EKONOMI KERAJAAN SURGA

EKONOMI KERAJAAN SURGA 2 KORINTUS 9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Shalom Dunia mengajarkan kita bahwa keamanan berasal dari memiliki lebih banyak uang, lebih banyak harta benda, lebih banyak pengaruh, dan lebih banyak kontrol. Ekonomi dunia ini didorong oleh ketakutan, persaingan, dan kelangkaan. Dunia akan berkata, "Dapatkan semua yang Anda bisa selagi ada kesempatan." Ekonomi Surga sangat berbeda. Kerajaan Allah beroperasi berdasarkan kepercayaan daripada rasa takut, kemurahan hati daripada keserakahan, dan kesetiaan daripada mencukupkan diri sendiri. Yesus tidak menyuruh para pengikut-Nya untuk mengejar hal-hal materi. Sebaliknya, Ia memerintahkan mereka untuk mencari Kerajaan Allah terlebih dahulu, menjanjikan bahwa Bapa mengetahui kebutuhan mereka dan akan menyediakan bagi mereka (MATIUS 6:25-33). Janda di Sarfat (1 R...

MELUDAHI SUMUR

Manusia yang meludah didalam sumur, tapi airnya diminum sendiri.»IHT« Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. Ada orang yang terjebak dalam sikap tidak bersyukur dan mereka mencela gerejanya, perusahaannya, orang ini selalu menjelek jelekkan atasanya atau pembimbingnya yang sebenarnya menjadi sumber perlindungannya dan penghidupannya. Hosea 8:7 Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung; gandum yang belum menguning tidak ada pada mereka; tumbuh-tumbuhan itu tidak menghasilkan tepung; dan jika memberi hasil, maka orang-orang lain menelannya. Menjelek jelekkan gerejanya, tempat kerjanya sama saja merusak reputasi diri sendiri, jika tidak lagi menyukai pimpinan atau perusahaannya lebih baik mengundurkan diri secara baik baik dari pada terus mencela sambil tetap menikmati fasilitasnya. Matius 12:34 Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Apa yang keluar dari mulut adalah cerminan hati, ingatlah perkataan buruk yang kita keluarkan pada akhirnya akan kembali dan mempengaruhi kehidupan kita sendiri, Tuhan menghendaki umatNya menjadi teladan dalam perkataan dan tingkah laku. Amsal 22:8 Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa. Berhentilah "meludahi sumur" dengan cara menghentikan gosip, keluhan yang merusak dan membuka aib orang orang terdekat, karena pada akhirnya kita semua membutuhkan air dari sumur kebersamaan untuk bertahan hidup. Kolose 3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Jagalah keharmonisan keluarga, gereja, tempat kita kerja dengan tulus hati, karena hubungan ibarat dengan pasangan, sahabat dan rekan ibarat pakaian yang kita pakai untuk menutupi aib, bukan untuk saling melukai.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN