HATI YANG BAIK DAN BERBUAH
TANAH YANG BAIK - HATI YANG BAIK & BERBUAH
LUKAS 8:8, 15 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat." Setelah berkata demikian Yesus berseru: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."
Kondisi "tanah" atau hati yang terakhir di dalam perumpamaan sang penabur, adalah tanah yang baik alias hati yang baik dan berbuah.
Ketika Yesus berkata, "siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar,” Ia tidak berbicara tentang pendengaran fisik. Banyak yang mendengar firman-Nya, tetapi tidak semua benar-benar menerimanya. Ini adalah peringatan rohani bagi kita semua, untuk tidak hanya mendengarkan secara sambil lalu, atau memperlakukan firman Tuhan sebagai informasi, tetapi menanggapi firman dengan perhatian, kerendahan hati, dan keterbukaan.
Kita dapat duduk di gereja, membaca Alkitab setiap hari, atau mendengarkan khotbah, tetapi firman tidak berakar, bertumbuh dan berbuah. Perbedaannya bukanlah penyampaian firman-Nya, tetapi cara penerimaan kita.
Mendengar firman kemudian menjadi berbuah di dalam kehidupan kita ketika hati terlibat dan mau diajar. Yesus menjelaskan apa yang membuat “tanah yang subur” berbeda. Ini bukan tentang kecerdasan atau latar belakang, ini tentang kondisi hati. Hati yang baik itu hati yang jujur di hadapan Tuhan, rendah hati dan mudah diajar. Bersedia berubah dan mau tekun dalam melakukan ini. Perhatikan ayat bacaan hari ini mengatakan bahwa hati yang baik menerima firman kemudian firman akan berbuah. Artinya firman akan terlihat atau menjadi tindakan dan perkataan yang seturut firman jika pribadi itu tekun. Ayat ini menjelaskan bahwa, hati yang "mengeluarkan buah dalam ketekunan". Hanya di dalam ketekunan, hidup ini akan berbuah.
Mereka yang tekun akan terus mendengarkan firman dan cara mendengarkannya berbeda dengan yang lain. Pribadi ini akan mendengarkan, bercermin kepada firman, mau diubahkan, melakukan dan mau bertumbuh. Setelah itu Tuhan sendiri akan bekerja dalam kehidupan ini untuk menumbuhkan buah kebenarannya (2 KORINTUS 9:10).
Pribadi seperti ini memiliki hati yang baik, setelah ia mendengarkan firman, ia mempertahankan firman di dalam dirinya. Banyak orang terinspirasi pada hari Minggu, tetapi tidak berubah pada hari Rabu. Mengapa? Firman itu tidak dipertahankan.
Allah selalu menabur firman-Nya, tetapi panennya bergantung pada kondisi hatimu. Kehidupan yang berbuah bukanlah tentang mendengar lebih banyak khotbah saja, tetapi mendengarkan dengan hati yang mau diubah dan tekun melakukannya. Inilah tanah yang subur. AMIN !
GBU
Amien ππ
BalasHapusAminπ
BalasHapus