KEDUKAAN DAN KESERAKAHAN

KEDUKAAN & KESERAKAHAN FILIPI 4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Shalom Kedukaan dan keserakahan mungkin terlihat sama sekali berbeda, tetapi keduanya dapat mengungkapkan apa yang terjadi di dalam hati kita. Kedukaan bisa juga berarti kesedihan yang sangat mendalam, atau sebuah ratapan karena kehilangan sesuatu atau seseorang. Sementara keserakahan merupakan sebuah perasaan yang ingin memiliki sesuatu atau seseorang yang belum kita miliki karena kita merasa kurang. Kedukaan mengatakan: "Aku kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat aku cintai". Sementara keserakahan mengatakan: "Saya harus memiliki lebih banyak karena apa yang saya miliki tidak cukup." Kedukaan adalah rasa sakit karena kehilangan sesuatu. Keserakahan adalah perasaan tidak puas karena belum memiliki. Alkitab mengajarkan kita bagaimana menanggapi keduanya. Kedukaan berkata, “Aku merindukan apa yang aku miliki.” ...

AKU DAN SESAMA



Aku dan Sesama

1 Petrus 4:7-11 TB

[7] Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. [8]  Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. [9] Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut. [10] Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. [11] Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.  

Kita lebih nyaman melayani waktu kita merasa kita punya banyak. Banyak uang, banyak waktu, banyak tenaga, banyak ide, banyak kemampuan. Sebaliknya kalau kita merasa kita punya sedikit; memberikan yang sedikit ini terasa berat dan menantang. Ketika melihat musim kita “sedang tidak melimpah”, kita lalu mengambil kesimpulan bahwa kita tidak dapat lagi melayani.

Tapi tahukah bahwa Tuhan tidak menilai jumlah ataupun menimbang ukuran pemberian kita ketika melayani? Jauh dari itu, Tuhan justru melihat apakah ada kasih di hati kita.

Mendukung teman yang sedang sakit, mengantar keluarga yang harus bekerja ke luar kota, menggunakan talenta untuk proyek yang berdampak bagi hidup banyak orang, bertahan lebih lama dalam doa untuk orang terdekat yang sedang bergumul, mengajar anak-anak kita dalam firman Tuhan–apa pun bentuk dan area pelayanannya, Tuhan sudah lebih dulu mengaruniakan kepada kita masing-masing sebuah kekuatan agar kita bisa melayani orang lain.

Kita perlu menyadari karunia dari Tuhan, supaya kita tidak melayani dengan kekuatan diri sendiri.

Ada kehidupan yang mau Dia sentuh melalui pelayanan kita. Tuhan ingin kita, anak-anak-Nya, saling membangun dalam iman, melayani dalam kasih, dan mendewasakan dalam karakter. Sebagai bagian dari tubuh Kristus, kita ibarat anggota tubuh yang saling berbeda tetapi masing-masing pasti memiliki kontribusi bagi yang lainnya.

Bersama Tuhan, tidak ada musim yang lebih ataupun kurang tepat untuk kita bisa melayani sesama. Karena Tuhan atas segala musim, yang menjadi kekuatan dan sumber kita.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia