KEDUKAAN DAN KESERAKAHAN

KEDUKAAN & KESERAKAHAN FILIPI 4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Shalom Kedukaan dan keserakahan mungkin terlihat sama sekali berbeda, tetapi keduanya dapat mengungkapkan apa yang terjadi di dalam hati kita. Kedukaan bisa juga berarti kesedihan yang sangat mendalam, atau sebuah ratapan karena kehilangan sesuatu atau seseorang. Sementara keserakahan merupakan sebuah perasaan yang ingin memiliki sesuatu atau seseorang yang belum kita miliki karena kita merasa kurang. Kedukaan mengatakan: "Aku kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat aku cintai". Sementara keserakahan mengatakan: "Saya harus memiliki lebih banyak karena apa yang saya miliki tidak cukup." Kedukaan adalah rasa sakit karena kehilangan sesuatu. Keserakahan adalah perasaan tidak puas karena belum memiliki. Alkitab mengajarkan kita bagaimana menanggapi keduanya. Kedukaan berkata, “Aku merindukan apa yang aku miliki.” ...

PURA-PURA BODOH

 Pura-Pura Bodoh

Berpura pura bodoh adalah sebuah kebijaksanaan.»IHT«

Amsal 10:19  Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi. 

Lebih baik pura pura bodoh daripada pura pura pintar , terkadang memang kita harus berpura pura bodoh untuk membongkar niat asli orang orang yang berusaha membodohi kita.

Amsal 10:20  Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya. 

Terkadang diam lebih baik daripada melawan argumen orang orang yang sok pintar, kita akan menjadi lebih efektif menemukan kekurangan dan kebodohan mereka, nikmati saja permainan agar kita bisa menangkap kelemahan mereka.

Pengkhotbah 5:17 Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan.

Coba saja perhatikan kehidupan mereka yang sok pintar, tidak ada hal baik yang dijalaninya, jatuh bangun dan lebih banyak jatuhnya ketimbang bangunnya karena ke sokpintarannya.

Ibrani 5:12  Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. 

Pengalaman mengajarkan kita, bahwa kepedulian dan kebaikan yang pernah kita lakukan tidak sepenuhnya baik, karena belum tentu orang yang kita baikin tahu apa itu artinya menghargai orang lain.

Pengkhotbah 5:17 Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan.

Daripada kesal, lebih baik kita memilih diam karena kenyataan itu lebih menyakitkan, pastikan kita tidak lagi menjadi orang yang sok tahu dan sok pintar.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia