepada Allah yang mendengar, dan biarkan Dia mengubah kemarahan Anda menjadi kebijaksanaan, dan rasa sakit menjadi kesaksian. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia