KETIKA HIKMAT TIDAK BERGUNA

KETIKA HIKMAT TIDAK BERGUNA 1 RAJA-RAJA 11:4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. Shalom Warga Kerajaan Sorga. Kisah Salomo penuh dengan inspirasi. Ia memulai pemerintahannya dengan kerendahan hati, meminta hikmat Allah daripada kekayaan atau kuasa (1 RAJA-RAJA 3:9). Allah memberkatinya dengan berlimpah, menjadikannya raja Israel yang paling bijaksana dan terkaya. Namun terlepas dari kebijaksanaannya, Salomo akhirnya melenceng dari pengabdian sepenuh hatinya kepada Tuhan. Kejatuhan-Nya mengingatkan kita bahwa hikmat, pengertian dan pengetahuan tidak sama dengan ketaatan. Seseorang dapat mengetahui kebenaran Tuhan dan masih memilih jalan yang salah dan melenceng jauh dari Tuhan. Dosa Salomo tidak terjadi dalam semalam. Itu adalah hasil dari banyak kompromi kecil. Tuhan telah memperingatkan raja-raja Israel untuk tidak memperbanyak istri karena hubungan seperti itu dapat mengalihkan hati mereka dari Tuhan. Salomo mengabaikan perintah ini dan mengumpulkan banyak istri asing yang menyembah dewa-dewa lain. Akhirnya, hal yang diperingatkan Tuhan terjadi. Ironisnya, Salomo kehilangan fokus spiritualnya bukan karena ia tidak memiliki kebijaksanaan, tetapi karena ia gagal menjaga hatinya. Salomo menerima karunia-karunia luar biasa dari Allah, hikmat dan kebijaksanaan (1 RAJA-RAJA 3:12), kekayaan (1 RAJA-RAJA 10:23), kehormatan dan pengaruh, bahkan hak istimewa membangun Bait Allah. Namun kesuksesan tidak hanya bergantung pada apa yang Allah berikan kepada kita tetapi pada ketergantungan kita yang terus menerus kepada-Nya. Yesus berkata, "di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa" (YOHANES 15:5). Kompromi sering dimulai dari yang kecil, toleransi terhadap dosa, nyaman sama hal duniawi dan mulai ikut-ikutan melakukan atau berpikir dengan cara dunia yang kita pikir akan nyaman dan aman. Semua toleransi dengan dosa pasti akan membawa kepada kehancuran pada akhirnya. Jangan mengabaikan saat teduh dan waktu berdoa. Semua dimulai dari hati. Hati harus dijaga. Salomo memulai dengan baik tetapi menyelesaikan dengan buruk. Kitab Suci berulang kali menekankan ketekunan. Kehidupan Kristen bukan hanya tentang awal yang kuat tetapi tentang tetap setia sampai akhir. Hikmat tanpa ketaatan dapat menyebabkan kegagalan. Tidak ada seorang pun yang tidak akan luput dari sebuah cobaan atau ujian kehidupan. Jagalah hati Anda dari kompromi. Tetaplah dekat dengan Tuhan di setiap musim kehidupan. Awal yang kuat itu bagus, tetapi hasil akhir yang setia lebih baik. AMIN ! Kasih karunia Tuhan cukup bagimu🙏

Komentar

Posting Komentar