IDENTITAS PALSU VS IDENTITAS OTENTIK

IDENTITAS PALSU VS IDENTITAS OTENTIK MATIUS 23:27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Shalom Siapa Anda ketika tidak ada yang menonton? Kita hidup di dunia di mana identitas dapat kita bangun dan buat untuk diri kita sendiri. Kita dapat mengedit foto kita, memilih foto mana yang kita akan tampilkan di sosial media, mengelola reputasi kita, dan menyajikan versi diri kita sendiri yang kita ingin orang percaya. Tetapi ada perbedaan antara gambar yang kita ciptakan dan identitas yang diberikan Tuhan. Identitas palsu mengatakan: "Aku butuh menutupi kegagalanku supaya aku terlihat baik di depan orang." Identitas yang otentik mengatakan: "Aku tahu siapa aku di dalam Kristus, aku lebih dari pemenang dan kegagalanku menjadi kesaksianku." Kehi...

KESUKAAN MANUSIA VS KESUKAAN TUHAN

KESUKAAN MANUSIA VS KESUKAAN TUHAN GALATIA 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Shalom Salah satu pertanyaan penting bagi seorang Kristen adalah: "Apa yang akan dipikirkan orang?" Terkadang pertanyaan yang lebih baik adalah: "Apa yang Tuhan pikirkan?" Keinginan untuk diterima, diakui dan terlihat baik di mata manusia tidak berarti salah. Tetapi ketika pendapat orang lain menjadi lebih penting daripada pendapat Tuhan, kita akhirnya mulai mematuhi orang dan tidak menaati Tuhan. Kita akan mementingkan opini orang dan bukan apa yang benar di mata Tuhan. Paulus memberikan kita ayat yang sangat keras di ayat bacaan hari ini. Apakah kita mengejar dan mencari kesukaan manusia atau Tuhan? YOHANES 12:43 mengatakan, "Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah". Orang Farisi adalah contoh yang kuat. Mereka melakukan hal-hal religius untuk diperlihatkan kepada orang lain. Manusia dapat melakukan hal yang benar untuk audiens yang salah. Anda dapat berdoa, supaya dilihat orang. Anda bisa memberi, supaya orang memuji Anda. Anda dapat melayani karena butuh pengakuan manusia. Anda berkhotbah atau memimpin pujian di gereja karena Anda menginginkan tepuk tangan. Ingat, Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita lakukan. Dia melihat mengapa kita melakukannya. Paulus berkata di 1 TESALONIKA 2:4: "karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita". Inilah inti dari kedewasaan Kristen. Alih-alih bertanya: "Apakah ini akan membuat saya populer?" Tanyakan, "Apakah ini akan menyenangkan Tuhan?" Standar kita tidak bisa opini publik karena opini publik berubah terus-menerus. Hari ini mereka bertepuk tangan untuk Anda. Besok mereka mengkritik Anda. Hari ini mereka menyebutmu setia. Besok mereka menyebutmu ekstrem. Hari ini mereka merayakanmu. Besok mereka meninggalkanmu. Tetapi hanya ada satu pribadi yang tidak akan pernah meninggalkan kita dalam apapun kondisi hidup kita, namanya Yesus. Ayat bacaan hari ini menghadapkan kita dengan sebuah keputusan: Siapa penonton hidup Anda? Jika orang adalah audiens Anda, Anda akhirnya akan berkompromi. Jika Kristus adalah audiens Anda, Anda dapat tetap setia bahkan ketika tidak ada yang bertepuk tangan. Jadi jangan membangun hidup Anda di sekitar pertanyaan: "Apakah mereka menyetujui saya?" Bangunlah hidupmu di dalam prinsip ini: "Apakah Tuhan menyetujui hal ini?" AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia