FOKUS IMAN KITA KEPADA KEBENARAN KERAJAAN ALLAH

FOKUS IMAN KITA KEPADA KEBENARAN KERAJAAN ALLAH MATIUS 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Shalom Hidup ini dipenuhi dengan prioritas yang seringkali saling bersaing. Kita diperhadapkan dengan prioritas karir, keuangan, keluarga, pendidikan, reputasi, atau bahkan sebuah impian pribadi. Dalam konteks MATIUS 6, Yesus membahas kecemasan orang-orang atas makanan, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari. Alih-alih memberitahu para pengikut-Nya untuk mengabaikan kebutuhan ini, Dia mengajarkan mereka untuk menempatkan Tuhan terlebih dahulu. Ketika Tuhan menempati tempat pertama, segala sesuatu yang lain menemukan tempat yang tepat. Disinilah Yesus mengajarkan kita sebuah prioritas yang benar dan pastinya membawa kehidupan kita kepada kelegaan, kepuasan dan bahkan damai. Kalimat "carilah dahulu" berarti mengejar dengan sungguh-sungguh, menginginkan terus menerus, dan menjadikan sesuatu sebagai prioritas tertinggi A...

MELAYANI DENGAN HATI UNTUK TUHAN

 Melayani dengan Hati untuk Tuhan

Kesetiaan dalam pelayanan bukanlah tentang seberapa besar peran kita, melainkan seberapa sungguh hati kita melayani Tuhan. Sering kali pelayanan membawa tantangan: kelelahan, kurangnya apresiasi, bahkan kekecewaan. Namun Tuhan memanggil kita bukan untuk dilihat manusia, melainkan untuk setia kepada-Nya.

Alkitab mengingatkan bahwa pelayanan kita sesungguhnya ditujukan kepada Tuhan, bukan kepada manusia.

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

(Kolose 3:23)

Kesetiaan berarti tetap melayani meskipun keadaan tidak ideal. Tuhan tidak menuntut kita sempurna, tetapi Dia mencari hati yang mau taat dan setia. Bahkan dalam hal kecil, kesetiaan kita berharga di mata-Nya.

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.”

(Lukas 16:10a)

Ketika kita merasa lelah atau ingin menyerah, ingatlah bahwa Tuhan melihat setiap jerih payah kita. Tidak ada pelayanan yang sia-sia di hadapan-Nya.

“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

(1 Korintus 15:58)

Pada akhirnya, upah terbesar dari kesetiaan bukanlah pujian manusia, melainkan perkenanan Tuhan.

“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia.”

(Matius 25:21)

Tuhan, ajar kami untuk tetap setia dalam pelayanan, baik saat mudah maupun sulit. Mampukan kami melayani dengan hati yang tulus, bukan untuk kemuliaan diri sendiri, melainkan untuk kemuliaan nama-Mu. Amin.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN