DIAM

DIAM Diam lebih baik daripada drama yang tidak perlu. Amsal 17:28 Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya. shalom Kita hidup di zaman dimana semua orang harus bersuara, berkomentar, dan membela diri, ketika ada kesalahpahaman atau konflik dunia mengajarkan kita untuk membalas, membuat panggung dan menciptakan drama agar semua orang tahu bahwa kita benar. Amsal 10:19 Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi. Namun Firman Tuhan mengajarkan cara yang berbeda, alkitab berkali kali mengingatkan bahwa diam jauh lebih baik dan lebih berkuasa daripada terlibat dalam drama yang tidak perlu, diam bukan berarti takut atau kalah, melainkan sebuah bentuk penguasaan diri dan iman yang teguh kepada Tuhan. Amsal 26:20 Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah tak ada, redalah pertengkaran. Drama menjauhkan damai sejahtera, sindiran, gosip, atau konflik deng...

IDENTITAS



 Identitas.

2 Korintus 5:19 TB

[19] Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

Kenapa Tuhan Yesus mati buat kita?

Pertama, melalui salib-Nya, Tuhan mengembalikan identitas kita sebagai anak-NYA. Inget nggak, cerita Adam dan Hawa di Kitab Kejadian... Adam mengaku bahwa dia memakan buah pengetahuan baik dan jahat karena ajakan Hawa. Sedangkan Hawa mengatakan bahwa dirinya dibujuk oleh ular untuk memakan buah tersebut. Setelah jatuh ke dalam dosa, Allah menghukum Adam dan Hawa, dan mengusir mereka dari Taman Eden. Sejak itu, hubungan manusia dan Tuhan terpisahkan, karena dosa. Namun, Allah mencari cara untuk "rekonsiliasi" dengan manusia. Allah benci dosa, karena itu membuat-Nya terpisah dengan ciptaan-Nya yang paling sempurna! Apalagi Allah adalah kasih, dan kasih butuh objek untuk dicintai.

Di 2 Korintus 5 : 19 dikatakan, "Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami."

Kematian Yesus mendamaikan Allah dengan manusia, yang berarti kita di adopsi kembali menjadi anak-anakNya. Ya! Itulah identitas kita, kita adalah anak Raja!

"Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia..." 1 Yohanes 3:1-24.

Dari REJECTION (Penolakan) ke ADOPTION (Pengadopsian). Dari kekalahan kepada kemenangan! Sebagai anak-anak Tuhan, sekarang kita punya akses kepada Bapa, kapan saja.

Nah, setelah kita tahu kita siapa, kita harus hati-hati dan berjaga-jaga juga. Karena kalau musuh mau menggagalkan panggilan Tuhan dalam hidupmu, dia akan menyerang identitasmu. Dia akan membuatmu lupa siapa kamu, supaya kamu jadi lemah dan hilang arah. Kehilangan identitas bisa membuatmu kehilangan visi. Jangan biarkan itu terjadi! Kita anak-anak Tuhan, prajurit Allah, berharga di mata-Nya! Nggak ada yang bisa menggagalkan rencana Allah untuk hidup kita kecuali kita sendiri...

Identitasmu di dalam Tuhan penting, dan tidak dapat diubah atau dicuri. Kalau kamu lupa, ingat salib-Nya!

1) Apakah kamu pernah meragukan siapa kamu di hadapan Tuhan? Apakah kamu pernah merasa tidak dicintai, atau di terima oleh dunia?

2) Apa kebenaran Firman Tuhan yang selalu kamu pegang ketika kepercayaan dirimu runtuh?

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia