TEMAN

Seorang teman akan diketahui sifat aslinya saat kita sedang susah.»IHT« Amsal 17:17 Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. Masa sukar adalah ujian yang menyingkap ketulusan sebuah hubungan, saat berada dititik terendah, kita akan melihat siapa yang sebenarnya peduli dan siapa yang hadir untuk kesenangan semata. Amsal 19:4 Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya. Ketika kita memiliki segalanya ( popularitas, harta atau kesuksesan ), sangat mudah bagi seseorang untuk bersikap manis dan mendekati kita. Amsal 14:20 Juga oleh temannya orang miskin itu dibenci, tetapi sahabat orang kaya itu banyak. Namun, sifat asli seseorang baru akan terlihat jelas saat kita kehilangan hal hal tersebut, sahabat palsu akan menjauh saat masalah datang, tapi sahabat sejati justru hadir untuk menguatkan. Yohanes 15:13-14 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sa...

MELAYANI DENGAN HATI UNTUK TUHAN

 Melayani dengan Hati untuk Tuhan

Kesetiaan dalam pelayanan bukanlah tentang seberapa besar peran kita, melainkan seberapa sungguh hati kita melayani Tuhan. Sering kali pelayanan membawa tantangan: kelelahan, kurangnya apresiasi, bahkan kekecewaan. Namun Tuhan memanggil kita bukan untuk dilihat manusia, melainkan untuk setia kepada-Nya.

Alkitab mengingatkan bahwa pelayanan kita sesungguhnya ditujukan kepada Tuhan, bukan kepada manusia.

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

(Kolose 3:23)

Kesetiaan berarti tetap melayani meskipun keadaan tidak ideal. Tuhan tidak menuntut kita sempurna, tetapi Dia mencari hati yang mau taat dan setia. Bahkan dalam hal kecil, kesetiaan kita berharga di mata-Nya.

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.”

(Lukas 16:10a)

Ketika kita merasa lelah atau ingin menyerah, ingatlah bahwa Tuhan melihat setiap jerih payah kita. Tidak ada pelayanan yang sia-sia di hadapan-Nya.

“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

(1 Korintus 15:58)

Pada akhirnya, upah terbesar dari kesetiaan bukanlah pujian manusia, melainkan perkenanan Tuhan.

“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia.”

(Matius 25:21)

Tuhan, ajar kami untuk tetap setia dalam pelayanan, baik saat mudah maupun sulit. Mampukan kami melayani dengan hati yang tulus, bukan untuk kemuliaan diri sendiri, melainkan untuk kemuliaan nama-Mu. Amin.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA