JALAN,KESEMPATAN &ORANG TEPAT

JALAN, KESEMPATAN & ORANG TEPAT KEJADIAN 24:3 supaya aku mengambil sumpahmu demi TUHAN, Allah yang empunya langit dan yang empunya bumi, bahwa engkau tidak akan mengambil untuk anakku seorang isteri dari antara perempuan Kanaan yang di antaranya aku diam. Shalom KEJADIAN 24 menceritakan kisah Abraham mengirim hambanya untuk mencari istri bagi Ishak. Ini adalah salah satu pasal terpanjang dalam Kitab Kejadian, bukan karena mukjizat atau pertempuran dramatis, tetapi karena menyoroti bimbingan setia Allah dalam keputusan hidup sehari-hari. Abraham tidak ingin Ishak menikahi seorang Kanaan dimana mereka tinggal saat itu, karena ia ingin melestarikan janji Allah bagi keluarga dan melindungi Ishak anaknya dari pengaruh budaya Kanaan. Orang Kanaan terlibat secara mendalam dalam penyembahan berhala. Dalam ayat bacaan hari ini, Abraham menyuruh hambanya untuk pergi ke Mesopotamia, tempat asalnya, demi mencari isteri untuk Ishak anaknya. Abraham membuat hambanya bersumpah tidak mengambil seorang istri untuk Ishak dari orang Kanaan. Orang Kanaan menyembah dewa-dewa palsu dan mempraktikkan kebiasaan agama yang tidak bermoral. Abraham tahu bahwa pernikahan akan sangat mempengaruhi iman Ishak dan generasi mendatang. Allah telah menjanjikan tanah Kanaan, tetapi bukan agama Kanaan. Ishak adalah anak perjanjian. Ishak bukan hanya anak Abraham; ia adalah anak yang melaluinya janji-janji perjanjian Allah akan berlanjut (KEJADIAN 17:19). Abraham menginginkan seorang isteri yang akan membantu, bukan menghalangi, tujuan Allah. Kekuatiran Abraham bukan terutama tentang etnis tetapi tentang iman. Penekanan Alkitab untuk sebuah hubungan adalah pada kompatibilitas spiritual daripada ras atau kebangsaan. Bagi orang Kristen, prinsip ini tercermin dalam ayat-ayat seperti 2 KORINTUS 6:14, di mana orang percaya diperingatkan untuk tidak "diikat secara tidak setara" dengan orang yang tidak percaya. Komitmen bersama kepada Tuhan memberikan dasar terkuat untuk pernikahan. Abraham menolak untuk membiarkan Ishak menikahi seorang wanita Kanaan, karena ia ingin anaknya tetap dalam janji perjanjian Allah. Alih-alih hanya mengandalkan kebijaksanaan manusia, Abraham percaya bahwa Tuhan akan memimpin jalan. Abraham menyuruh hambanya untuk mencari isteri bagi Ishak di negeri asalnya, di Mesopotamia. Hamba itu juga menunjukkan ketergantungan yang luar biasa pada Tuhan. Setelah ia tiba di Mesopotamia dan sebelum ia berbicara kepada siapa pun, ia berdoa: "TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham (KEJADIAN 24:12). Hampir seketika, Tuhan menjawab doanya dengan mempertemukan hamba Abraham dengan Ribka. Apa yang tampak seperti kebetulan sebenarnya adalah pemeliharaan Tuhan. Kebaikan, keramahan, dan kesediaan Ribka untuk meninggalkan keluarganya dan ikut ke negeri Kanaan untuk menikahi Ishak sungguh mengungkapkan bahwa Tuhan telah mempersiapkannya jauh sebelum hamba Abraham itu tiba. Pasal ini mengingatkan kita bahwa Allah sudah bekerja di depan kita. Dia mempersiapkan orang, membuka pintu, dan mengatur keadaan sesuai dengan rencana-Nya yang sempurna. Tanggung jawab kita bukan untuk mengendalikan setiap hasil tetapi untuk berjalan dalam ketaatan dan kepercayaan. Bayangkan menggunakan GPS saat mengemudi di kota yang tidak dikenal. Anda mungkin tidak tahu setiap belokan, tetapi Anda mempercayai arahan itu karena GPS melihat seluruh rute. Jika Anda terus mengikuti petunjuknya, Anda akhirnya mencapai tujuan Anda. Bimbingan Tuhan sering bekerja dengan cara yang sama. Tuhan jarang mengungkapkan seluruh perjalanan sekaligus, tetapi Dia dengan setia memberikan arahan untuk langkah berikutnya. Kepercayaan tumbuh saat kita mematuhi suara Tuhan dan berjalan bersama-Nya. Mulailah keputusan penting dengan ketatan dan doa, daripada mengandalakan kekuatan sendiri dan kecemasan. Percayalah pada waktu Tuhan bahkan ketika Anda tidak dapat melihat hari esokmu. Berjalanlah dalam ketaatan, percaya bahwa Tuhan sudah mempersiapkan jalan, kesempatan, bahkan orang yang tepat di hari esokmu. AMIN !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN