KEDUKAAN DAN KESERAKAHAN

KEDUKAAN & KESERAKAHAN FILIPI 4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Shalom Kedukaan dan keserakahan mungkin terlihat sama sekali berbeda, tetapi keduanya dapat mengungkapkan apa yang terjadi di dalam hati kita. Kedukaan bisa juga berarti kesedihan yang sangat mendalam, atau sebuah ratapan karena kehilangan sesuatu atau seseorang. Sementara keserakahan merupakan sebuah perasaan yang ingin memiliki sesuatu atau seseorang yang belum kita miliki karena kita merasa kurang. Kedukaan mengatakan: "Aku kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat aku cintai". Sementara keserakahan mengatakan: "Saya harus memiliki lebih banyak karena apa yang saya miliki tidak cukup." Kedukaan adalah rasa sakit karena kehilangan sesuatu. Keserakahan adalah perasaan tidak puas karena belum memiliki. Alkitab mengajarkan kita bagaimana menanggapi keduanya. Kedukaan berkata, “Aku merindukan apa yang aku miliki.” ...

KEKUATAN TUHAN DALAM KITA

 Kekuatan Tuhan Dalam Kita


Kata-kata Paulus dalam 2 Korintus 12:10 adalah sebuah paradoks. Seringkali kita tidak menganggap kesukaran dan kesulitan dalam hidup sebagai tanda kekuatan atau sukacita. Budaya kita sering mengagungkan mereka yang kuat secara fisik dan mental, dan begitu mudah memandang tinggi mereka yang sukses dan berbakat.

Tetapi Paulus mengatakan bahwa Tuhan bekerja secara berbeda dalam mereka yang mengikuti Dia. Bukannya dengan mencari mereka yang berbakat dan kuat secara alami, melainkan Tuhan lebih suka menggunakan mereka yang lemah dan rendah hati.

Kesuksesan dan talenta alami kita dapat menghalangi pekerjaan Tuhan dalam hidup kita, tetapi ketika kita lemah dan tidak berdaya, kita hanya dapat mengandalkan kekuatan Tuhan saja.

Itulah sebabnya mengapa Paulus berkata bahwa dia senang berada dalam kesulitan, penganiayaan, dan kesukaran–karena pada saat-saat itulah Tuhan dapat menjadi kekuatan dan sukacitanya. Tuhan membentuk karakter di saat-saat sulit.

Paulus bukanlah seorang pembicara atau penulis yang berbakat secara alami, namun Tuhan bekerja dahsyat dalam kelemahannya untuk menghasilkan tulisan dan khotbah yang berkuasa yang termasuk dalam bagian dari Alkitab. Kuasa Tuhan bekerja melalui kelemahan Paulus untuk menyelesaikan hal-hal yang Paulus sendiri tidak dapat lakukan.

Perspektif ini mengubah cara hidup kita. Di saat-saat kecemasan, kelemahan, atau kesulitanlah, Tuhan ingin menjadi kekuatan kita. Di saat penganiayaan dan kesulitan itulah Tuhan mengerjakan karya-Nya yang terdalam dalam hidup kita. Jika kita memiliki hubungan dengan-Nya dan bergantung pada kekuatan-Nya, maka Dia akan menyertai di saat kita lemah. Dia berjanji untuk menjadi kekuatan bagi kita dalam kesulitan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia