HATI

HATI Apapun yang disembunyikan oleh hati, pasti akan terlihat oleh sikap. Amsal 27:19 Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu. Shalom Manusia adalah makhluk yang pandai memakai topeng, mereka bisa tersenyum bahkan disaat hatinya sedang terluka, mereka bisa berkata tidak mengapa padahal hati sedang terluka, di era modern ini menyembunyikan isi hati jadi semakin mudah melalui layar medsos atau formalitas komunikasi. Matius 7:16-17 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Apapun yang disembunyikan oleh hati lambat laun pasti akan terlihat oleh sikap, sikap tubuh, nada bicara, cara merespon masalah dan tindakan spontan kita adalah "buah" yang menyingkapkan apa yang sebenarnya sedang terjadi didalam ruang hati kita. Lukas ...

PERKATAAN YANG SIA-SIA BAG 2



 *Perkataan yang Sia-Sia Membocorkan Hidup*, bag 2


*“Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.  Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” - Matius 12:36-37*


Tuhan Yesus berkata, _"Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung-jawabkan­nya pada hari penghakiman."_ "Kata-kata" yang dikatakan dalam ayat ini bukanlah kata-kata yang kotor atau najis, juga bukan mengatakan kata-kata fitnahan atau pun kata-kata jahat; di sini hanya mengatakan, kata-kata itu adalah perkataan yang sia-sia. 

*Perkataan yang sia-sia adalah kata-kata yang berlebihan, yang mestinya tidak perlu diucapkan; kata-kata yang tidak usah diucapkan karena tak ada sangkut-pautnya; kata-kata yang menimbulkan salah benar.* Setiap kata yang sia-sia pada hari penghakiman harus dipertanggung jawabkan. Menurut ucapan kita akan dibenar­kan dan menurut ucapan pula kita akan dihukum.

 Inilah ka­ta-kata Tuhan Yesus. Kita harus nampak, bukan saja mengu­capkan kata-kata fitnah itu baru suatu hal yang serius; tetapi mengucapkan kata-kata yang sia-sia pun serius. Bukan saja mengucapkan kata-kata kotor atau najis itu baru serius, berkata sembarangan pun serius.


Kita harus nampak, ada perkara, ada dosa yang dengan suatu cara bisa diganti rugi; tetapi juga ada perkara, ada dosa yang tidak bisa diganti rugi. 

*Perkataan yang sia-sia, perkata­an yang menyalahi orang, tidak bisa Anda hapuskan dengan mengganti rugi.* Anda bisa saja telah minta maaf kepadanya, juga telah menarik kembali perkataan Anda itu, tetapi perka­taan yang telah keluar itu tak mungkin bisa terhapus bersih. 

Barang-barang yang kita curi dari orang lain bisa kita kembalikan, tetapi perkataan sia-sia yang melukai orang lain tidak bisa kita tarik kembali. Dosa ini akan terbentang di hadapan Allah. Karena itu Tuhan Yesus berkata, _"Menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula eng­kau akan dihukum."

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia