DUA TARIAN,DUA SIKAP HATI
DUA TARIAN, DUA SIKAP HATI
KELUARAN 15:20 Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari.
KELUARAN 32:19 Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.
Shalom Warga Kerajaan Sorga.
Dua kalimat "menari-nari" pertama yang di dokumentasikan di Alkitab mengandung maksud dan arti yang berbeda. Dua tarian, dua sikap hati yang berbeda. Sekilas, kedua momen tersebut melibatkan nyanyian, musik, dan tarian. Namun yang satu membawa kemuliaan bagi Allah, sementara yang lain menyembah berhala. Perbedaannya bukanlah tarian itu sendiri tetapi objek pemujaan, penyembahan dan kondisi hati sang penyembah.
Miryam, saudara Musa menari karena bangsa Israel baru saja dibebaskan dari perbudakan di Mesir dan mereka baru saja menyeberangi laut Teberau yang dibelah oleh Tuhan sendiri. Setelah Allah memisahkan laut Teberau dan menghancurkan tentara Firaun, Miryam mengambil sebuah rebana dan memimpin para wanita Israel dalam menari dan memuji Tuhan.
Tarian Miryam adalah sebuah respon terhadap keselamatan yang di anugerahkan oleh Allah dengan dipenuhi dengan rasa syukur kepada Tuhan. Suatu tindakan penyembahan yang ditujukan kepada Tuhan. Penyembahan sejati adalah tanggapan terhadap apa yang telah dilakukan Tuhan. Masalahnya, manusia sering mau melihat apa yang Tuhan kerjakan terlebih dahulu, baru mau menyembah Dia. Seharusnya, penyembahan kita dilakukan setiap hari lewat ketaatan hidup kita, walaupun kita belum melihat jawaban doa.
Tarian yang kedua dilakukan oleh bangsa Israel karena mereka melupakan Tuhan. Hanya beberapa pasal kemudian, mereka menari-nari sambil menyembah anak lembu emas yang mereka buat untuk dijadikan berhala yang dapat mereka sembah. Mengapa Israel membangun anak lembu emas? Mereka tidak sabar menunggu Musa yang sedang berada di atas gunung Sinai menerima Hukum Taurat dari Tuhan. Mereka tidak sabar dan menginginkan sosok Tuhan yang terlihat yang dapat mereka lihat.
Bangsa Israel masih dipengaruhi oleh budaya Mesir yang memang menyembah berhala. Meskipun Israel telah meninggalkan Mesir secara fisik, Mesir belum sepenuhnya meninggalkan hati mereka. Mereka juga ingin sosok tuhan yang bisa mereka kendalikan. Sebuah berhala dapat dibentuk sesuai dengan keinginan manusia. Anak lembu emas mewakili upaya untuk beribadah dengan syarat mereka sendiri daripada syarat Tuhan.
Yesus datang untuk mendamaikan kita dengan Allah yang benar dan membebaskan kita dari penyembahan palsu. Melalui Kristus, kita belajar untuk mempercayai kehadiran Allah bahkan ketika kita tidak dapat melihat Dia dan menunggu waktu-Nya daripada menciptakan solusi kita sendiri. Pertanyaannya bukan apakah kita menyembah, tetapi apa yang kita sembah. Ketika Allah tampak jauh, apakah kita menunggu Dia, atau apakah kita menciptakan "anak lembu emas" kita sendiri, hal-hal yang menjanjikan keamanan, kendali, atau kenyamanan diri kita sendiri yang terpisah dari-Nya?
Tarian Miryam mengingatkan kita untuk merayakan Tuhan setiap hari dalam hidup kita. Anak lembu emas mengingatkan kita untuk menjaga hati kita agar tidak menggantikan Tuhan dengan apapun dan siapapun. AMIN !
Kasih karunia Tuhan cukup bagimu๐
Amin ๐๐
BalasHapusAmen
BalasHapusTuhan YESUS MEMBERKATI AMEN
BalasHapusAmin๐
BalasHapusAmin๐
BalasHapus