MEMBICARAKAN DI BELAKANG

Jika seseorang membicarakan kamu dibelakang, artinya kamu punya kelebihan yang luar biasa.»IHT« Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Orang yang membicarakan kita dibelakang kebanyakan merasa iri, terintimidasi melihat kelebihan yang kita miliki, ingatlah bahwa posisi mereka ada dibelakang kita, sedangkan kita sedang melangkah maju. Matius 5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Alkitab mengajarkan kita untuk tetap menjaga hikmat, evaluasilah diri kita dengan jujur dihadapan Tuhan, jika ada yang perlu diperbaiki, terimalah sebagai proses pembentukan karakter, namun jika itu adalah fitnah atau irihati, biarkan Tuhan yang menjadi pembela kita. Daniel 6:5 Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakw...

MENGIKUTI SEKAM

 


Mengikuti Sekam

Yakobus 1:22 TB

[22] Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. 

Menurut legenda yang dikisahkan rabi-rabi Yahudi, ketika Yusuf menjadi perdana menteri di Mesir saat dilanda kelaparan, ia membuang sekam dari lumbung-lumbung persediaan ke Sungai Nil. Sekam itu akan berjalan untuk mengikuti aliran sungai sehingga penduduk yang tinggal di di daerah hilir dapat melihatnya. Ketika melihat sekam yang mengambang itu, mereka yakin bahwa ada gandum di suatu tempat. Mereka bisa pergi ke arah hulu untuk mencari sumber sekam itu. Dan di sana, mereka bisa mendapati persediaan gandum yang berlimpah untuk mengatasi kelaparan mereka. 

Adanya sekam tersebut menunjukkan adanya persediaan gandum di suatu tempat. Demikian juga dengan Alkitab. Alkitab merupakan firman Allah yang tertulis. Keberadaannya juga berguna sebagai petunjuk untuk memenuhi kebutuhan rohani kita. Namun, kita sering memperlakukan Alkitab itu sebagai tujuan akhir. Kita merasa puas jika telah membaca Alkitab dan melengkapinya dengan membaca renungan dan buku-buku rohani. Kita puas dengan giat mengikuti kelompok pendalaman Alkitab dan mendengarkan khotbah setiap Minggu. Kita puas karena kita sudah merasa tahu akan Alkitab. 

Semua kegiatan yang berhubungan dengan Alkitab di atas itu memang sangat perlu dan penting. Namun itu barulah sekamnya saja. Melakukan semuanya itu dengan rajin belum cukup jika kita ingin mendapatkan manfaat firman Allah yang sesungguhnya. Membaca, mendengar, dan mempelajari Alkitab adalah langkah awal. Langkah awal ini hanya akan menambah pengetahuan kita akan Alkitab. Apa yang kita baca, dengar, dan pelajari itu akan berdaya guna jika kita mau dengan rela menaatinya dan melakukannya dalam hidup sehari-hari. Alkitab yang kita ketahui itu akan mengubah diri kita dari waktu ke waktu saat kita melakukannya. Tahu saja tidak akan mengubah apa pun. Melakukannya akan mengubah banyak hal. Itulah persediaan gandum yang melimpah bagi kita.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN