Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

PENGAMPUNAN ADALAH PINTU BAGI PEMULIHAN

"PENGAMPUNAN ADALAH PINTU BAGI PEMULIHAN!" "Ia MENYEMBUHKAN orang-orang yang patah hati dan MEMBALUT luka-luka mereka" (Mazmur 147:3).  > Ayat diatas berbicara tentang orang yang “patah hati”. Pemulihan tidak terjadi selama luka itu disangkal. > Bagaimana pengampunan dan pemulihan terjadi dalam hidup kita?  1. PEMULIHAN DIMULAI DARI KEJUJURAN HATI! > Mazmur 62-9 : "Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, CURAHKANLAH ISI HATIMU DI HADAPAN-NYA; Allah ialah tempat perlindungan kita." > Kejujuran membuka pintu anugerah. Akui bahwa kita terluka, marah, kecewa dan bawa itu kepada Tuhan! 2. PENGAMPUNAN ADALAH KEPUTUSAN, BUKAN PERASAAN! > Efesus 4:32 : "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan SALING MENGAMPUNI, SEBAGAIMANA ALLAH DI DALAM KRISTUS TELAH MENGAMPUNI KAMU." > Memberikan pengampunan kepada orang lain merupakan jalan yang Tuhan sediakan untuk membawa kesembuhan dan pemulihan sejati! ...

MEMBANGUN KEMBALI MEZBAH TUHAN YANG TELAH RUNTUH

"MEMBANGUN KEMBALI MEZBAH TUHAN YANG TELAH RUNTUH!" "Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: "Datanglah dekat kepadaku!" Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. LALU IA MEMPERBAIKI MEZBAH TUHAN YANG TELAH DIRUNTUHKAN ITU" (1 Raja2 18:30).  > Setiap kebangunan rohani besar dalam Alkitab selalu dimulai dengan PEMULIHAN MEZBAH.  > Setelah Elia MEMPERBAIKI MEZBAH TUHAN YANG TELAH DIRUNTUHKAN DAN memanggil nama Tuhan, maka TURUNLAH API TUHAN menyambar habis korban bakaran diatas mezbah yang dibangunnya. Mujizat besar terjadi di depan mata orang Israel dan seluruh nabi-nabi Baal. Para nabi Baal akhirnya dikalahkan dan dibunuh oleh nabi Elia. > Peristiwa ajaib ini terjadi saat Elia membangun kembali mezbah bagi Tuhan dan seluruh rakyat Israel kembali menyembah dan beribadah kepada Allah. Kebangunan rohani besar terjadi ketika nabi Elia membangun kembali mezbah yang telah diruntuhkan. >> Bagaimana membangun kembali mezbah Tuhan yang telah runtuh...

MEMBANGUN MEZBAH UNTUK TUHAN

"MEMBANGUN MEZBAH UNTUK TUHAN" " ... lalu ia MENDIRIKAN di situ MEZBAH BAGI TUHAN dan memanggil nama TUHAN" (Kejadian 12:8).  > Mezbah adalah tempat untuk mempersembahkan korban. Dalam perjalanan Abraham menanggapi panggilan Tuhan, ia selalu membangun mezbah bagi Tuhan. Abraham mendirikan mezbah bagi Tuhan dan disitulah ia memanggil nama Tuhan. Dengan membangun mezbah bagi Tuhan, Abraham menyediakan waktu untuk berhubungan dengan Tuhan Allah yang disembahnya.  > Membangun mezbah secara fisik tidak lagi dilakukan orang percaya saat ini. Mezbah sebagai lambang perjumpaan dengan Tuhan. Saat membangun mezbah bagi Tuhan, orang percaya menyediakan waktu untuk berdoa dan bersekutu secara pribadi dengan Tuhan.  >> Jadi, apakah makna membangun mezbah bagi Tuhan?  1. MENETAPKAN TUHAN SEBAGAI PUSAT HIDUP KITA! > Kejadian 12:8 : " ... lalu ia MENDIRIKAN di situ MEZBAH BAGI TUHAN dan memanggil nama TUHAN." > Ketika kita membangun mezbah bagi Tuhan, ki...

MENGAPA IMAN KITA PERLU DIUJI

"MENGAPA IMAN KITA PERLU DIUJI?" "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,  sebab kamu tahu, bahwa UJIAN TERHADAP IMANMU MENGHASILKAN KETEKUNAN" (Yakobus 1:2-3).  > Setiap pergumulan atau masalah yang sedamg kita hadapi merupakan "ujian iman".  > Iman kita perlu diuji dan ujiannya adalah melalui persoalan yang diijinkan Tuhan terjadi dalam hidup kita.  >> Mengapa iman kita perlu diuji melalui berbagai persoalan yang diijinkan Tuhan terjadi dalam hidup kita?  1. UNTUK MENUMBUHKAN KETEKUNAN! > Yakobus 1:3 : "sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." > Rasul Yakobus mengatakan : "ujian teradap imanmu menghasilkan ketekunan". Iman kita harus diuji. Mengapa? Karena ujian terhadap iman "menghasilkan ketekunan".  > Iman tanpa ketekunan akan mudah goyah saat kesulitan datang. Semakin banyak ujian yang kita alami, k...

HATI YANG SUCI KUNCI REVIVAL

"HATI YANG SUCI KUNCI REVIVAL" "Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah" (Matius 5:8).  > Kata 'suci' berasal dari kata Yunani : 'katharos', yanf berarti : 'bersih, murni, tidak bercampur, tidak terbagi'.  > Orang yang suci hatinya bukan berarti orang yang sempurna, yang tidak dapat jatuh dalam dosa, tetapi orang yang hatinya murni, utuh, tidak terbagi, tidak mendua, jujur, sepenuhnya tertuju kepada Allah.  > Yakobus 4:8 : "Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan SUCIKANLAH HATIMU, hai kamu yang MENDUA HATI!" > Revival tidak lahir dari hati yang mendua : disatu sisi rindu Tuhan, sisi yang lain masih hidup dalam dosa, ego dan kepahitan! > Revival selalu di dahului : pertobatan, pengakuan dosa dan penyesalan,  baru api Tuhan itu turun! > Orang yang suci hatinya akan 'melihat Allah' artinya : 'mengalami...

DIBEBASKAN DARI ARUS ZAMAN DUNIA INI

"DIBEBASKAN DARI ARUS  ZAMAN DUNIA INI!" "Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu MENGIKUTI JALAN DUNIA INI, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka" (Efesus 2:1-2).  > "Jalan dunia ini" dalam terj. Bahasa Inggris : "Age of this world" --> "Zaman dunia ini". Zaman dunia ini menunjuk pada sistem dunia, nilai-nilai, pola pikir, dan cara hidup yang dikuasai dosa dan bertentangan dengan kehendak Allah. > Firman Tuhan menggambarkan kondisi manusia dalam zaman dunia ini : mati secara rohani, dikedalikan arus dunia, hidup dikuasai hawa nafsu daging dan pikiran yang jahat (Efesus 2:1-3).  >> Bagaimana kita dapat dibebaskan dari arus zaman dunia ini?  1. MENGALAMI KELAHIRAN BARU DALAM KRISTUS! > Efesus 2:4-5 : "Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar,...

HIDUP TANPA SELUBUNG

  "HIDUP TANPA SELUBUNG!" "Tetapi apabila hati seorang BERBALIK KEPADA TUHAN, maka SELUBUNG ITU DIAMBIL DARIPADANYA" (2 Korintus 3:16).  > Apa Itu Selubung? Selubung dalam 2 Korintus 3 adalah penghalang rohani di hati manusia yang membuat seseorang tidak melihat, tidak mengerti, dan tidak mengalami kemuliaan Tuhan, walaupun ia beragama dan mengenal firman secara lahiriah. > Alkitab menggambarkan "selubung" sebagai : 1. KEBUTAAN ROHANI.  > 2 Korintus 3:14 : "Tetapi PIKIRAN MEREKA TELAH MENJADI TUMPUL, sebab sampai pada hari ini SELUBUNG itu masih tetap MENYELUBUNGI mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya." > Secara lahiriah mendengar firman, tetapi tidak tersentuh hatinya; membaca Alkitab, tetapi tidak berubah! 2. HATI YANG KERAS. > 2 Korintus 3:15 : "Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ADA SELUBUNG YANG MENUTUPI HA...

RENDAHKANLAH DIRIMU

"RENDAHKANLAH DIRIMU!" "... SUPAYA JANGAN ADA DIANTARA KAMU YANG MENYOMBONGKAN DIRI dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain" (1 Korintus 4:6). > Jemaat di Korintus sedang mengalami kesombongan rohani. Mereka membanggakan pemimpin rohani (Paulus, Apolos), merasa diri paling rohani, dan merendahkan orang lain.  > Paulus menegur sikap kesombongan mereka dan menunjukkan bagaimana mereka dapat memiliki kerendahan hati, yaitu : 1. SADARI SEMUA YANG KITA MILIKI ADALAH ANUGERAH TUHAN! > 1 Korintus 4:7 : "Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?" > Orang yang rendah hati menyadari bahwa semua yang ada pada dirinya berasal dari Tuhan.  > Semua karunia, jabatan dan keberhasilan adalah karena anugerah Tuhan, bukan prestasi diri sendiri. Ingatlah, bahwa kesombong...

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

"TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN! 1. DIBERKATI! > Yeremia 17:7 : "DIBERKATILAH orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" > “Diberkatilah” (Ibrani: barukh) Bukan sekadar kaya atau berhasil secara lahiriah, tetapi hidup dalam perkenanan dan pemeliharaan Allah. 2. TIDAK DIKUASAI KEKUATIRAN! > Yeremia 17:8 : "Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang TIDAK KUATIR dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah." > Orang yang mengandalkan Tuhan bukan berarti tidak pernah merasa kuatir, tetapi hidupnya tidak dikuasai oleh kekuatiran, karena pengharapannya tertuju kepada Tuhan sebagai satu2nya Penolong dalam hidupnya! > Mazmur 42:6 : "Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolo...

MELAYANI DENGAN HATI UNTUK TUHAN

 Melayani dengan Hati untuk Tuhan Kesetiaan dalam pelayanan bukanlah tentang seberapa besar peran kita, melainkan seberapa sungguh hati kita melayani Tuhan. Sering kali pelayanan membawa tantangan: kelelahan, kurangnya apresiasi, bahkan kekecewaan. Namun Tuhan memanggil kita bukan untuk dilihat manusia, melainkan untuk setia kepada-Nya. Alkitab mengingatkan bahwa pelayanan kita sesungguhnya ditujukan kepada Tuhan, bukan kepada manusia. “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23) Kesetiaan berarti tetap melayani meskipun keadaan tidak ideal. Tuhan tidak menuntut kita sempurna, tetapi Dia mencari hati yang mau taat dan setia. Bahkan dalam hal kecil, kesetiaan kita berharga di mata-Nya. “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10a) Ketika kita merasa lelah atau ingin menyerah, ingatlah bahwa Tuhan melihat setiap jerih payah kita. Tidak ada pelay...

PENGHARAPAN YANG TIDAK MENGECEWAKAN

 Pengharapan yang Tidak Mengecewakan “Pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” — Roma 5:5 Dalam hidup, kita sering berharap pada banyak hal: keadaan membaik, doa terjawab, atau masa depan yang lebih cerah. Namun tidak jarang pengharapan itu goyah ketika kenyataan tidak sesuai dengan keinginan kita. Alkitab mengingatkan bahwa pengharapan yang sejati bukanlah pengharapan yang bersandar pada situasi, manusia, atau kemampuan diri sendiri, melainkan pada Allah. Pengharapan di dalam Tuhan tidak mengecewakan karena berakar pada kasih-Nya yang setia. Sekalipun kita belum melihat jawaban doa hari ini, Allah sedang bekerja. Ia tidak pernah lalai, dan waktu-Nya selalu tepat. Ketika hati kita dipenuhi Roh Kudus, kita dimampukan untuk tetap percaya, bahkan di tengah ketidakpastian. Pengharapan Kristen bukan sekadar menunggu, tetapi mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan sambil terus melangkah...

BELAJAR PERCAYA SEPENUHNYA KEPADA TUHAN

 Belajar Percaya Sepenuhnya kepada Tuhan “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” — Amsal 3:5 Sering kali kita merasa paling tahu apa yang terbaik untuk hidup kita. Kita membuat rencana, berharap semuanya berjalan sesuai keinginan, lalu kecewa ketika kenyataan berbeda. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa pengertian manusia terbatas, tetapi hikmat Tuhan tidak pernah salah. Percaya sepenuhnya kepada Tuhan berarti menyerahkan kekhawatiran, ketakutan, dan rencana kita ke dalam tangan-Nya. Bukan berarti kita berhenti berusaha, tetapi kita melangkah dengan iman, yakin bahwa Tuhan memimpin setiap langkah kita—bahkan saat jalan terasa sulit. Ketika kita belajar bersandar pada Tuhan, hati kita menjadi lebih tenang, dan kita mampu melihat setiap peristiwa sebagai bagian dari rencana-Nya yang indah. Tuhan, ajar aku untuk percaya penuh kepada-Mu. Tolong aku melepaskan keinginan untuk mengandalkan kekuatanku sendiri dan bela...

TUHAN MENYERTAI SETIAP LANGKAH

 Tuhan Menyertai Setiap Langkah Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi ketidakpastian, kekhawatiran, dan rasa lelah. Kadang kita merasa berjalan sendiri, seolah Tuhan diam. Namun firman Tuhan menegaskan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Penyertaan Tuhan bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi kekuatan dan damai sejahtera di tengah masalah itu. Ketika kita belajar percaya dan berserah, kita akan melihat bahwa Tuhan bekerja dengan cara-Nya yang indah—bahkan melalui hal-hal kecil yang sering kita abaikan. Tugas kita bukan memahami semua rencana-Nya, melainkan tetap setia melangkah bersama-Nya. “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” (Yesaya 41:10) Tuhan, terima kasih atas penyertaan-Mu hari ini. Ajari aku untuk tetap percaya dan berharap kepada-Mu dalam setiap keadaan. Kuatkan imanku dan t...

KEDEWASAAN ROHANI

KEDEWASAAN ROHANI  Seringkali usia tidak menentukan prilaku hidup umat manusia, faktanya sikaplah yang menentukannya.»IHT« 6 generasi yang disusun berdasarkan usia manusia Pre boomer (sebelum 1946), Baby boomer (1946-1964), Generasi X(1965-1980),  Milenial (1981-1996), Gen Z(1997-2012) & Generasi Alpha (2013-sekarang) 1 Korintus 13:11  Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Ada waktunya setiap manusia meninggalkan cara berpikir, merasa dan berpikir seperti anak kecil, pentingnya pertumbuhan menjadi dewasa rohani, agar hidupnya tidak mudah terombang ambing oleh tantangan, tetapi dibangun diatas dasar yang kuat yaitu firman Tuhan. Yohanes 9:21  tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah de...

BELAJAR PERCAYA DI TENGAH PROSES

 Belajar Percaya di Tengah Proses “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” — Amsal 3:5 Sering kali kita ingin semua hal berjalan cepat dan jelas. Kita ingin jawaban sekarang, kepastian hari ini, dan hasil yang langsung terlihat. Namun Tuhan kerap bekerja melalui proses, bukan jalan pintas. Amsal 3:5 mengingatkan kita bahwa iman bukan soal mengerti segalanya, melainkan percaya sepenuhnya. Ada saat-saat ketika rencana Tuhan tidak masuk akal menurut logika kita, tetapi justru di situlah iman kita dibentuk dan didewasakan. Percaya kepada Tuhan berarti menyerahkan kekhawatiran, ketakutan, dan rencana pribadi kita ke dalam tangan-Nya—sambil tetap melangkah setia hari demi hari. Tuhan tidak pernah terlambat, dan Ia tidak pernah keliru. Tuhan, ajar aku untuk percaya kepada-Mu sepenuhnya, bahkan saat aku tidak mengerti jalan-Mu. Kuatkan imanku dan tuntun setiap langkahku hari ini. Amin Gbu

TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT

  Tuhan Tidak Pernah Terlambat Ada kalanya kita merasa doa kita belum dijawab, seolah-olah Tuhan diam. Kita menunggu, berharap, dan kadang lelah. Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa waktu Tuhan selalu tepat—tidak pernah terlalu cepat, dan tidak pernah terlambat. Saat kita belum melihat jalan keluar, bisa jadi Tuhan sedang membentuk hati kita: mengajar kita percaya, bersabar, dan tetap setia meski keadaan belum berubah. Iman bukan hanya tentang menerima jawaban, tapi juga tentang tetap percaya saat menunggu. Ayat Alkitab: “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” —  Amsal 3:5  Tuhan, ajarku percaya pada waktu-Mu. Saat aku lelah menunggu, kuatkan imanku bahwa Engkau selalu tepat—tidak pernah terlambat. Amin.

PERCAYA DI TENGAH KETIDAKPASTIAN

  Anda bi Percaya di Tengah Ketidakpastian Amsal 3:5 (TB)  Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.  Ada hari-hari ketika rencana kita tidak berjalan seperti yang diharapkan. Kita sudah berusaha, sudah berdoa, tetapi hasilnya tetap terasa jauh. Di saat seperti itu, Tuhan mengajak kita untuk  percaya , bukan setengah-setengah, melainkan dengan segenap hati. Percaya kepada Tuhan berarti menyerahkan kendali—mengakui bahwa hikmat-Nya jauh lebih besar daripada pengertian kita. Tuhan tidak selalu menjelaskan semua proses, tetapi Dia selalu setia menuntun langkah orang yang mau bersandar kepada-Nya. Hari ini, apa pun yang sedang kamu hadapi, ingatlah:  Tuhan tidak pernah terlambat dan tidak pernah salah arah.   Selamat menjalani hari ini dengan iman Gbu

MENGAPA IMAN KITA PERLU DIUJI?

 "MENGAPA IMAN KITA PERLU DIUJI?" "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,  sebab kamu tahu, bahwa UJIAN TERHADAP IMANMU MENGHASILKAN KETEKUNAN" (Yakobus 1:2-3).  > Setiap pergumulan atau masalah yang sedamg kita hadapi merupakan "ujian iman".  > Iman kita perlu diuji dan ujiannya adalah melalui persoalan yang diijinkan Tuhan terjadi dalam hidup kita.  >> Mengapa iman kita perlu diuji melalui berbagai persoalan yang diijinkan Tuhan terjadi dalam hidup kita?  1. UNTUK MENUMBUHKAN KETEKUNAN! > Yakobus 1:3 : "sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." > Rasul Yakobus mengatakan : "ujian teradap imanmu menghasilkan ketekunan". Iman kita harus diuji. Mengapa? Karena ujian terhadap iman "menghasilkan ketekunan".  > Iman tanpa ketekunan akan mudah goyah saat kesulitan datang. Semakin banyak ujian yang kita alami, ...