MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA

"MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA" "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. PELIHARALAH DIRIMU DEMIKIAN DALAM KASIH ALLAH sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal" (Yudas 1:20-21).  > Kasih mula-mula adalah kasih yang bernyala-nyala dan penuh kerinduan akan Tuhan. Kasih ini dimiliki ketika seseorang mengalami pengalaman perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Pengalaman rohani ini membuat orang yang mengalaminya begitu antusias dan penuh semangat membangun persekutuan pribadinya dengan Tuhan dan memiliki komitmen hidup untuk melayani Tuhan. > Menjaga dan memelihara kasih mula-mula bagi orang percaya merupakan hal yang prinsip. Kasih mula-mulalah yang mendorong dan menggerakkan orang percaya untuk tetap hidup dalam kehendak Tuhan dan memiliki api yang bernyala-nyala untuk hidup dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan dan setia dalam T...

MENGIKUTI SEKAM

 


Mengikuti Sekam

Yakobus 1:22 TB

[22] Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. 

Menurut legenda yang dikisahkan rabi-rabi Yahudi, ketika Yusuf menjadi perdana menteri di Mesir saat dilanda kelaparan, ia membuang sekam dari lumbung-lumbung persediaan ke Sungai Nil. Sekam itu akan berjalan untuk mengikuti aliran sungai sehingga penduduk yang tinggal di di daerah hilir dapat melihatnya. Ketika melihat sekam yang mengambang itu, mereka yakin bahwa ada gandum di suatu tempat. Mereka bisa pergi ke arah hulu untuk mencari sumber sekam itu. Dan di sana, mereka bisa mendapati persediaan gandum yang berlimpah untuk mengatasi kelaparan mereka. 

Adanya sekam tersebut menunjukkan adanya persediaan gandum di suatu tempat. Demikian juga dengan Alkitab. Alkitab merupakan firman Allah yang tertulis. Keberadaannya juga berguna sebagai petunjuk untuk memenuhi kebutuhan rohani kita. Namun, kita sering memperlakukan Alkitab itu sebagai tujuan akhir. Kita merasa puas jika telah membaca Alkitab dan melengkapinya dengan membaca renungan dan buku-buku rohani. Kita puas dengan giat mengikuti kelompok pendalaman Alkitab dan mendengarkan khotbah setiap Minggu. Kita puas karena kita sudah merasa tahu akan Alkitab. 

Semua kegiatan yang berhubungan dengan Alkitab di atas itu memang sangat perlu dan penting. Namun itu barulah sekamnya saja. Melakukan semuanya itu dengan rajin belum cukup jika kita ingin mendapatkan manfaat firman Allah yang sesungguhnya. Membaca, mendengar, dan mempelajari Alkitab adalah langkah awal. Langkah awal ini hanya akan menambah pengetahuan kita akan Alkitab. Apa yang kita baca, dengar, dan pelajari itu akan berdaya guna jika kita mau dengan rela menaatinya dan melakukannya dalam hidup sehari-hari. Alkitab yang kita ketahui itu akan mengubah diri kita dari waktu ke waktu saat kita melakukannya. Tahu saja tidak akan mengubah apa pun. Melakukannya akan mengubah banyak hal. Itulah persediaan gandum yang melimpah bagi kita.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

PENGHARAPAN YANG TAK PERNAH PUDAR