HATI YANG KERAS

HATI YANG KERAS Ketika hati dan pikiran sudah tertutup oleh persepsi negatif, penjelasan sebaik apapun tak akan pernah cukup untuk mengubah sudut pandangnya. Matius 13:15a Sebab hati bangsa ini telah menebal,dan telinganya berat mendengar,dan matanya melekat tertutup. shalom Pernahkah kita mencoba menjelaskan kebenaran kepada seseorang yang sudah terlanjur kecewa, marah atau curiga pada kita, betapapun logisnya argumen serta bukti yang kita berikan, tetap saja tidak pernah cukup buat orang model ini. Matius 13:15 Sebab hati bangsa ini telah menebal,dan telinganya berat mendengar dan matanya melekat tertutup supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Orang yang hatinya telah menebal hidupnya tertutup, tidak lagi mau mendengarkan untuk memahami, bahkan hatinya penuh dengan kemarahan dan kebencian, orang tipe begini sangat sulit bertobat dan dipulihkan. 1 Korintus 2:14 Te...

AKU DAN SESAMA



Aku dan Sesama

1 Petrus 4:7-11 TB

[7] Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. [8]  Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. [9] Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut. [10] Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. [11] Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.  

Kita lebih nyaman melayani waktu kita merasa kita punya banyak. Banyak uang, banyak waktu, banyak tenaga, banyak ide, banyak kemampuan. Sebaliknya kalau kita merasa kita punya sedikit; memberikan yang sedikit ini terasa berat dan menantang. Ketika melihat musim kita “sedang tidak melimpah”, kita lalu mengambil kesimpulan bahwa kita tidak dapat lagi melayani.

Tapi tahukah bahwa Tuhan tidak menilai jumlah ataupun menimbang ukuran pemberian kita ketika melayani? Jauh dari itu, Tuhan justru melihat apakah ada kasih di hati kita.

Mendukung teman yang sedang sakit, mengantar keluarga yang harus bekerja ke luar kota, menggunakan talenta untuk proyek yang berdampak bagi hidup banyak orang, bertahan lebih lama dalam doa untuk orang terdekat yang sedang bergumul, mengajar anak-anak kita dalam firman Tuhan–apa pun bentuk dan area pelayanannya, Tuhan sudah lebih dulu mengaruniakan kepada kita masing-masing sebuah kekuatan agar kita bisa melayani orang lain.

Kita perlu menyadari karunia dari Tuhan, supaya kita tidak melayani dengan kekuatan diri sendiri.

Ada kehidupan yang mau Dia sentuh melalui pelayanan kita. Tuhan ingin kita, anak-anak-Nya, saling membangun dalam iman, melayani dalam kasih, dan mendewasakan dalam karakter. Sebagai bagian dari tubuh Kristus, kita ibarat anggota tubuh yang saling berbeda tetapi masing-masing pasti memiliki kontribusi bagi yang lainnya.

Bersama Tuhan, tidak ada musim yang lebih ataupun kurang tepat untuk kita bisa melayani sesama. Karena Tuhan atas segala musim, yang menjadi kekuatan dan sumber kita.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia