DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

ISI HATI

 

ISI HATI

Dalam hidup yang paling susah ditebak adalah isi hati.»IHT«

Kejadian 17:17  Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?" 

Kita sering berhadapan dengan banyak orang yang mimik wajahnya berbeda dengan isi hatinya, Abraham yang terkenal sebagai orang yang paling berimanpun tertawa ragu dan tidak percaya kepada Firman Tuhan, mengingat faktanya bahwa usianya sudah 100 tahun dan Sara istrinya 90 tahun.

Amsal 28:26  Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat. 

Hati manusia bisa dipengaruhi oleh perasaan, pikiran dan delusi yang berubah ubah, orang yang terlalu mengandalkan perasaan hatinya akan mengarah kepada kebodohan, sebaliknya orang yang berlaku bijak selalu menunggu panduan dari Tuhan, orang yang demikian hidupnya akan selamat.

Amsal 20:6  Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya? 

Alih alih mengandalkan pengertian sendiri, kita harus percaya dan berserah kepada Tuhan dengan segenap hati.

Kejadian 18:12  Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?" 

Bukan hanya Abraham suaminya saja yang tidak percaya bahkan istrinya Sara juga sama, itu sebabnya banyak keluarga Kristen tidak mengalami pemenuhan janji janji Allah dalam keluarganya.

Yohanes 7:38  Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

Jagalah hati kita dengan segala kewaspadaan, jangan sampai kita mengingkari Tuhan, hati yang percaya akan dipenuhi aliran aliran air hidup, artinya segala macam berkat menjadi milik kita.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia