SIMEON

SUKU SIMEON KEJADIAN 29:33 Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sesungguhnya, TUHAN telah mendengar, bahwa aku tidak dicintai, lalu diberikan-Nya pula anak ini kepadaku." Maka ia menamai anak itu Simeon. Shalom Simeon adalah anak kedua Yakub dan Lea. Ketika Lea melahirkan dia, dia berkata bahwa ia dibenci oleh Yakub, suaminya sendiri. Ini semua karena Yakub telah ditipu oleh ayah Lea, Laban untuk menikahi Lea terlebih dahulu daripada adiknya Rahel, yang benar-benar dicintai Yakub. Nama Simeon artinya adalah Allah telah mendengar rasa sakitnya. Lea sadar bahwa Tuhan tahu dan dengar rasa sakit hatinya bahwa suami dia tidak mengasihi dia seperti adiknya Rahel. Kisah Simeon adalah pengingat bagi kita bahwa didengar oleh Tuhan tidak berarti kondisi kita secara otomatis akan berubah, karena prioritas Tuhan adalah mengubah karakter kita. Simeon memiliki kekuatan, gairah, dan rasa keadilan yang kuat. Dalam KEJADIAN 34, ketika saudar...

PERGELANGAN KAKI SAMPAI BERENANG

PERGELANGAN KAKI SAMPAI BERENANG YEHEZKIEL 47:3 Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki. Shalom Iman kehidupan Kristen tidak dimaksudkan untuk tetap berada di perairan dangkal. Dalam penglihatan nabi Yehezkiel, sungai yang mengalir dari bait Allah menjadi semakin dalam, dari sedalam pergelangan kaki, selutut, sepinggang, dan akhirnya seseorang harus berenang. Ini adalah gambaran pertumbuhan spiritual (YEHEZKIEL 47:4-5: Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang. Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi). Air di pergelangan kaki, mewakili awal kehidupan kita mengikuti Kristus. Anda mengenal Dia, tetapi biasanya kita masih memiliki kendali yang kuat atas hidup kita. Kecenderungan atas dosa lama masih sering muncul dalam hidup kita. Kemudian di ayat 4 dikatakan air akan setinggi lutut. Setinggi lutut mengingatkan kita akan doa dan ketergantungan kepada Tuhan. Lutut digunakan untuk berlutut dan posisi menyembah dan berserah. Kemudian di ayat 4 dikatakan air akan setinggi pinggang. Ini artinya melambangkan kekuatan yang diserahkan kepada Tuhan. Keputusan dan tindakan kita semakin dibentuk oleh kehendak-Nya. Akhirnya di ayat 5 dikatakan air semakin tinggi sehingga kita harus berenang. Air untuk berenang mewakili kepercayaan penuh. Anda tidak lagi mengendalikan arus; Anda dibawa oleh Roh Allah. Banyak orang percaya puas dengan "garis pantai". Mereka menghadiri gereja, membaca Kitab Suci sesekali, dan berdoa hanya ketika membutuhkan. Tetapi Tuhan terus-menerus memanggil umat-Nya lebih dalam, bukan hanya untuk mengetahui tentang Dia, tetapi untuk mengenal Dia secara pribadi. Ketika Yesus berkata kepada Petrus, "bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan" (LUKAS 5:4), mukjizat terbesar datang setelah Petrus meninggalkan air dangkal. Demikian juga, banyak pekerjaan terbesar Allah dalam hidup kita terjadi ketika kita bergerak melampaui kenyamanan dan percaya sepenuhnya kepada-Nya. Paulus menyatakan hal yang sama ini dalam FILIPI 3:10: "Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya". Meskipun Paulus telah melayani Kristus selama bertahun-tahun, ia masih rindu untuk memiliki hubungan dengan Tuhan yang lebih dalam lagi dan untuk terus dibentuk serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani tidak ada titik berhenti. Ini adalah proses sepanjang hidup kita. Bayangkan seseorang berdiri di tepi lautan. Mereka menikmati kaki mereka basah tetapi tidak pernah berani lebih jauh karena mereka takut kehilangan kendali. Banyak orang Kristen hidup dengan cara ini secara rohani. Mereka ingin tahu Tuhan untuk merasa diberkati tetapi tidak mau untuk menyerahkan diri sepenuhnya. Namun keindahan lautan tidak ditemukan di garis pantai, ia ditemukan di kedalamannya. Demikian juga, persekutuan terkaya dengan Allah dialami oleh mereka yang bersedia meninggalkan tempat-tempat dangkal di belakang. Luangkan waktu setiap hari bukan hanya untuk membaca Kitab Suci tetapi untuk merenungkannya. Jangan lupa berdoa dan saat teduh setiap hari. Belajarlah untuk mendengarkan Tuhan. Taatlah kepada Tuhan bahkan ketika itu menentang zona nyaman Anda. Mengejar keintiman dengan Kristus bukan hanya mengumpulkan pengetahuan Alkitab. Semakin dalam Anda berjalan bersama Tuhan, semakin sedikit Anda mengandalkan kekuatan Anda sendiri dan semakin Anda mengalami anugerah, kebijaksanaan, dan kuasa-Nya. Ketika Anda dicobai, ketika Anda dalam masalah, bahkan ketika Anda gagal, larilah ke Tuhan bukan ke dunia. Alami Dia di semua musim hidupmu. Jangan alami Tuhan hanya di "pergelangan kaki" saja, biarlah air kehidupan itu menyelimuti kita dan masuk kepada kedalaman kasih-Nya. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia