MEMBICARAKAN DI BELAKANG

Jika seseorang membicarakan kamu dibelakang, artinya kamu punya kelebihan yang luar biasa.»IHT« Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Orang yang membicarakan kita dibelakang kebanyakan merasa iri, terintimidasi melihat kelebihan yang kita miliki, ingatlah bahwa posisi mereka ada dibelakang kita, sedangkan kita sedang melangkah maju. Matius 5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Alkitab mengajarkan kita untuk tetap menjaga hikmat, evaluasilah diri kita dengan jujur dihadapan Tuhan, jika ada yang perlu diperbaiki, terimalah sebagai proses pembentukan karakter, namun jika itu adalah fitnah atau irihati, biarkan Tuhan yang menjadi pembela kita. Daniel 6:5 Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakw...

RASA TAKUT



RASA TAKUT


Markus 4:37-41 TB

[37] Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. [38] Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: ”Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” [39] Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: ”Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. [40] Lalu Ia berkata kepada mereka: ”Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” [41] Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: ”Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

 Iman tidak bisa beroperasi bersamaan dengan rasa takut.

Ketakutan para murid, ketika di tengah badai, lebih besar dari tingkat keyakinan mereka. Akibatnya, mereka tidak dapat mengoperasikan iman mereka.

Di sisi lain, Yesus mengalami badai yang sama di kapal yang sama pada saat yang sama bersama dengan murid-muridnya - dan sama sekali tidak memiliki rasa takut.

Respons rasa takut sangat berbeda jika dibandingkan dengan bertindak karena keyakinan.

Seringkali, kita seperti para murid. Kita menghabiskan kekuatan kita dan menyerah dengan panik. Selain itu, kita menyebabkan orang-orang di sekitar kita menyerah pada rasa takut juga. Kita bernubuat menghancurkan diri kita sendiri seperti yang dilakukan para murid.

Sebaliknya, lihat respons Yesus. Dia lebih terganggu oleh kurangnya iman para murid daripada perahu yang dipenuhi air atau ombak yang dahsyat atau angin ribut. Dia berdiri dan menghardik angin - dan angin dan ombak mematuhi.

Saya juga tertarik dengan fakta bahwa Yesus bisa tidur saat badai. Mungkin Dia memberi para murid kesempatan untuk mengoperasikan iman mereka?

Apakah Anda merasa Yesus tertidur ketika Anda menghadapi situasi badai? Sudahkah Anda mempertimbangkan hal itu, mungkin, Ia sedang menunggu Anda untuk mengoperasikan iman Anda?

Mari kita singkirkan rasa takut dalam hati kita,dalam pikiran kita karena Tuhan Yesus kuasa-Nya lebih besar dari setiap apa yang kita takutkan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN