TAK BERPENGALAMAN,PENCEMOOH DAN BEBAL

TAK BERPENGALAMAN, PENCEMOOH & BEBAL AMSAL 1:22 "Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan? Ayat bacaan hari ini berbicara tentang beberapa karakter pribadi yang menolak hikmat Tuhan. Pertama, adalah orang yang tak berpengalaman. Orang yang tak berpengalaman bukanlah orang yang tidak cerdas. Mereka tidak berpengalaman, naif, dan mudah dipengaruhi. Mereka kurang memiliki pemahaman dan belum berkomitmen pada hikmat Tuhan. Bahaya dari pribadi seperti ini adalah mereka berpikir bahwa cara mereka selalu benar, seperti yang ayat ini katakan, "kamu masih cinta kepada keadaanmu". Mereka tetap masih menghidupi kehidupan dengan cara mereka dan tidak dewasa secara rohani. Mereka ini puas dengan kerohanian yang dangkal. Mereka mendengar firman Tuhan tetapi tidak pernah membiarkannya mengubah hidup mereka. Kedewasaan rohani dimulai ketika kita deng...

PROSES



 Proses

Filipi 1:6 TB

[6] Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. 

Menjadi seorang Kristen itu lebih daripada sekadar pertobatan instan. Menjadi Kristen itu adalah proses harian untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus. Saat seseorang percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat rohani, ia menjadi bayi rohani. Bayi rohani perlu mendapat makanan rohani berupa berbagai pelajaran sederhana dari Alkitab, lalu ia perlu belajar hidup sebagai orang Kristen secara bertahap. 

Dalam perjalanan hidup itu, ia mungkin jatuh. Ia bisa saja membuat kesalahan demi kesalahan. Ia tetap bangkit dan melangkah dalam hidup. Namun, ternyata ada banyak orang yang berhenti bertumbuh. Mereka tetap menjadi bayi rohani seumur hidup mereka. Menyedihkan, bukan? Sama seperti orang tua kita mengharapkan pertumbuhan, orang tua rohani kita, Bapa di sorga mengharapkan pertumbuhan rohani. Memang kita bisa jatuh, tetapi kita bisa bangun dan terus bertumbuh hingga menjadi dewasa dalam Tuhan. Tuhan memerlukan orang-orang yang dewasa untuk melayani pekerjaan-Nya. 

Allah sudah memulai apa yang baik dalam diri kita melalui keselamatan. Keselamatan itu memang cuma-cuma. Kita tidak perlu berbuat apa pun untuk menerimanya karena Kristus telah melakukannya dengan mati di atas kayu salib. Namun, keselamatan itu sendiri merupakan suatu proses yang akan terus berlangsung hingga pada hari Tuhan Yesus Kristus. Proses itu berlangsung terus-menerus seumur hidup kita. Jika kita percaya bahwa Dia membuat indah pada waktunya, kita harus rela dan tunduk dalam proses Tuhan. Bagai ranting yang dibersihkan agar berbuah banyak atau bagai bejana yang dibentuk di tangan penjunan, demikianlah kita diproses Tuhan. Setelah siap, ranting-ranting itu akan berbuah dan bejana-bejana itu siap dipakai sebagai bejana kemuliaan. 

Karena itu, marilah kita memiliki gairah untuk bertumbuh. Jangan puas dengan hidup rohani yang pas-pasan. Tekanan hidup, pergumulan demi pergumulan membutuhkan pertumbuhan rohani yang kuat untuk bisa mengimbanginya. Dan itulah jalan hidup kita menuju ke kekekalan.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN