MENANG MENGATASI PENDERITAAN

"MENANG MENGATASI PENDERITAAN!" "Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu — namun engkau kaya — dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis" (Wahyu 2:9). > Jemaat di Smirna adalah jemaat yang mengalami tekanan, penderitaan, dan penganiayaan. Namun Tuhan Yesus tidak menegur mereka, melainkan menguatkan dan memberi janji kemenangan. >> Bagaimana kita dapat menang mengatasi penderitaan? 1. JANGAN TAKUT AKAN PENDERITAAN! > Wahyu 2:10 : "JANGAN TAKUT TERHADAP APA YANG HARUS ENGKAU DERITA...". > Penderitaan sering membuat manusia takut : "takut kehilangan", "takut ditolak", "takut masa depan", "takut menghadapi tekanan". > Tetapi Tuhan ingin kita "tetap percaya". Ketika Tuhan mengizinkan ujian terjadi, Dia juga menyertai dan memberi kekuatan. > Yesaya 41:10 : "janganlah takut, sebab Aku menye...

PERJALANAN BERSAMA TUHAN

 Perjalanan Bersama Tuhan


Mazmur 84:6 TB

[6] Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!

Mengikuti Tuhan adalah sebuah perjalanan. 

Hal ini bukanlah keputusan yang hanya dilakukan satu kali. Ini merupakan ziarah seumur hidup, jalan yang harus ditempuh hari demi hari dalam percaya, perubahan, dan kesetiaan. Mazmur 84 menggambarkan sebuah gambar yang indah mengenai para peziarah yang hatinya telah ditetapkan untuk sampai ke tempat kediaman Allah. Mereka diberkati, bukan hanya karena jalan yang mereka tempuh mudah, namun karena kekuatan mereka berasal dari-Nya. 

Jika kekuatan kita datang dari diri kita sendiri, kita tidak akan mampu untuk berjalan terlalu jauh. Hidup ini membawa tantangan-tantangan: musim yang kering, mendaki tanjakan, dan rute yang tidak terduga. Jika kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri, kita akan menjadi mudah lelah dan patah semangat. 

Namun, ketika kekuatan kita ada dalam Tuhan, perjalanan kita akan berubah. Kita tidak berjalan sendirian. Kita dikuatkan oleh Roh Kudus-Nya. Kita ditopang oleh janji-janji-Nya. Kita mempunyai tujuan yang jelas, dan berkat tidak hanya datang di akhir, tetapi juga di sepanjang perjalanan kita. 

Hati yang ditetapkan dalam berziarah, adalah hati yang tahu bahwa dunia ini bukanlah rumah kita. Kita terus melangkah untuk sesuatu yang lebih mulia, untuk Pribadi yang terlebih besar.

Jika hari ini Anda merasa lelah atau ragu, ingatlah: kekuatan yang Anda perlukan bukanlah sesuatu yang harus Anda usahakan sendiri. Itu adalah pemberian Tuhan secara cuma-cuma. Bersandarlah pada-Nya. Tetapkan hati Anda dalam perjalanan ini. Dia akan setia menyertai dalam setiap langkahmu.

Komentar

Posting Komentar