JAGA HATI

JAGA HATI Ternyata yang paling sering menyakiti hati kita bukan orang lain, tapi hati kita sendiri. Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Shalom Saat orang lain berbuat salah, kita memelihara kekecewaan, kemarahan atau kepahitan, inilah akar penderitaan batin yang berasal dari respon hati kita sendiri, itulah racun yang merusak diri kita dari dalam. Yeremia 17:9 Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? Menolak mengampuni membuat kita terus menerus meminum racun sakit hati sambil berharap orang lain menderita, keinginan untuk menuntut balas atau merasa paling benar seringkali menimbun batin dalam pergolakan. Amsal 28:26 Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat. Ekspetasi yang keliru ialah jangan terlalu menggantungkan kebahagiaan pada perlakuan manusia karena hal itu akan membuat ...

MELAYANI DENGAN HATI UNTUK TUHAN

 Melayani dengan Hati untuk Tuhan

Kesetiaan dalam pelayanan bukanlah tentang seberapa besar peran kita, melainkan seberapa sungguh hati kita melayani Tuhan. Sering kali pelayanan membawa tantangan: kelelahan, kurangnya apresiasi, bahkan kekecewaan. Namun Tuhan memanggil kita bukan untuk dilihat manusia, melainkan untuk setia kepada-Nya.

Alkitab mengingatkan bahwa pelayanan kita sesungguhnya ditujukan kepada Tuhan, bukan kepada manusia.

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

(Kolose 3:23)

Kesetiaan berarti tetap melayani meskipun keadaan tidak ideal. Tuhan tidak menuntut kita sempurna, tetapi Dia mencari hati yang mau taat dan setia. Bahkan dalam hal kecil, kesetiaan kita berharga di mata-Nya.

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.”

(Lukas 16:10a)

Ketika kita merasa lelah atau ingin menyerah, ingatlah bahwa Tuhan melihat setiap jerih payah kita. Tidak ada pelayanan yang sia-sia di hadapan-Nya.

“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

(1 Korintus 15:58)

Pada akhirnya, upah terbesar dari kesetiaan bukanlah pujian manusia, melainkan perkenanan Tuhan.

“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia.”

(Matius 25:21)

Tuhan, ajar kami untuk tetap setia dalam pelayanan, baik saat mudah maupun sulit. Mampukan kami melayani dengan hati yang tulus, bukan untuk kemuliaan diri sendiri, melainkan untuk kemuliaan nama-Mu. Amin.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia