BAHAYA SEBUAH KESUKSESAN

BAHAYA SEBUAH KESUKSESAN ULANGAN 6:10-12 Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu — kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami — dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Shalom Sebelum Israel memasuki Tanah Perjanjian, Allah memperingatkan bangsa Israel tentang sesuatu yang tak terduga. Bahaya terbesar bukanlah di padang gurun, atau bahkan musuh yang akan mereka hadapi atau sudah hadapi dalam perjalanan menduduki tanah Perjanjian. Bahaya terbesar adalah hidup dalam kelimpahan. Setelah mereka dikelilingi oleh berkat-berkat y...

PENGHARAPAN YANG TIDAK MENGECEWAKAN

 Pengharapan yang Tidak Mengecewakan


“Pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”

— Roma 5:5

Dalam hidup, kita sering berharap pada banyak hal: keadaan membaik, doa terjawab, atau masa depan yang lebih cerah. Namun tidak jarang pengharapan itu goyah ketika kenyataan tidak sesuai dengan keinginan kita. Alkitab mengingatkan bahwa pengharapan yang sejati bukanlah pengharapan yang bersandar pada situasi, manusia, atau kemampuan diri sendiri, melainkan pada Allah.

Pengharapan di dalam Tuhan tidak mengecewakan karena berakar pada kasih-Nya yang setia. Sekalipun kita belum melihat jawaban doa hari ini, Allah sedang bekerja. Ia tidak pernah lalai, dan waktu-Nya selalu tepat. Ketika hati kita dipenuhi Roh Kudus, kita dimampukan untuk tetap percaya, bahkan di tengah ketidakpastian.

Pengharapan Kristen bukan sekadar menunggu, tetapi mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan sambil terus melangkah dalam iman. Di sanalah kita belajar berserah, bertumbuh, dan mengalami damai sejahtera yang melampaui akal.

Tuhan, ajar aku untuk menaruh pengharapanku hanya kepada-Mu. Ketika aku lelah dan hampir menyerah, ingatkan aku bahwa kasih-Mu tidak pernah gagal. Kuatkan imanku hari ini dan penuhi hatiku dengan pengharapan yang baru. Amin.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN