DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

PERJALANAN BERSAMA TUHAN

 Perjalanan Bersama Tuhan


Mazmur 84:6 TB

[6] Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!

Mengikuti Tuhan adalah sebuah perjalanan. 

Hal ini bukanlah keputusan yang hanya dilakukan satu kali. Ini merupakan ziarah seumur hidup, jalan yang harus ditempuh hari demi hari dalam percaya, perubahan, dan kesetiaan. Mazmur 84 menggambarkan sebuah gambar yang indah mengenai para peziarah yang hatinya telah ditetapkan untuk sampai ke tempat kediaman Allah. Mereka diberkati, bukan hanya karena jalan yang mereka tempuh mudah, namun karena kekuatan mereka berasal dari-Nya. 

Jika kekuatan kita datang dari diri kita sendiri, kita tidak akan mampu untuk berjalan terlalu jauh. Hidup ini membawa tantangan-tantangan: musim yang kering, mendaki tanjakan, dan rute yang tidak terduga. Jika kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri, kita akan menjadi mudah lelah dan patah semangat. 

Namun, ketika kekuatan kita ada dalam Tuhan, perjalanan kita akan berubah. Kita tidak berjalan sendirian. Kita dikuatkan oleh Roh Kudus-Nya. Kita ditopang oleh janji-janji-Nya. Kita mempunyai tujuan yang jelas, dan berkat tidak hanya datang di akhir, tetapi juga di sepanjang perjalanan kita. 

Hati yang ditetapkan dalam berziarah, adalah hati yang tahu bahwa dunia ini bukanlah rumah kita. Kita terus melangkah untuk sesuatu yang lebih mulia, untuk Pribadi yang terlebih besar.

Jika hari ini Anda merasa lelah atau ragu, ingatlah: kekuatan yang Anda perlukan bukanlah sesuatu yang harus Anda usahakan sendiri. Itu adalah pemberian Tuhan secara cuma-cuma. Bersandarlah pada-Nya. Tetapkan hati Anda dalam perjalanan ini. Dia akan setia menyertai dalam setiap langkahmu.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia