MENANG MENGATASI PENDERITAAN

"MENANG MENGATASI PENDERITAAN!" "Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu — namun engkau kaya — dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis" (Wahyu 2:9). > Jemaat di Smirna adalah jemaat yang mengalami tekanan, penderitaan, dan penganiayaan. Namun Tuhan Yesus tidak menegur mereka, melainkan menguatkan dan memberi janji kemenangan. >> Bagaimana kita dapat menang mengatasi penderitaan? 1. JANGAN TAKUT AKAN PENDERITAAN! > Wahyu 2:10 : "JANGAN TAKUT TERHADAP APA YANG HARUS ENGKAU DERITA...". > Penderitaan sering membuat manusia takut : "takut kehilangan", "takut ditolak", "takut masa depan", "takut menghadapi tekanan". > Tetapi Tuhan ingin kita "tetap percaya". Ketika Tuhan mengizinkan ujian terjadi, Dia juga menyertai dan memberi kekuatan. > Yesaya 41:10 : "janganlah takut, sebab Aku menye...

PENGUDUSAN DAN AKSES KEPADA ALLAH



Pengudusan & Akses kepada Allah

Pada momen penyelamatan, Yesus menguduskan Anda dengan darah-Nya dengan menerapkannya kepada hidup Anda (Ibrani 13:12). Ini berarti Anda telah ditetapkan sebagai anak Allah agar hidup bagi-Nya sejak saat itu dan seterusnya. Cara terbaik bagi saya untuk mendeskripsikan pengudusan adalah dengan membandingkannya dengan periode yang muncul di akhir suatu peristiwa. Anda telah diselamatkan, ditebus, dibenarkan, didamaikan, dan dikuduskan, titik. Tetapi ini tidak berakhir. Ini berubah menjadi sebuah garis yang terus berlanjut sepanjang hidup Anda.

Pengudusan adalah suatu proses di mana Allah secara terus menerus mengubah anak-anak-Nya menjadi serupa dengan Yesus Kristus. Seluruh kehidupan Kristiani berada di garis itu; dan terus memanjang saat kita bertumbuh di dalam kesalehan, ketaatan, dan pemahaman. Keselamatan bukanlah titik akhir melainkan permulaan dari tujuan Allah bagi orang percaya. Tujuan-Nya adalah memperbarui setiap area kehidupan kita sehingga kita dapat menjadi hamba-hamba dan duta-duta Kristus yang berharga bagi dunia yang sesat.

Proses ini akan terus berlanjut sepanjang kehidupan karena Roh Kudus bersemayam di dalam setiap orang percaya, membimbing dan memberdayakan mereka masing-masing untuk bergerak maju. Dia tidak akan pernah meninggalkan kita—selalu ada langkah lain untuk membawa kemajuan kita menuju keserupaan dengan Kristus dan pelayanan yang berbuah bagi Tuhan.

Kunci untuk kemajuan itu adalah mampu masuk dengan percaya diri ke Tempat Kudus oleh darah Yesus (Ibr. 10: 19-22). Di dalam Perjanjian Lama, Ruang Maha Kudus adalah ruangan bagian dalam dari tabernakel atau bait tempat Allah tinggal di atas tabut perjanjian. Imam besar adalah satu-satunya orang yang bisa masuk ke tempat yang paling suci ini, dan dia bisa melakukannya hanya sekali setahun untuk melakukan ritual penebusan bagi dirinya dan bangsanya. Setelah dengan hati-hati mempersiapkan dirinya dengan ritual sakral, dia akan masuk dengan darah binatang untuk dipercikkan ke atas tutup pendamaian.

Hari ini, satu-satunya alasan orang Kristen dapat mendekat kepada Tuhan adalah karena, secara rohani, mereka diselimuti oleh darah Yesus. Ketika Yesus mempersembahkan hidup-Nya sebagai korban untuk dosa-dosa dunia, tabir Bait Suci--yang memisahkan Allah dari manusia--terbelah dua dari atas ke bawah. Peristiwa supranatural ini menandakan penerimaan Bapa atas pengorbanan Kristus, yang membuka jalan menuju hadirat-Nya.

Karena kita tidak pernah mengikuti sistem pengorbanan pada Perjanjian Lama, maka biasanya kita menerima begitu saja akses kita kepada Tuhan. Sekarang tidak perlu mengorbankan seekor anak domba ketika kita ingin mendekat kepada Tuhan. Setiap kali kita memasuki ruang tahta Bapa di dalam doa, seolah-olah Yesus melihat kita dan berkata, “Inilah salah satu dari Kami… darah telah dikenakan.”

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA