DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

KANAK-KANAK VS DEWASA

 


Kanak-Kanak vs Dewasa

1 Korintus 13:11 TB

[11] Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. 

Kanak-kanak bukannya masa tanpa masalah. Mereka biasa menghadapi masalah dengan menangis. Jarang ada anak kecil yang tidak menangis ketika jatuh, baik terluka maupun tidak. Saat didisiplin karena tidak taat atau nakal, biasanya dia juga menangis. Saat ada masalah dengan teman di taman bermainnya, ia pun menangis. Menangis dianggap menjadi solusi dari semua masalah yang mereka hadapi. Itulah ciri khas masa kanak-kanak yang kita semua alami.

Orang dewasa tentunya tidak demikian. Tidak semua masalah dihadapi dengan menangis. Kita tahu kapan perlu menangis dan kapan kita harus menghadapinya. 

Demikian juga dalam hal rohani. Kanak-kanak rohani tentunya akan berpikir, bersikap, dan berlaku seperti kanak-kanak. Karena masih kanak-kanak, banyak hal yang membuatnya lebih mengikuti perasaannya, cengeng, emosional, dan lain-lain. Keluarga akan menghadapi banyak masalah jika suami dan istri ada yang masih kanak-kanak. Gereja akan banyak menghadapi kesulitan tatkala banyak dari anggota jemaatnya ternyata masih kanak-kanak meskipun telah bertahun-tahun berjemaat. Karena itu, Tuhan ingin kita bertumbuh, secara jasmani dan secara rohani. Pertumbuhan jasmani terjadi secara otomatis seiring waktu. Namun, pertumbuhan pola pikir dan rohani perlu upaya keras dari orang percaya seumur hidupnya. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia