HATI YANG KERAS

HATI YANG KERAS Ketika hati dan pikiran sudah tertutup oleh persepsi negatif, penjelasan sebaik apapun tak akan pernah cukup untuk mengubah sudut pandangnya. Matius 13:15a Sebab hati bangsa ini telah menebal,dan telinganya berat mendengar,dan matanya melekat tertutup. shalom Pernahkah kita mencoba menjelaskan kebenaran kepada seseorang yang sudah terlanjur kecewa, marah atau curiga pada kita, betapapun logisnya argumen serta bukti yang kita berikan, tetap saja tidak pernah cukup buat orang model ini. Matius 13:15 Sebab hati bangsa ini telah menebal,dan telinganya berat mendengar dan matanya melekat tertutup supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Orang yang hatinya telah menebal hidupnya tertutup, tidak lagi mau mendengarkan untuk memahami, bahkan hatinya penuh dengan kemarahan dan kebencian, orang tipe begini sangat sulit bertobat dan dipulihkan. 1 Korintus 2:14 Te...

JANJI ROH KUDUS



 JANJI ROH KUDUS

Lukas 24:49 TSI

[49] Dan kepada kalian Aku akan mengutus Penolong yang sudah dijanjikan Bapa-Ku. Tinggallah di kota ini sampai Allah memperlengkapi kalian dengan kuasa dari surga.”

Pernahkah saudara dijanjikan sesuatu oleh Orang Tuamu? Mungkin akhir Minggu dijanjikan untuk dibawa pergi jalan-jalan, atau dibelikan mainan yang sudah lama saudara mau? Coba bayangkan perasaan menantikan janji itu. Pasti ada rasa kegembiraan tersendiri bukan? Saya mencoba membayangkan seberapa gembira dan semangatnya para rasul ketika Yesus menjanjikan tentang baptisan Roh Kudus yang akan datang.

Setiap orang percaya yang sudah lahir baru, maka keselamatan mereka dimeteraikan oleh Roh Kudus dalam diri mereka (Ef. 1:13). Tetapi bukan ini yang dimaksud oleh Yesus dalam kitab Kisah Para Rasul ini, tetapi sebuah momen dimana orang percaya dikuasai dan diberdayakan oleh Roh Kudus untuk melayani dengan sebuah kekuatan yang ilahi. Para murid diminta untuk menantikan baptisan Roh Kudus ini untuk menyelesaikan Amanat Agung yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Coba kita renungkan, apakah hari ini kita memiliki Janji Bapa itu dalam hidup kita? Apakah kita masih bersemangat di dalam bersaksi dan memberitakan kabar baik itu?

Bagaimana cara kita menerima Janji Bapa itu? Ayat 14 mengatakan bahwa para rasul semua “bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama.” Bapa menjanjikan, tetapi ada bagian tanggung jawab manusia untuk meresponi janji itu dengan penyerahan diri kepada kehendak Allah lewat doa secara bersama-sama. Maukah kita menerima janji itu?

Doa : Bapa, terima kasih untuk janji yang Engkau berikan kepada kami orang percaya. Saya ingin mengalami janji itu, ketika Roh Kudus memenuhi hati dan hidup saya dengan urapan yang baru. Saya mau mengalami kepenuhan Roh Kudus untuk menjadi alat dalam kerajaan-Mu. Penuhilah saya ya Roh Kudus, hambamu ini siap. Amin!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia