MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA

"MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA" "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. PELIHARALAH DIRIMU DEMIKIAN DALAM KASIH ALLAH sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal" (Yudas 1:20-21).  > Kasih mula-mula adalah kasih yang bernyala-nyala dan penuh kerinduan akan Tuhan. Kasih ini dimiliki ketika seseorang mengalami pengalaman perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Pengalaman rohani ini membuat orang yang mengalaminya begitu antusias dan penuh semangat membangun persekutuan pribadinya dengan Tuhan dan memiliki komitmen hidup untuk melayani Tuhan. > Menjaga dan memelihara kasih mula-mula bagi orang percaya merupakan hal yang prinsip. Kasih mula-mulalah yang mendorong dan menggerakkan orang percaya untuk tetap hidup dalam kehendak Tuhan dan memiliki api yang bernyala-nyala untuk hidup dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan dan setia dalam T...

KEKUATAN TUHAN DALAM KITA

 Kekuatan Tuhan Dalam Kita


Kata-kata Paulus dalam 2 Korintus 12:10 adalah sebuah paradoks. Seringkali kita tidak menganggap kesukaran dan kesulitan dalam hidup sebagai tanda kekuatan atau sukacita. Budaya kita sering mengagungkan mereka yang kuat secara fisik dan mental, dan begitu mudah memandang tinggi mereka yang sukses dan berbakat.

Tetapi Paulus mengatakan bahwa Tuhan bekerja secara berbeda dalam mereka yang mengikuti Dia. Bukannya dengan mencari mereka yang berbakat dan kuat secara alami, melainkan Tuhan lebih suka menggunakan mereka yang lemah dan rendah hati.

Kesuksesan dan talenta alami kita dapat menghalangi pekerjaan Tuhan dalam hidup kita, tetapi ketika kita lemah dan tidak berdaya, kita hanya dapat mengandalkan kekuatan Tuhan saja.

Itulah sebabnya mengapa Paulus berkata bahwa dia senang berada dalam kesulitan, penganiayaan, dan kesukaran–karena pada saat-saat itulah Tuhan dapat menjadi kekuatan dan sukacitanya. Tuhan membentuk karakter di saat-saat sulit.

Paulus bukanlah seorang pembicara atau penulis yang berbakat secara alami, namun Tuhan bekerja dahsyat dalam kelemahannya untuk menghasilkan tulisan dan khotbah yang berkuasa yang termasuk dalam bagian dari Alkitab. Kuasa Tuhan bekerja melalui kelemahan Paulus untuk menyelesaikan hal-hal yang Paulus sendiri tidak dapat lakukan.

Perspektif ini mengubah cara hidup kita. Di saat-saat kecemasan, kelemahan, atau kesulitanlah, Tuhan ingin menjadi kekuatan kita. Di saat penganiayaan dan kesulitan itulah Tuhan mengerjakan karya-Nya yang terdalam dalam hidup kita. Jika kita memiliki hubungan dengan-Nya dan bergantung pada kekuatan-Nya, maka Dia akan menyertai di saat kita lemah. Dia berjanji untuk menjadi kekuatan bagi kita dalam kesulitan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

PENGHARAPAN YANG TAK PERNAH PUDAR