MELAKUKAN FIRMAN TUHAN

MELAKUKAN FIRMAN TUHAN Firman Tuhan yang dibaca, didengar dan dilakukan dalam kehidupan sehari hari akan memberi hikmat (wisdom) sejati. Matius 7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Shalom Yesus menegaskan bahwa definisi orang bijaksana bukanlah orang yang sekedar tahu alkitab, melainkan mereka yang menyelaraskan tindakannya sesuai dengan FirmanNya, mereka akan memiliki fondasi hidup yang kokoh dan kuat bahkan tetap bisa berjalan teguh sekalipun ditengah badai dan goncangan. Matius 7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Hikmat bukan sekedar tahu isi Alkitab atau menghafal ayat, melainkan menerapkan firman tersebut dalam keputusan dan tindakan sehari hari. Yesaya 50:4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku d...

SIMEON

SUKU SIMEON KEJADIAN 29:33 Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sesungguhnya, TUHAN telah mendengar, bahwa aku tidak dicintai, lalu diberikan-Nya pula anak ini kepadaku." Maka ia menamai anak itu Simeon. Shalom Simeon adalah anak kedua Yakub dan Lea. Ketika Lea melahirkan dia, dia berkata bahwa ia dibenci oleh Yakub, suaminya sendiri. Ini semua karena Yakub telah ditipu oleh ayah Lea, Laban untuk menikahi Lea terlebih dahulu daripada adiknya Rahel, yang benar-benar dicintai Yakub. Nama Simeon artinya adalah Allah telah mendengar rasa sakitnya. Lea sadar bahwa Tuhan tahu dan dengar rasa sakit hatinya bahwa suami dia tidak mengasihi dia seperti adiknya Rahel. Kisah Simeon adalah pengingat bagi kita bahwa didengar oleh Tuhan tidak berarti kondisi kita secara otomatis akan berubah, karena prioritas Tuhan adalah mengubah karakter kita. Simeon memiliki kekuatan, gairah, dan rasa keadilan yang kuat. Dalam KEJADIAN 34, ketika saudara perempuannya Dina diperkosa, Simeon dan adiknya Lewi menanggapi dengan membunuh pelakunya. Kemudian, Yakub mengingat tindakan mereka dan berkata: "Simeon dan Lewi bersaudara; senjata mereka ialah alat kekerasan" (KEJADIAN 49:5). Kemudian Yakub bernubuat bagi Simeon, "Terkutuklah kemarahan mereka, sebab amarahnya keras, terkutuklah keberangan mereka, sebab berangnya bengis. Aku akan membagi-bagikan mereka di antara anak-anak Yakub dan menyerakkan mereka di antara anak-anak Israel" (KEJADIAN 49:7). Simeon lahir dengan kondisi ibunya Lea, dalam kesedihan dan merasa tertolak. Rasa sakit yang tidak terobati bisa menjadi sebuah kemarahan yang merusak. Apa yang menyakiti kita bisa menjadi tempat di mana Tuhan menyembuhkan kita atau kondisi di mana kepahitan itu mengendalikan kita dan mengakibatkan tindakan kita dipenuhi dengan kemarahan dan merugikan orang lain. Suku Simeon yang adalah keturunan dari Simeon akhirnya menerima warisan di dalam wilayah Yehuda (YOSUA 19:1-9). Suku Simeon tercerai-berai, tetapi Allah terus menjaga suku itu. Nama Simeon mengingatkan kita bahwa Allah mendengar. Tuhan mendengar teriakan Lea, ibu Simeon. Tuhan mendengar doa kita. Tetapi jawaban Tuhan tidak selalu sederhana, "Aku akan menghapus masalahmu." Terkadang jawaban-Nya adalah, "Aku akan mengubahmu di tengah-tengah masalahmu". Mungkin Anda telah terluka, ditolak, diabaikan, atau disalahpahami. Tuhan telah mendengar Anda. Jangan biarkan rasa sakit Anda menjadi kepribadian Anda. Jangan biarkan penolakan menghasilkan kepahitan. Jangan biarkan ketidakadilan menghasilkan kebencian. Jangan biarkan kekecewaan menghasilkan balas dendam. Bawalah luka-luka Anda kepada Allah yang mendengar, dan biarkan Dia mengubah kemarahan Anda menjadi kebijaksanaan, dan rasa sakit menjadi kesaksian. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia