MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA

"MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA" "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. PELIHARALAH DIRIMU DEMIKIAN DALAM KASIH ALLAH sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal" (Yudas 1:20-21).  > Kasih mula-mula adalah kasih yang bernyala-nyala dan penuh kerinduan akan Tuhan. Kasih ini dimiliki ketika seseorang mengalami pengalaman perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Pengalaman rohani ini membuat orang yang mengalaminya begitu antusias dan penuh semangat membangun persekutuan pribadinya dengan Tuhan dan memiliki komitmen hidup untuk melayani Tuhan. > Menjaga dan memelihara kasih mula-mula bagi orang percaya merupakan hal yang prinsip. Kasih mula-mulalah yang mendorong dan menggerakkan orang percaya untuk tetap hidup dalam kehendak Tuhan dan memiliki api yang bernyala-nyala untuk hidup dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan dan setia dalam T...

JANJI ROH KUDUS



 JANJI ROH KUDUS

Lukas 24:49 TSI

[49] Dan kepada kalian Aku akan mengutus Penolong yang sudah dijanjikan Bapa-Ku. Tinggallah di kota ini sampai Allah memperlengkapi kalian dengan kuasa dari surga.”

Pernahkah saudara dijanjikan sesuatu oleh Orang Tuamu? Mungkin akhir Minggu dijanjikan untuk dibawa pergi jalan-jalan, atau dibelikan mainan yang sudah lama saudara mau? Coba bayangkan perasaan menantikan janji itu. Pasti ada rasa kegembiraan tersendiri bukan? Saya mencoba membayangkan seberapa gembira dan semangatnya para rasul ketika Yesus menjanjikan tentang baptisan Roh Kudus yang akan datang.

Setiap orang percaya yang sudah lahir baru, maka keselamatan mereka dimeteraikan oleh Roh Kudus dalam diri mereka (Ef. 1:13). Tetapi bukan ini yang dimaksud oleh Yesus dalam kitab Kisah Para Rasul ini, tetapi sebuah momen dimana orang percaya dikuasai dan diberdayakan oleh Roh Kudus untuk melayani dengan sebuah kekuatan yang ilahi. Para murid diminta untuk menantikan baptisan Roh Kudus ini untuk menyelesaikan Amanat Agung yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Coba kita renungkan, apakah hari ini kita memiliki Janji Bapa itu dalam hidup kita? Apakah kita masih bersemangat di dalam bersaksi dan memberitakan kabar baik itu?

Bagaimana cara kita menerima Janji Bapa itu? Ayat 14 mengatakan bahwa para rasul semua “bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama.” Bapa menjanjikan, tetapi ada bagian tanggung jawab manusia untuk meresponi janji itu dengan penyerahan diri kepada kehendak Allah lewat doa secara bersama-sama. Maukah kita menerima janji itu?

Doa : Bapa, terima kasih untuk janji yang Engkau berikan kepada kami orang percaya. Saya ingin mengalami janji itu, ketika Roh Kudus memenuhi hati dan hidup saya dengan urapan yang baru. Saya mau mengalami kepenuhan Roh Kudus untuk menjadi alat dalam kerajaan-Mu. Penuhilah saya ya Roh Kudus, hambamu ini siap. Amin!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

PENGHARAPAN YANG TAK PERNAH PUDAR