KETIKA DOSA TERLIHAT BIASA

KETIKA DOSA TERLIHAT BIASA YESAYA 5:20 Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit. Shalom Warga Kerajaan Sorga. Salah satu strategi terbesar Setan adalah membuat dosa terlihat seolah-olah dapat diterima. Alhasil, kita mulai kompromi dengan apa yang Tuhan panggil untuk kita lawan, yaitu dosa. Kita akhirnya berkata: "Itu hanya kompromi kecil." "Semua orang melakukannya." "Aku pantas mendapatkan ini." "Tuhan mengerti." Apa yang dimulai sebagai alasan akhirnya menjadi kebiasaan. Apa yang menjadi kebiasaan bisa menjadi sebuah keterikatan yang akhirnya merusak. Sebuah pencobaan atau godaan itu sendiri bukanlah dosa. Yesus dicobai dalam segala hal, namun tanpa dosa (IBRANI 4:15). Bahayanya adalah cobaan yang kita anggap biasa dan akhirnya bisa memenjarakan hati kita. Alkitab menjelaskan ...

MELAYANI DENGAN HATI UNTUK TUHAN

 Melayani dengan Hati untuk Tuhan

Kesetiaan dalam pelayanan bukanlah tentang seberapa besar peran kita, melainkan seberapa sungguh hati kita melayani Tuhan. Sering kali pelayanan membawa tantangan: kelelahan, kurangnya apresiasi, bahkan kekecewaan. Namun Tuhan memanggil kita bukan untuk dilihat manusia, melainkan untuk setia kepada-Nya.

Alkitab mengingatkan bahwa pelayanan kita sesungguhnya ditujukan kepada Tuhan, bukan kepada manusia.

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

(Kolose 3:23)

Kesetiaan berarti tetap melayani meskipun keadaan tidak ideal. Tuhan tidak menuntut kita sempurna, tetapi Dia mencari hati yang mau taat dan setia. Bahkan dalam hal kecil, kesetiaan kita berharga di mata-Nya.

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.”

(Lukas 16:10a)

Ketika kita merasa lelah atau ingin menyerah, ingatlah bahwa Tuhan melihat setiap jerih payah kita. Tidak ada pelayanan yang sia-sia di hadapan-Nya.

“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

(1 Korintus 15:58)

Pada akhirnya, upah terbesar dari kesetiaan bukanlah pujian manusia, melainkan perkenanan Tuhan.

“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia.”

(Matius 25:21)

Tuhan, ajar kami untuk tetap setia dalam pelayanan, baik saat mudah maupun sulit. Mampukan kami melayani dengan hati yang tulus, bukan untuk kemuliaan diri sendiri, melainkan untuk kemuliaan nama-Mu. Amin.

Komentar

Posting Komentar