DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

MEMILIH TAAT

 


Memilih Taat
 

Yohanes 8:31-32 TB

[31] Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: ”Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku [32] dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” 

Di negara kita, setiap pemakai jalan harus mengikuti rambu maupun aturan sesuai dengan moda transportasinya supaya ada ketentraman di jalan. Oleh sebab itu, ketika ada pejalan kaki maupun pengendara sepeda, mobil, dan lainnya yang tidak mengikuti rambu yang ada, maka kemacetan, kecelakaan, bahkan kematian dapat terjadi. 

Kemerdekaan bukan berarti hidup tanpa batasan. Justru, batasan ada untuk melindungi kemerdekaan yang kita miliki. Oleh sebab itu jika kita pernah bertanya, kenapa Tuhan memberikan kehendak bebas, tapi di saat yang sama juga memberikan perintah-Nya sebagai batasan dalam hidup kita, bukan karena Dia ingin mengekang kita, tetapi justru untuk melindungi kemerdekaan yang kita miliki dan menjaga hidup kita. 

Bayangkan apa jadinya kesehatan kita, kalau kita makan segala sesuatu tanpa batas. Bayangkan apa jadinya keuangan kita, kalau kita membelanjakan gaji yang kita terima sesuka hati. Atau bayangkan akan jadi orang seperti apa nantinya, kalau seorang anak dari kecil tidak pernah belajar sopan santun dan tunduk kepada orangtuanya.

Ketika kita taat kepada Tuhan, bukan berarti kita kehilangan kemerdekaan kita. Tapi kita menyerahkan kemerdekaan kita kepada Tuhan sehingga hidup kita seturut dengan firman-Nya dan tetap di jalan-Nya.

Tuhan mengasihi kita jauh melebihi apa pun; bahkan melebihi pemahaman kita. Di setiap perintah-Nya, percayalah ada rancangan baik yang telah Dia siapkan. Sekalipun kita berada di masa yang sulit dan tidak bisa melihat pekerjaan tangan-Nya, percayalah kepada hati-Nya. Kemerdekaan yang sesungguhnya hanya dapat kita alami ketika kita memilih taat kepada Tuhan dan menjalankan perintah-Nya.

Doa

Bapa di surga, terima kasih untuk kebenaran yang memerdekakan aku. Ajar aku untuk taat dan setia kepada-Mu, ketika melalui musim yang menyenangkan, maupun melalui musim yang sulit. Aku percaya, firman-Mu adalah pelita bagi kakiku, dan terang bagi jalanku. Dalam nama Tuhan Yesus, amin.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia